Kumohon Beri Kesempatan

Kumohon Beri Kesempatan
Aku Gadis Kuat


__ADS_3

Dengan sisa tenaga Anna berusaha menyelesaikan pekerjaan tersebut. Bukan karna takut dengan sang pemilik rumah. Namun ia merasa tak enak hati dengan pelayan lainnya. Ia tak tega kalau mereka dimarahi karena dirinya, juga tubuhnya takkan sanggup kalau dihukum lagi oleh Galen. Jadi mau tak mau suka tak suka harus menurutinya kali ini demi dirinya juga.


Ditempat lain, galen telah berada didalam parkiran. Ia segera masuk ke dalam mobil mercedes benx koleksi terbatas dengan gagap. Tak lupa ia memerintahkan sang supir untuk mengendarai mobil mewah tersebut menuju kekediaman.


Sepanjang perjalanan ada perasaan aneh didadanya. Sejak meninggalkan kediamannya tadi, perasaannya tak dan terpikirkan oleh wajah lemah Anna yang ia tinggalkan dilantai dalam keadaan pingsan. Sekejap ada rasa sakit yang berkecamuk yang membuat dadanya sesak bak ditindih sesuatu yang amat berat.


Saat dikantor pun sama saja, Galen tak mampu memfokuskan dirinya dalam bekerja. Padahal dirinya adalah seseorang yang gila kerja dan seorang yang sangat enggan membuang waktunya untuk hal tersebut. Bahkan orang - orang kantor menjuluki dirinya sebagai dewa kerja, diktator dan sebagainya. Namun anehnya sekarang ini, Galen menunjukkan sikap keengganannya melihat dokumen dimeja kerja. Hal tersebut membuat jefri terperanjat penuh tatapan heran seolah yang dilihatnya bukan galen.


Lelaki jangkung itu merasa heran dan tak habis pikir. Mengapa saat bersama Anna dirinya menjadi sangat aneh?. Mengapa ketika melihat mata hitam mengeluarkan kristal bening serta raut wajahnya yang penuh kesengsaraan. Hatinya bagai tersayat belati yang tajam.


Dirinya bukanlah orang yang pertama kali bersentuhan dengan hal - hal kejam seperti ini. Bahkan sesuatu yang lebih kejam dan menjijikkan telah ia lakukan. Tapi tak ada rasa sakit saperti sekarang ini, malah hanya ada rasa puas dihatinya. Setelah melakukan hal - hal kejam tersebut. Tetapi mengapa kalau Anna semuanya berbeda.

__ADS_1


Galen juga menyadari ada sesuatu yang jangkal mengenai Anna. Lelaki gagah nan rupawan ini sempat dibuat melongo saat melakukan hubungan intim dengannya. Bagaimana mungkin ditubuh seorang nona kaya bisa terdapat banyak bekas luka. Galen tak jabis pikir, kalau pun Anna tak begitu disukai oleh fahri. Bagaimana ia tega membuat tubuh putrinya punya banyak bekas luka begitu. Bahkan harimau pun yang terkenal akan keganasan dan kekejamannya, tidak akan pernah berpikir untuk mencelakai anaknha sendiri. Jangankan ada niatan melukai anaknya, bahkan ia akan melindungi anaknya dengan baik. Bahkan akan melenyapkan siapapun yang tangannya berani cawe- cawe terhadap anaknya.


" Ahhhkkk aku sudah gila ya...buat apa aku repot - repot memikirkan ayah dan anak itu. Kan bagus kalau mereka saling menyakiti. Itu kan buat aku makin senang dan makin semangat memghancurkan keluarga hina itu.Dengan begini pula aku makin leluasa untuk menjatuhkan mereka kedalam jurang tak berdasar. bagus Galen..bagus, memang inilaj yang seharusnya kamu lakukan. Ngak usah pikirkan masalah gadis ****** itu lagi. Fokus saja dengan tujuanmu sekarang." Celotehnya dalam hati dibarengi raut wajahnya yang berubah - ubah.


