
"Srekk srekk srekk" begitu suaranya saat pagar mewah dibuka. Terlihat dua orang scurity tersenyum ramah untuk mempersilahkan kami memasuki kediaman Tuan GA. " Silahkan masuk tuan!" katanya sambil membungkukkan kepala.
Mobil pun mulai melaju meninggalkan kedua penjaga gerbang itu, saat beberapa meter mobil melaju. Anna seketika diam seribu bahasa, ia tak percaya dengan apa yang dia lihat. Rumah tuan GA ini sangat amat mewah sekali. Bagaimana tidak? kediaman itu terlihat begitu menakjubkan. Bangunan rumah bergaya eropa itu sangat indah seperti istana persis sama bak istana kediaman seorang raja. Seperti halnya kediaman seorang raja, kediaman ini memiliki kualifikasi untuk itu. Bahkan tak berlebihan kalau dikatakan kediaman ini bisa bersaing dengan istana penguasa inggris, yaitu Ratu Elisabeth ll. Tidak sampai disitu ketakjuban anna berakhir, disisi kanan dan kiri bangunan itu terdapat dua kolam air mancur. Yang membuat anna tak bisa memalingkan matanya adalah ukurannya amat fanyastis. Sebab kolam air mancur itu diameternya sekitar 8 meter dengan ketingian 3 meter serta dengan 3 tingkatan. Hal yang menarik perhatian anna adalah kolam itu sepertinya dilapisi dengan emas, sebab objek itu berkilau layaknya emas.Tak sampai disana rasa takjub anna berakhir, biji matanya pun terfokus pada pekarangan disekitar kediaman tugas GA. Karena lingkungan rumah dipenuhi oleh berbagai jenis pohon dan bunga - bunga yang sangat cantik. Menambah kesan kediaman ini layaknya seperti istana dicerita-cerita dongeng. Tak hanya itu, kediaman super duper mewah ini pun memiliki sebuah danau kecil buatan yang dijadikan sebagai tempat tinggal ikan hias.
" wah indah sekali kediaman Tuan GA ini, ya ! seumur hidupku baru kali ini aku melihat rumah sebagus dan semewah ini. Kalau dibandingkan dengan rumahnya ......jauh banget seperti bumi dan langit. Pasti Tuan Galen Atmadja situa ****** ini keluar uang selangit untuk membangun rumah seindah ini ( kau salah paham ya neng, calon suamimu itu bukan kakek tua busuk ya) ujarnya dalam hati.
Anna pun masih saja melamun memandangi dan mengagumi keindahan dan kemegahan kediaman calon suaminya. Hingga tiba - tiba kedua pengawal kembali menggenggam tangan anna dan berkata...." apa yang sedang kamu lamunkan, sampai ekpresimu aneh begitu? tegurnya dengan suara yang sedikit menekan. Lalu...." sudahlah berhenti menghayal kamu gadis cebol, cepat jalan " lanjutnya sambil menggenggam tangan anak dan menariknya untuk masuk kedalam rumah.
" cebol ...aku dibilang cebol?, jahat sekali mulut om - om botak ini, sudahlah hitam botak lagi. Heh dengar ya om - om jelek,bapak kau itu yang cebol, semua orang dikeluargamu yang cebol!" kutuk anna dalam hati yang tak terima dirinya dikatain gadis cebol.
Situa ****** yang dikira anna adalah calon suaminya mulai melangkah masuk kedalam rumah diikiti oleh anna bersama pengawal.
Anna lagi -lagi dibuat terkejut seolah matanya telah mendustainya. Ia menggeleng -geleng kepalanya seakan tak percaya dengan pengelihatannya. " Wah benar - bener kaya gila ini mah situa ****** itu/ Galen. Bagian luar kediaman ini saja sudah sangat luar biasa, apalagi yang bagian dalam? Gumamnya dengan mata yang masih membelalak melihat isi rumah itu.
__ADS_1
"Bagian dalam rumah Tuan Galen Atmadja memang luar biasa mewah. Bagaimana mungkin orang tak terkejut melihat ini semua? lihatlah alat penerangan rumah ini pun sangat mewah, aku bahkan berani bertaruh bahwa harganya cukup untuk beli toyota alvard, mungkin masih kurang beberapa puluh juta lagi " ujar anna dalam hati.Perabotan rumah pun sangat mewah, lantainya pun terbuat dari marmer mahal, selain itu terdapar pot antik diberbagi sudur. Hal yang membuat Anna benar- benar tercengang adalah kenyataan bahwa dibagian dalam rumah dilapisi dengan emas.
