
" Ayolah anna...kamu jangan menangis lagi!, kamu perempuan kuat anna, perempuan yang tegar dan kuat. Kuatkan dirimu anna, kamu harus kuat demi adikmu. Dia tak bersalah anna, kamu tidak boleh membuatnya menderita. Kamu juga harus tabah karena ini semua untuk menyelamatkan hasil jerih payah ibumu". Gadis malang itu bergumam dalam hati dan memberi semangat pada dirinya untuk bangkit lagi.
Selang beberapa menit, anna berhasil menenangkan dirinya. Gadis yang bernasib buruk itu dengan hati besar menerima nasibnya kini. Ya walaupun tidak mudah dan tentu saja menyakitkan, kejadian itu sudah terjadi. Serta tak ada yang bisa ia lakukan untuk mengembalikan semuanya seperti sedia kala. Kini yang dapat gadis malang ini perbuat hanyalah menerima nasibnya dengan lapang dada. Juga ia harus memikirkan keselamatan perusahaan ibunya dari kebangkrutan. Terutama untuk keselamatan adik tercintanya. Anna akan sangat menyesal bila terjadi sesuatu yang buruk pada adik yang dikasihinya itu. Apapun akan dilakukan anna untuk menghindarkan adiknya dari mara bahaya. Jadi untuk itu, anna menerima nasibnya sekarang ini.
Anna berlutut dilantai kamar mandi dan memejamkan matanya. Anna kemudian berseru dalam hati" ya tuhan pencipta alam semesta, yang mahakuasa dan penyanyang. Jikalau ini memang nasib yang telah engkau gariskan pada hamba, hidup dalam kesusahan dan penderitaan. Jikalau itu memang benar adanya, maka hamba dengan lapang dada menerima itu semua. Tetapi hambamu ini memohon belas kasihmu, janganlah hal serupa terjadi pada adikku alvaro. Jauhkanlah ia selalu dari mara bahaya, lindungilah ia selalu. Biarlah dosa yang dilakukan oleh keluarga kami ditanggung olehku saja". Ucap gadis cantik berhati mulia itu dengan air mata diwajahnya.
Anna pernah berjanji kepada dirinya sendiri bahwa dia akan selalu menjaga serta menyanyanyi alvaro. Walaupun alvaro itu bukan saudara kandung, anna tetap saja menyanyayinya. Karena bocah itu anak yang baik, ceria dan sangat perhatian pada anna. Jadi anna akan selalu berusaha untuk menjaga adiknya itu.
" Krukkk kruukk kruuuk" tiba - tiba terdengar bunyi dari perut anna. Bunyi itu terdengar lumanyan kuat, sampai- sampai membuat perutnya sedikit bergetar. Ya bisa ditebak bahwa gadis belia ini sedang lapar.
Anna yang mendengar jeritan dari perutnya, ia lalu menyentuh perut kecil itu dan menyusapnya dengan kedua tangannya ( seperti orang bunting aje . Ia kemufian berseru " sabar ya cacing- cacing diperutku, nanti kamu tak kasih makan, sabar ya !" ucap anna sembari menyelus - elus cacing kremi yang lagi demo didalam perutnya.
Anna keluar dari kamar mandi dengan mengenakan jubah yang memang tersedia disana. Gadis kecil itu terpaksa mengenakannya, karena tidak ada lagi baju yang bisa ia kenakan. Hal itu terjadi oleh perbuatan galen yang merobek baju anna dimalam panas itu. Anna juga tak membawa sehelai baju pun ke kediaman galen ( gimana mau ambil baju, orang anna aja langsung diseret kemari ) jadi suka atau tidak, anna tetap harus mengenakannya untuk menutupi tubuhnya.
Karena tubuh anna masih amat perih dan tenaga yang makin lemah akibat kejadian panas itu, juga karena belum makan apa - apa. Ia menuju ranjang dengan merangkak, sama seperti ia masuk tadi. Hal itu anna lakukan untuk meminimalisir rasa sakitnya dan juga untuk menghemat tenaga juga.
Setibanya disisi kanan kasur, anna mengumpulkan tenaganya. Ia berusaha keras hanya untuk duduk dikasur. Anna terlihat seperti nenek - nenek yang sedah berusia 80 tahunan.
Setelah anna duduk dikasur, tiba - tiba ia tertarik dengan secarik kertas diatas meja. Anna penasaran akan tulisan yang terdapat pada kertas itu. Anna ingin mengambilnya, tapi ia tertahan oleh suatu hal. Gadis itu bergumam dalam hati" apa ini milik tuan galen ya?". Gadis itu ragu karena ia takut akan disiksa lagi sama galen.
__ADS_1
Akan tetapi rasa penasaran gadis muda itu lebih besar dari rasa takutnya. Ia lalu bergegas meraih surat tersebut, akan tetapi dibawahnya masih terdapat secarik kertas kecil. Anna lebih tertarik pada kertas kecil itu dan mengambilnya.