Sementara sang sopir yang mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. pria berkulit hitam, cabit yang telah berumur 33 tahun itu amat terkejut. Sang sopir itu bernama muklis, saat melihat perubahan mimik wajah tuannya dari kaca spion dalam mobil. Dia amat terkejut menyaksikan perubahan wajah yang begitu cepat. Bahkan lebih cepat daripada membalikkan telapak tangan. Ia menatap tuannya dengan ekpresi murung diawal. Pak muklis mengira bahwa itu adalah efek dari beban pekerjaan tuannya. Muklis sangat paham bagimana beratnya beban yang ditanggung seorang CEO perusahaan raksasa. Pasti kerjaan sangat banyak dan amat menguras tenaga dan pikiran. Oleh karenanya pak muklis biasa- biasa saja dengan hal itu. Karena melihat hal itu, sang sopir merasa kasihan dan hendak menyarankan tuannya tidur sejenak agar lebih segar. Namun semuanya itu sirna, pak muklis tidak jadi mengatakan hal tersebut kepada bosnya. sebab disaat ia ingin berbicara, ia menyaksikan ekpresi bosnya yang berganti sangat cepat. Dari marah , sedih senang, bangga dan lainnya. Galen melakukannya dengan sangat cepat, membuat pak muklis menatap aneh bosnya, juga ada rasa takut diwajah pak muklis.


Di tempat lain, Anna masih sibuk mengotak- atik peralatan dapur...." pang pang pang.....tekkk tekkk tekkkk....slur...slurrr ...blebep blebep ". Begitulah kira - kira suaranga.


Semua hidangan tertata cantik, menawan, juga mengundang selera tentunya. Begitulah Anna, hal apa saja yang ia kerjakan, akan dilakukannya dengan baik. Tentunya hasilnya pun tak perlu diragukan lagi.


Bibi devi datang kedapur begitu tergesa - gesa . Wanita lemah lembut itu khawatir dan gelisah setelah mendengar kabar dari bibi Eni. Tak habis pikir ketika tuannya memerintahkan Anna bekerja disaat badan Anna yang masih lemah. Dimana rasa kemanusian tuannya pergi, ia begitu sedih dengan kelakuan tuannya yang makin menyimpang. Bagaimana tuannya bisa setega itu, padahal Anna masih demam tadi. Tetapi sekarang ia harus bekerja disaat itu juga, bukankah ini sama saja dengan menyuruh Anna mati. Bibi devi sangat sedih dan juga begitu merindukan sifat lemah lembut tuannya yang dulu.

__ADS_1


Tak lama ia sudah berada didapur, ia melihat Anna yang masih sibuk menata hidangan. Anna menatap bibi Devi berdiri mematung dan segera menyapa wanita tua itu sambil tersenyun manis.


" Ada perlu apa ya bi?, apa ada sesuatu yang ingin bibi sampaikan padaku?" tanya Anna dengan ramah tamah.


Bibi Devi marasa hangat dan sedih pada saat yang bersamaan. Ia merasa senang dan kagum akan sifat Anna yang begitu ramah. Namun juga sedih karena wajah pucat itu masih bisa mengembangkan senyum dibibirnya. Walau telah mengalami hal - hal menyedihkan selama 2 hari ini.


" Kenapa bi, bibi sakit ya?, ngak enak badan?". Ucap Anna khawatir ketika ia lihat wajah bibi Debi begitu muram.


Bibi Devi segera tersadar dari lamunanya. Sambil tersenyum ia berkata" apakah pekerjaanmu sudah selesai belum?, perlu bantuan bibi tidak?" jawab bibi Devi dengan ramah seperti biasa.


" Terimakasih ya bibi udah perhatian sama aku, padahal aku orang baru disini. Namun bibi sudah beberapa kali menolong aku, terimakasih bi, terimakasih banyak!. Ucap Anna penuh rasa haru dan nyaris membuatnya menangis.

__ADS_1


" Bibi tak perlu terlalu khawatir padaku, aku anak perempuan yang tangguh. Hal begini saja, takkan mampu membuatku jatuh. Aku bukan gadis yang lemah, aku akan terus bertahan dan tak akan pernah tunduk pada tuan rumah ini. Aku percaya suatu saat nanti, diriku akan lepas dari semua ini. Tuhan itu maha adil, ia takkan membiarkanku selamanya tertindas seperti ini" timpalnya pada bibi Anna yang masih mengulas senyum dibibirnya.


__ADS_2