" Wah kalau gini sih, pasti situa bau tanah itu uangnya kagak berseri lagi kali ya " ucapnya dengan suara pelan. Melihat semuanya ini, membuat anna semakin bingung hingga timbul pertanyaan didalam benaknya," kalau situa ****** ini begitu tajir begini, kanapa ia harus dia yang dipilih si ****** itu. Aku yakin gadis -gadis pemuja uang pasti akan menyerahkan dirinya kepada tua ****** itu. Bangkan jika ia mau dia bisa mendapatkan yang jauh lebih cantik dari dirinya" ucapnya dalam hati dengan ekpresi kebingungan.
Tak butuh waktu lama , Anna kini berada didepan sebuah kamar. Anna yakin bahwa itulah kamar Galen Atmadja situa ****** bau tanah yang akan jadi suaminya. Seperti bagian yang lain, pintu kamar itupun dilapisi oleh emas , bahkan gagang pintunya saja berlapis batu delima.
Pintu pun dibuka, lalu secara tak terduga " bruk " Anna didorong oleh salah seorang pengawal hingga anna terjatuh dan hampir mencium lantai. Tanpa rasa bersalah pengawal botak itu berkata " tinggal disini baik - baik , paham kamu?" katanya dengan wajah seram bagai pak hunk sihijau besar dan menakutkan di serial star wars.
Tanpa menunggu anna menjawab, mereka pergi keluar dan menutup pintu meninggalkan anna.
Entah kenapa anna semakin menunduk sedih, dalam benaknya ia berkata" apakah aku akan berakhir sebagai istri seorang pria yang bahkan lebih cocok kupanggil kakek?. Kenapa ayahku begitu tega menjualku kepada seorang pria bau tanah, apakah aku ini bukan anaknya?. Ya tuhan ...mengapa kemalangan selalu kau berikan kepadaku?, kenapa aku tak pernah merasa bahagia satu kali pun dalam hidupku?. ucapnya sambil menangis hebat hingga tubuhnya gemetar begitu kuatnya.
Ditengah tangis anna , ia mendengar suara tua ****** yang sedang melakukan panggilan telepon dengan seseorang. Hal itu sebenarnya tak terlalu diperdulikan anna , akan tetapi yang membuatnya tercegang yaitu...
" Ya tuan Galen, saya telah melaksanakan perintah anda. Anak perempuan fahri itu sudah sampai ke kediaman tuan muda Galen." ucapnya dengan nada yang sopan, seperti bahawan yang melakukan komunikasi kepada bosnya.
__ADS_1
" Baiklah tuan muda Galen, saya akan mengawasinya untuk andan. Tenang saja tuan, semua aman dan terkendali" timpalnya lagi.
" tutt tutt tutt" suara yang menandakan bahwa panggilan telepon telah berakhir.
Anna tiba - tiba tersentak, ia sangat terkejut hingga jantungnya seakan mau melompat keluar dari tubuhnya. Anna benar -benar tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.
" Si tua ****** itu bilang tuan Galen, Galen atmadja?. kalau yang ditelepon si tua ****** busuk itu adalah tuan Galen, trus kakek bau liang lahat itu siapa dong?" ucapnya di dalam hati dengan ekpresi begong mematung seperti habis didatangi mbak kunti ( becanda).
Sebenarnya waktu situa ****** itu melalukan panggilan telepon, Anna samar-samar mengdengar kakek- kakek itu memanggil orang yang ditelponya dengan sebutan tuan muda Galen. Mendengar hal itu, anna pun secara perlahan mendekat dan menempelkan kupingnya kepintu. Betapa terkejutnya anak, jantungnya berdetak dengan cepat seperti habis lari maraton. Anna mendengar dengan sangat jelas, bahwa kakek tua itu memanggil orang itu dengan sebutan tuan galen.
wah ...wah ..wah kira - kira siapa ya suami Anna yang sebenarnya. Jika kamu...kamu ...ya kamu pembaca tersayang penasaran dan ingin tahu.
yuk yak yuk ....dukung aku yuk, agar aku makin semangat nulisnya .
dukung aku dengan cara klik suka dan komen yang banyak. terimakasih semuanya ...sampai jumpa lagi ....muahh 😙😙😘😘😘💕💕💖💖
__ADS_1
dadah...tata titi tutu....salam manis dari aku untuk kalian semua