
hay halo sobat ku....masih setia kan nungguin up novel ini.
Ayo dong suport novel ni biar author lebih semangat nulisnya . Makasih by
yok yuk yak, kembali ke lap top ***********
Anna masih diam mematung melihat temannya yang beranjak pergi meninggalkannya. Perasaan Anna campur aduk saat ini. Ya makluk sih ...orang baru pertama kali dia mengunjungi tempat begini pasti was - was lah. apalagi tatapan segerombolan iblis berbatang( maksudnya cowok ya ) sedang memerhatikan Anna sejak Anna melangkahkan kakinya ketempat maksiat ini. Mereka melihat Anna dengan sorot mata dan ekpresi pengen ditabok . Bagaimana tidak, Anna merasa risih dengan tatapan para pria disana. Ada yang matanya melotot hingga mau copot, ada yang menatapnya sambil menelah saliva, pokoknya masih banyak lagi deh. Keadaan Anna disana diibaratkan seperti seekor kambing yang masuk ke sarang harimau. Meraung keras dan menampilkan postur yang tepat agar bisa menerkam mangsanya.
" Adek kecil yang manis, kamu pekerja baru ya disini? kata seorang pria berubah. Perkiraan anna dia sudah hampir setengah abad. Rambutnya sudah ubanan, wajah sudah keriput, dan juga kuliynya hitam. Tapi pakaian yang ia kenakan seperti pakaian lelaki abg, memakai beberapa aksesoris berbahan emas ditubuhnya, juga kacamata hitam. Pertama kali melihat pria ini anna membayangkan b*b* gendut yang yang sedang berbicara. Anna bergumam dalam hari" ini om -om busuk kagak ada cermin ya dirumah? pede banget berpenampilan gitu. sadar om ngak pantes om, ingat umur...malu!" .
Tak menunggu anna menjawab pria gentong nasi itu lanjut berbicara " mau ngak temenin ma mas malem ini? ( sadar lu da mau peot juga)dijamin deh kamu tak ma mas kasih tip yang buanyak dan kamu pasti puas sama tenaga mas! sambil tersenyum nakal.
Anna tersentak bukan main mendengar hal itu " mas ...mas pala kakek buyutmu, da bau tanah gini juga. Tahu diri dikitlah om, udah hitam, jelek lagi" . gumam anna dalam hati dengan kesal.
Sebenarnya Anna merasa takut melihat dan mendengar kata - kata pria tua itu. Tetapi Anna memberanikan dirinya untuk membantah, karena dirinya tak kan sudi dianggap orang sebagai wanita murahan.
Anna memantap hati dan pikirannya lalu berkata pada pria yang kini sudah duduk genit disampingnya..." mohon maaf sebelumnya ya pak, maaf beribu maaf." Anna memulainya dengan bahasa yang sopan, terus.." saya bukan pekerja disini dan saya juga bukan gadis panggilan ya pak. Saya gadis baik - baik, saya datang kesini untuk menemui teman saya yang kebetulan bekerja sebagai OG disini." Anna menjelaskannya dengan lembut dan berusaha untuk tidak menyinggung pria tua itu. Karena memang begitulah sifat anna yang sesungguhnya. Anna adalah gadis yang bijaksana, lemah lembut dan baik hati. Anna lalu menutupnya dengan mengatakan " jadi saya mohon pada bapak untuk tidak melontarkan kalimat seperti itu kepada saya. Silahkan cari saja yang lain untuk menemani bapak, sekali lagi saya mohon maaf!. ucapnya masih dengan nada lembut namun juga ada rasa hormat disana.
__ADS_1
Awalnya pria itu merasa kesal dan auranya terasa hitam pekat. Namun dengan penjelasan yang lembut dan terselip rasa hormat anna kepadanya. Pria itu langsung terharu lalu dengan sopan berkata pada anna " ohh begitu ya...yasudahlah. Tapi ya kamu gadis cilik, tempat begini ngak cocok buatmu. Lain kali jangan datang kesini ya , disini tempatnya para dedemit berot++g disini, paham!( berarti kamu juga dedemit berotong dong om?).By by gadis cilik yang imut muahhh " ucapnya sambil tersenyum lebar.
" Seamat selamat untuk saja dia masih ada hati nurani. Terimakasih banyak ya tuhan " gumamnya dalam hati dengan rasa syukur karena lepas dari bahaya.
" aduh lama sekali sintia ya?, masa sih pamit pulang sama bos pun lama begini. Sin...cepetan dong, gua uxah ngak tahan berada ditempat busuk ini !" celetuknya dalam hati.
Untuk menghilangkan rasa takut dan gelisahnya Anna melirik - lirik manja kesetiap sudut ruangan. Namun hal itu malah membuatnya merasa jijik juga takut serta makin gemetaran. Pemandangan yang dilihatnya sungguh menodai mata perawannya yang telah ia jaga dari hal - hal kotor itu. Anna memang menjauhkan hal semacam itu dari dirinya. Karena anna tak ada waktu untuk itu sebab ia sibuk belajar.
