
KU JUAL BAYIKU SEHARGA MOTOR BARU
bab 24
by widi nugriati
Pukul 10.15 pak irul menjemput miko di sekolah sesuai janji ia akan mempertemukan miko dengan erin hanya sepuluh menit mobilnya sampai ke tempat kerja erin ,miko turun di gandeng pengasuhnya di susul pak irul
"mas bisa ketemu mbak erin?"sapa pak irul kepada pegawai bengkel
"sebentar saya panggilkan pak"
tak lama kemudian laki -laki itu kembali bersama erin
"maaf pak ada apa ya!"
"oh ini miko ingin ketemu" sambil menunjuk miko yang tersipu malu sambil menyalami erin, erin berjongkok agar bisa melihat miko
"oh anak ganteng sudah sembuh sayang, ini
tangannya kok masih di perban ?"
"ini luka, masih sedikit sakit sih!.....tante
Tante ini yang tolongin aku waktu kecelakaan ya ?"
"o iya , kebetulan tante lewat dan liat miko jatuh dan kepalanya berdarah!"
"iya miko salah dan buat papa dan mbak kuatir!"
"tidak apa -apa miko lain kali lebih hati -hati ya? Karena jalan raya itu berbahaya banyak orang terluka bahkan meninggal seperti suami tante kecelakaan motor belum lama ini meninggal makanya tante trauma kalau lihat orang kecelakaan di jalan!"
__ADS_1
"oh bisa gitu ya tante"
"iya, miko hati-hati dan sehat terus ya?"
"iya tante siapa"
"erin"
pak irul sebenarnya tak enak hati membiarkan ibu anak ini mengobrol tanpa miko tau kenyataan yang sebenarnya bahwa erin adalah ibu kandungnya.
"miko udah ya lain kali bisa ketemu lagi tante erin mau kerja kita pulang ya nak?"
"ya pa "
"selalu sehat ya miko"tak kuasa menahan perasaannya erin memeluk miko sambil meneteskan air mata miko pun membalas pelukan erin mungkin karena ikatan batin yang ada miko begitu nyaman dalam pelukan erin ,miko melepas pelukan erin dan melihat air mata erin membasahi pipinya
"kenapa tante sedih?" sambil menghapus air mata di pipi erin
"oh begitu jadi sekarang tante sendiri?"
"ya"sambil mengangguk dan menghapus air mata
"ehm maaf ya jadi sedih terimakasih ya pak"
"bukannya saya yang seharusnya mengucapkan terima kasih sama kamu?"
"e maksudnya saya bahagia bisa mengenal miko"
"dada tante?"
"iya sayang"
__ADS_1
sejenak erin memandang ketiganya hingga mobil miko meninggalkan halaman bengkel dan bergegas ke tempat kerjanya.
****
Sejak bertemu miko beberapa hari lalu erin jadi sering di landa rindu mungkin ia merasakan ikatan dengan miko anak kandungnya,seperti hari ini erin berada di gerbang sekolah miko ,tampak dari kejauhan miko menenteng tas sekolahnya rambutnya ,wajahnya,senyumnya, semuanya mirip sekali dengan ayahnya ,erin menelan ludahnya andai saja dulu bayi kecilnya tidak ia berikan pada mbak mia mungkin dirinya sudah di panggil ibu dan memiliki miko tapi sudahlah erin harus terima kenyataan ini.
"Tante lihatin deh!"sambil memperlihatkan rantai yang terbuat dari kertas warna warni
"wah bagus sekali ini miko yang buat ?"
"iya ,nanti di rumah miko mau buat lebih panjang lagi lalu di gantung di kamar miko
bantuin ya mbak!"
"iya " seru pengasuhnya
"miko boleh nggak tante tanya?"
"boleh "
"kalau tante kangen sama miko boleh enggak tante main ke rumah miko?"
"boleh kok tante"
"mbak erin kalo mau main jam segini pak irul pulangnya sore kok!"
"tapi tante takut nanti papanya miko tidak mengijinkan!"
"nanti biar miko yang bilang ,tante kan baik udah tolong aku!"
dalam hati erin orang seperti dirinya tak patut di sebut baik karena telah memberikan anaknya kepada orang dan menerima sejumlah uang untuk dirinya ,semakin ia dekat dengan miko semakin besar rasa bersalah yang dia rasakan .
__ADS_1