
Erin hari ini libur jam dinding menunjukkan pukul 8. 30 dirinya masih malas bangun tetapi perutnya sangat lapar ,dengan gontai ia melangkah ke dapur untuk memasak mi instan setelah selesai dirinya makan sambil memainkan ponselnya,belum habis mi di mangkuknya ia di kejutkan suara seorang wanita memanggilnya
"erin rin... Jalan yuk?"
"siapaa?"
"gue,icha"
"icha ayo masuk "sambil membuka pintu dan menyuruh icha masuk
"tumben ada kabar apa ca?"
icha adalah saudara sepupuku karena dialah aku sampai ke jakarta ini semua kartuku dia tahu begitupun sebaliknya aku tahu kalau kehidupan pribadinya juga tak begitu baik baru sebulan yang lalu ia menjadi istri simpanan seorang bos yang bekerja di perusahaan kelapa sawit
""kabar baik tentunya"
"kayaknya bahagia banget"
"tentu dong"
"gimana suamimu"
"yang pasti baik,hot dan royal dong"
"wah sempurna dong,mau makan mie?"
sambil menunjukkan mangkuk mie yang sedang di makan
"nggak terima kasih aku sudah sarapan"
"kamu bilang mau pindah kontrakan kenapa?"
"ah,pingin tenang aja,lingkungan sekitarku suka rese ngomongin aku apalagi ibu- ibu nya amit-amit aku nggak tahan , makanya temenin aku yuk!"
"oke,tapi aku mandi dulu ya?"
"erin mencuci mangkok bekas makannya lalu mandi dan pergi naik mobil taksi online pesanan icha"
kurang lebih dua puluh menit mereka sampai di perumahan yang di maksud icha
__ADS_1
"ini rumahnya ,bagus enggak er?"
"bagus,hijau dan bersih"
"berapa sewanya?"
"dua puluh lima juta setahun"
"lumayan mahal ya?"
"ya , namanya di jakarta?"
"tapi memang bagus kok"
"aku telpon dulu ayang beb dulu
sementara icha menelpon suaminya seorang wanita paruh baya mengantar kunci rumah yang akan di kontrak icha
"mbak ini kuncinya kalau mau lihat bagaian dalamnya?"
"o iya bu seru icha"
ketiganya masuk dan melihat ruangan di dalamnya
"oke saya jadi ambil bu?"
"kapan mau pindah mbak?"
"besok bu"
"sore ini saya transfer uangnya ibu kasih ke saya nomor rekeningnya ya?"
"ya mbak?"
erin dan icha kembali naik taksi online dan mereka menuju pusat kota seperti biasa icha mengajak erin makan-makan
"eh suamimu yang sekarang seperti apa kok aku belum pernah lihat cha?"
"ini sambil menunjukkan foto mesra dirinya dan suami di ponselnya"
__ADS_1
"wah ganteng dan masih muda ya!"
"iya dong"
"sudah pernah menikah cha "
"sudah ,istrinya masih tapi hubungannya tak baik!"
"berarti,statusnya dia pria beristri!"
"ya ,tapi aku tak perduli!"
"gila kamu cha?"
"nggak masalah yang penting apa yang ku mau tercapai "
"pernah ketemu istrinya kamu"
"belum sih,yang penting suamiku sayang apa mau ku ia turuti iya kan"
"stop depan kita turun erin"
Erin dan icha turun di sebuah cafe mereka memesan makan dan mengobrol di sana tetapi erin terkejut melihat lelaki yang duduk tak jauh dari meja tempat duduknya yah tak salah dia adalah pak irul ayah angkat miko yang sedang mengobrol dengan rekannya setelah sekian lama sepertinya pak irul akan meninggalkan tempat itu dan melewati mejanya
"eh ,mbak ini yang tolong miko beberapa waktu lalu ya?"
"o iya pak"erin menjawab malu -malu
"miko cerita kalau bertemu anda di depan sekolahnya"
"oh iya pak kebetulan saya pas mau ,berangkat kerja"
"oh begitu?"
"pak kalo boleh apa saya di ijinkan ketemu miko di sekolahnya"
"boleh kan pengasuhnya menunggu di sana"
"terima kasih pak atas ijinnya"
__ADS_1
"ya ,saya mau balik ke kantor"
ya pak sekali lagi terimakasih ,sambil erin membungkukkan badannya dalam hati erin heran kalau pak irul mengijinkan dirinya ketemu miko bukankah ia tahu kalau dia itu ibu kandung miko ,erin senang dalam hatinya ia berencana menemui miko dan memberikan sesuatu yang miko suka, dalam hati erin berharap hari harinya bisa dekat dengan anaknya.