Anna terkejut dengan apa yang dipegangnya saat ini. Ternyata ohh ternyata itu adalah cek. Apalagi yang membuat ia terheran - heran adalah nominal yang tertera dan cek itu. " 500 ju...juta, banyak sekali" gumam anna dalam hati dengan hati.
Anna lalu berpaling dan mengambil kertas satunya yang ternyata adalah sebuah surat. Beberapa saat dihabiskan anna untuk membaca isi suratnya. Tapi.......
Dada anna seketika terasa sesak, nafasnya sangat berat. Hatinya sakit sekali bagai digigit oleh anjing. Tangan mungil itu juga ikut gemetar dengan hebat, kristal beningnya pun tak terbendung lagi.
Ternyata surat yang anna baca adalah surat galen untuk anna. Intinya disurat itu galen berkata tentang malam yang dihabiskan bersama anna biasa - bisa saja ( klo biasa aja kok maen 4 jam nonstop?). Galen mengatakan bahwa tubuh kekasihnya yang lain lebih menarik dari tubuhnya. Lelaki kekar rupawan itu menambahkan kalau cek itu adalah upah dari servis anna. Juga mengatakan pada anna bahwa dia akan sering menangis dan menderita mulai sekarang. Hal itulah yang membuatnya hancur, kata - kata galen itu seperti mencap anna sebagai wanita bayaran.
" kejam sekali dia, kenapa tidak bunuh dirinya saja untuk melampiaskan dendamnya. Kenapa harus menyiksa dan menghina dirinya sampai begini?" kata anna dalam hati dengan air mata yang masih mengalir deras. Mata anna kini sedah benar -benar merah dan sedikit bengkak, karena terlalu banyak mengeluarkan air mata.
Sementara didalam ruang kerja, galen sedang menatap layar komputernya. Ya apalagi yang diperhatikannya selain gerak - gerik gadis kecil yang ada dikamarnya.
Awalnya galen merasa senang saat anna sigadis malang itu menangis. Galen melihat anna menangis terisak - isak menatapi keadaannya yang sudah dinodai.
" Mana ....mana tingkahmu yang sok tegas dan kuat itu hah mana?. Dimana sekarang keberanianmu itu pergi, apakah sudah digigit anjing?" ( dasar psikopat )
Tapi, tidak ada angin tidak ada hujan, galen merasakan sesuatu yang aneh saat melihat anna. Ada rasa sesak dan takut yang entah berasal darimana. Lelaki tampan itu merasakan hal demikian setelah melihat ketidakberdayaan anna. Saat itu anna sangat lemah, hal itu dibuktikan bahwa untuk kekamar mandi saja gadis itu tak kuasa menopang tubuhnya. Karena tidak bisa berdiri, gadis itu terpaksa harus merangkak sambil menangis karena kesakitan. Hal itulah yang membuat galen merasa sakit hati, tapi ia tak tahu mengapa bisa begitu.
__ADS_1
faldback sebentar ya ******
Sejujurnya, setelah peristiwa dibar bersama anna. Galen memang sangat marah dan merasa harga dirinya jatuh. Akan tetapi ia tak berniat membalas anna. Karena jujur lelaki tampan itu sedikit tertarik akan kepribadian anna. Galen berpikir ternyata masih ada gadis didunia ini yang tak tergoda dengan status dan rupanya yang cetar membahana. Apalagi setelah kakaknya menginformasikan bahwa anna bukan hotters di bar itu. Sempat membuah galen merasa kagum pada anna.
Tapi ketika tahu bahwa anna adalah putri dari fahri novanto, pembunuh ayah ibunya. Membuat darahnya mendidih dan tatapan matanya menjadi begitu bengis. Ia menjadi begitu benci pada anna dan bersempah akan menghancurkan mereka semua, tanpa terkecuali.
Lanjut**************************************
" Buat apa aku merasa kasihan pada ****** itu?, seharusnya aku senang dong. Dia memang pantas menerimananya bukan?" ucap galen dengan mengerutkan wajahnya.
Setelah beberapa saat galen kembali fokus menatap gerak - gerik anna. Ia melihat anna kembali ke kasur dengan merangkak lagi. Gadis itu pun harus bersusah payah untuk naik kekasur.
Galen dibuat terkejut kembali saat melihat anna menangis setelah melihat surat dan ceknya. " Bukannya semua perempuan itu sangat memuja uang, bahkan takkan ragu melakukan hal kotor untuk mendapatkannya?. Kanapa gadis sialan itu malah menangis?.
Tapi entah kenapa galen merasa dadanya sakit menyaksikan hal itu. Tapi lagi -lagi menepis hal itu, menyakinkan dirinya bahwa inilah yang seharusnya dia lakukan.
bersambung............
mohon dukung author dungs supaya lebih lebih giat lagi ngeupload serta janga. lupa dikomen ya
__ADS_1
maacih dahhh....dan selamat membaca