Kumohon Beri Kesempatan

Kumohon Beri Kesempatan
Tega


__ADS_3

Anna benar - benar lemah saat ini. Pandangannya menjadi buram, " aduhhh kepalaku kok sakit begini sih?. Pintunya kenapa jadi dua gitu, kan tadi satu?" ocehnya dalam hati.


Kepalanya betul - betul sakit, segala sesuatu yang ia pandang buram. Di kepala seakan - akan ada burung yang terbang mengelilinginha.


" Brukkkkk" akhir gadis jelita itu terkapar dilantai.


Sementara diluar********************


Dibalik pintu ternyata masih ada sosok lelaki tegap berparas rupawan. Ia masih kesal mengingat perkataan Anna. Galen tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.


Sejak dulu para wanita yang terus mengejar dirinya. Mau melakukan apapun dan cara apapun supaya diperhatikan Galen. Bahkan wanita yang ingin melahirkan anaknya sangat buanyak. Kalau para wanita yang menyukainya, jika dikumpulkan di stadion gelora bung karno tidak akan cukup.


"Hehh apa - apaan dia?, apa maksudnya mengabaikanku begitu. Harusnya kan aku yang seharusnya berlaku demikian?" Dirinya sangat kesal mengingat kejadian tersebut.


" Tapi aku kok kesalnya mendengar ucapannya?. Mengapa aku jadi marah ketika dia bilang tak sudi memiliki anak bersamaku?. Harusnya kan bagus, berarti dia tahu diri, tahu akan statusnya sebagai maianku. Tapi kenapa aku malah kesal ya, mengapa setiap dia menangis dan meringis kesakitan, hatiku seakan digigit anjing. Mengapa....


" Brukkkkkk"


Belum sempat mengutarakan keluh kesahnya. Galen mendengar suatu benda yang jatuh.


" Beuhhh suara apa itu, jangan - jangan perempuan itu berbuat hal aneh lagi".gumamnya dalam hati

__ADS_1


" krekk...krakkk krukkk" Galen membuka pintu tergesa- gesa. Namun yang ditemuinya adalah tubuh Anna tergeletak dilantai.


Melihat Anna yang terbaring dilantai tidak membuatnya segera menolongnya. Galen beranggapan bahwa hal itu adalah trik - trik perempuan itu untuk mencari perhatiannya.


"Heh wanita cepat bangun!, tak usah pura - pura gitu. Aku ngak akan tertipu olehmu. Kamu kira kalau aku akan melunak?, jangan harap". Celotehnya dengan suara meninggi sambil menggerak- gerakkan tubuh Anna menggunakan kaki kanannya.( dasar )


Kesal tak mendapat respon gadis tersebut. Galen pun dengan berat hati berjongkok membelikkan tubuh Anna.


Betapa terkejutnya dia melihat kondisi Anna saat ini. Wajahnya kini memucat, bibirnya begitu kering. Ketika Galen menyentuh dahi Anna, ia begitu takut dalam hatinya.


Entah kenapa lelaki yang selalu memasang wajah dingin itu. Kini tatapan matanya sangat berbeda. Galen merasa jantungnya ditembak ribuan anak panah. Raut wajahnya mengerut, tiba - tiba sekelebat ingatan masa lalunya datang. Ingatan tentang seorang anak perempuan yang pernah menolongnya. Tapi dalam ingatannya wajah perempuan itu buram. Ia berjuang keras, mengerahkan semua sel - sel otaknya untuk mencari tahu siapa gadis itu.


Tak lama Anna tiba- tiba mengigau, membuat Galen menghentikan kegiatannya.


Galen hanya terpaku menyaksikan hal tubuh mungil yang bergetar hebat dihadapannya.


Kemudian gadis malang itu berkata " Ma....mama, kenapa mama ninggalin Anna sendirian disini?. Kenapa ngak ajak Anna sekalian?, nina gak mau tinggal sama papa. Papa ngak sayang sama Anna, papa jadi suka pukulin Anna, marahin Anna. Anna sering ngak dikasih makan, bahkan sampai dikurung digudang. Hikss hikks padahal Annangak berbuat salah, Anna ngak nakal kok. Tapi kenapa papa selalu kasarin Anna?.Bahkan papa tega - teganya memperlakukan aku seperti barang yang bisa diperjual belikan. igaunya dalam tidur, air matanya pun menetes dari pelupuk mata mengilustrasikan kepedihan hidupnya.


