
esok harinya erin di telepon oleh susternya miko bahwa bapaknya miko ingin ketemu dengan erin namun erin menolaknya dengan alasan pekerjaan namun irul memaksa ketemu di tempat kerja untuk mengucapkan terima kasih pada erin secara langsung akhirnya erin mengiyakan pertemuan dengan irul walaupun hatinya takut disangka yang tidak -tidak
"mbak erin ada tamu mencari kamu?"
"ya mas"jawab erin pada mas tok yang bekerja di bengkel
erin berjalan menemui irul di depan bengkel
di lihatnya lelaki yang berusia tiga puluh lima tahun itu sedang menunggunya
"selamat siang pak"sapa erin
"k...kamu kan erin, irul tampak gugup kepalanya menggeleng
"maaf pak kebetulan saat anak bapak kecelakaan saya berada di situ dan menolongnya bagaimanapun miko punya hubungan dengan saya dan saya tak akan membiarkannya celaka oleh sebab itu saya donor darah untuk dia dan setelah itu saya pergi tapi suster miko meminta nomor hp saya karena pertimbangan takut terjadi apa-apa atau membutuhkan donor lagi saya berikan nomor hp saya mohon maaf pak kalau saya mengingkari janji untuk tidak lagi
ketemu anak saya hati saya sangat trauma karena enam bulan yang lalu suami saya kecelakaan dan meninggal maaf pak sebenarnya saya menolak bertemu bapak saya takut salah paham permisi pak!"
erin membalikkan badan dan akan melangkah pergi
"tunggu"
"ada apa lagi pak?"
"maafkan saya"
"sudah saya maafkan pak dan saya memaklumi kemarahan bapak"sambil pergi berjalan ke belakang
__ADS_1
"irul tertegun sejenak lalu pergi menuju mobilnya .
Di rumah sakit miko sudah kelihatan membaik wajahnya tak pucat lagi dan sudah mau makan hanya bagaian tangan yang masih di perban
"mbak miko mau pulang"
"tunggu papa ya nanti kalau sudah di periksa dokter dan lukanya sudah sembuh pasti boleh pulang"
"miko bosen di sini pingin main ketemu teman sekolah"
"iya miko,eh tau nggak orang yang nolong miko kemarin baik ya!miko ingat?"
"ingat yang pakai topi sama baju biru itu kan !"
"iya kalo nggak ada dia mbak nggak tau apa yang terjadi sama kamu "
"iya miko pingsan banyak keluarkan darah"
"ibu ibu itu juga yang menyumbangkan darahnya untuk miko"
pintu kamar terbuka pak irul mengajak miko pulang karena dokter sudah mengizinkannya
tetapi harus berobat jalan untuk kesembuhan tangannya yang retak karena benturan keras.
****
"pa apakah papa sudah ketemu dengan ibu yang menolong aku?"
__ADS_1
"ibu siapa? Oh maksud nya ibu ibu yang menyelamatkan kamu waktu kecelakaan!"
"iya kata papa kalau kita di bantu kita harus mengucapkan terima kasih kan pa!"
"iya papa sudah ketemu dan mengucapkan terima kasih karena sudah menolong miko"
sambil mencubit pipi miko yang tembem
"tapi miko belum pa?"irul tersentak kaget ia tak mau kalau miko kenal dengan ibu kandungnya.
"papa kan sudah mewakilinya sama saja kan miko kan anak papa!"
"tapi apa tidak boleh pa miko ketemu?"
"b...b...boleh tapi dia sibuk kerja waktu papa temui dia lagi kerja!"
"kasian ya pa, irul tertegun sejenak seakan si miko sudah pernah mengenal erin mungkin inikah yang di namakan ikatan batin antara ibu dan anak tak ada alasan irul untuk melarang miko ketemu dengan orang yang menolongnya
"perempuan itu bekerja di sebuah toko bengkel motor nak jadi sibuk"
"besok anterin miko ya pa?"
"ya tapi kalau papa nggak sibuk ya?"
"oke papa"
pak irul sebenarnya bingung jika miko terus ngotot ingin ketemu ibu yang menolongnya tapi mau gimana lagi ia kasihan dan terlanjur berjanji pada miko , hingga suatu hari sepulang sekolah miko di antar pak irul menemui erin di tempat kerjanya dan secara kebetulan jarak antara sekolah miko dan bengkel tempat kerja erin sangat dekat sekali
__ADS_1