" Ma ...mama bawa aku kumohon bawa aku bersamamu. Aku ngak sanggup lagi hidup seperti ini." Air mata nina mengakir makin deras sesaat mengucapkan kalimat menusuk hati.


Galen menatap lekat- lekat gadis dihadapannya ini. Dalam hati ia merasa sakit mendengar kalimat setajan silet tersebut. Namun ia kembali dengan tatapan tak pedulinya.

__ADS_1


" Buat apa aku kasihan sama anak dari orang yang membunuh ayah ibuku?. Untuk apa juga aku ambil pusing. Mau gadis itu sakit kek, muntah darah kek, mati pun apa peduliku?. Biarkan saja dia berbaring di lantai, hehh. Ucapnya sambil berdiri meninggalkan Anna sendirian yang kini tengah berbaring dilantai.


Galen melangkah keluar tanpa ada rasa bersalah. Bahkan ia menyuruh salah seorang pembantu dirumahnya. Jika nanti Anna keluar dari kamar untuk menyuruh anna untuk ikut melakukan pekerjaan rumah. Lelaki otot besi itu juga menyampaikan titah bahwa hidangan nanti malam harus dimasak oleh Anna.


Memang begitulah Galen kalau sudah mendendam. Ia akan berlaku sangat keji dan bengis, tak ada yang namanya belas kasih. Bahkan ia pernah meleyapkan seseorang tanpa mengedipkan matanya. Sungguh perih dan malang takdir hidup Anna.Serta menyuruhnya untuk memperlakukan Anna sebagai sesama ART saja.


Setelah menyampaikan titahnya, pria angkuh nan arogan itu berangkat keperusahaannya.


Beruntungnya bibi devi masuk kekamar tuannya, dengan maksud hati memberikan pakaian ganti kedapa Anna. Sebab waktu ia kekamar tuannya, akan tetapi matanya terbelalak melihat Anna terkulai lemas tak berdaya dilantai.


Bibi devi panik seketika, ia bergegas keluar memanggil bantuan. Karena wanita tua itu takkan sanggup membawa Anna ke kasur.


Singkatnya Anna sudah dibaringkan di atas kasur dan diselimut. Tak lupa wanita paruh baya tersebut mengganti baju Anna dengan pakaian yang dibawanya.Menyadari bahwa anna tengah demam, bibi devi bergegas mengambil air dingin dan kain untuk mengompres Anna.


Setelah beberapa waktu demam Anna mulai menurun. Melihat hal itu bibi Devi merasa lega. Karena dirasa tak apa- apa wanita tua itu pun keluar dari kamar.


"tik..tikk tiik " jam sudah menjunjukma pukul 3 sore ketika Anna kembali sadar dari pingsannya. Mukanya menampakkan ekpresi terkejut mendapati pakaiannya yang t,lah berubah.


Anna beranjak dari peraduan, ia hendak keluar dari kamar dan bermaksud air minum. Tenggorokannya sangat kering, saking keringnya hingga membuat bibirnya pucat.


Anna meraih gagang pintu berlapis emas murni tersebut. Dalam hati paling dalam dan heran seberapa banyak uang yang dimiliki pemilik rumah ini. Dari yang ia lihat beberapa waktu yang lalu, saat pertama kali menginjakkan kaki dikediaman ini. Anna sudah dibuat geleng - geleng kepala dibuatnya.Lihat saja dari luas bangunan dan bahan yang digunakan saja begitu fantastis, apalagi luas halamannya dan segala pernak - pernik mahal yang menghiasinya. Pastinya dana yang dihabiskan untuk membuat rumah sangat besar. Tak berlebihan kalau dana pembangunannya setara dengan harga 3 pesawat garuda pun belum cukup untuk membangun rumah semegah dan semewah ini.

__ADS_1


Akan tetapi disela keterkagumannya juga terselip rasa kecewa disaat yang bersamaan.


Gadis cantik itu menghela nafas panjang, kemudian berkata, " buat apa semua kemegahan dan kemewahan ini?. Jika dihuni oleh lelaki seperti Galen Atmadja, sama saja dengan menghuni neraka". celotehnya dalam hati sambil menarik nafas panjang.


__ADS_2