Waktu itu anna melirik sebentar kearah bartender. Disana terdapat beberapa orang yang menunggu pesananya diracik oleh sang bartender. Awalnya tidak ada yang meresahkan, hingga mata Anna terkunci pada seorang pasangan yang bibir mereka saling bertarung dengan sengit. Tak sampai disana, anna melihat dengan jelas menggunakan kedua bola matanya. Sang pria dengan santainya menjamah bukit kembar dan meremas bokong wanitanya( maksudnya wanita penghibur di bar ). Sedangkan wanita yang mengetahui hal itu menggenggam tangan satunya dan menempelkan tangan itu didadanya. Si wanita juga meremas dada bidang sang pria lalu menyentuh senjata pamungkas si pria. Bukannya menghempas tangan wanita tersebut, pria itu malah antenh - anteng saja. Bahkan pria jangkung itu malah tersenyum puas. " Dasar manusia- manusia ngak tahu malu" omel Anna dalam hati, memandang jijjk!.
Anna langsung memalingkan wajahnya dengan cepat sambil menutup matanya. Anna bergidik ngeri menatap peristiwa yang baru saja ia saksikan itu. Bagaimana mungkin ada modelan manusia seperti itu, yang tak tahu malu.
Anna kembali menutup matanya dan berbalik kesisi lain sambil bergumam" sin buruan dong kesini, gua ngak tahan lagi!" dengan suara yang terbata- bata serta nafasnya tak beraturan.
Anna sudah tak kerasan lagi berada ditempat sarang setan ini. Rasa anna ingin berteriak" siapapun selamatkanlah aku dari tempat busuk ini!" ( siapa suruh kamu mau kesana) .0
Tak tahu kenapa tatapan anna terkunci kepada sosok pria tinggi gagah dan tampan. Ia sedang minum - minuman setan disana. Anna sejenak terpana pada paras pria itu. Alisnya lentik, bibir tipis berwarna merah, hidungnya mancung, kulit putih bersih, dan jakunnya yang naik turun hampir membuat air liurnya menetes keluar. " luar biasa sekali ciptaanmu ini ya allah" katanya dalam hati.
__ADS_1
Lagi - lagi tatapan kagum berubah seketika menjadi tatapan jijik sama sosok lelaki itu. Ketika ia minum, tiba - tiba datang dua wanita dengan gaun yang mengundang dosa duduk disamping kanan -kirinya. Ekpresi mereka sangat genit, bahkan baru saja mereka meletakkan bokong mereka diatas sofa tangannya sudah gatal. Kedua wanita itu tersenyum genit sambil mengusap paham pria itu. Lelaki itu pun tak menolak, malahan dia tersenyum nakal lalu......
" cup...cup" lekaki ganteng itu ******* bibir wanita - wanita itu dan tangannya memegang dan meremas dada wanita itu penuh nafsu. Wanita - wanita disampingnya pun malah membalasnya dengan menjamah dan mengusap - usap batang kejantanan sang pria. Milik pria itu diusapnya hingga kejantanan pria itu membesar.
Anna dibuat mematung melihat aksi ketiganya disana. Tapi tak disangka - sangka si pria sadar bahwa dirinya ditatap oleh anna. Sang lelaki membalasnya dengan senyuman nakal dan melemparkan ciuman untuk Anna.
Anna tiba - tiba tersadar dari lamunannya dan refleks segera memalingkan wajahnya dari pria bajingan itu. Galen tak senang, dalam hati mana mungkin ada wanita yang menolak pesonanya didunia ini, malah wanitalah yang berusaha mengejar dia ( sombong amat ). Ia tak terima, lalu menghempaskan kedua wanita tadi kemudian bangkit dari sana menuju ke anna. Lelaki itu berjalan dengan langkah berat ditemani si adek kecil yang masih bangun.
Si pria (galen) mencubit dagu Anna supaya anna dapat melihat dengan seksama kegantenganya yang tiada tanding. Tanpa sepatah kata pun dari sang lelaki ....." cup", ia menyatukan bibir miliknya dengan milik anna. Lalu dengan raut wajak senang tanpa dosa berkata " hai wanita ....kita pesan kamar yuk".
Anna seketika marah dan " plak " terdengar suara tamparan kuat menyapa pipi pria tampan itu. Kemudian Anna berkata" dasar cowok bajingan, brengsek kurang ajar. Beraninya kau menciumku seenak jidatmu hah?, pergi dari hadapanku bajingan busuk!".
" pergi kamu ...pergi!" teriak anna berbalutkan wajah marah dan kesal sampai tubuhnya gemetar.
Bersambung********/
Sampai sini dulu ya ......jangan lupa suport lo ya
__ADS_1
dengan cara like dan komen. sampai jumpa besok ya
tata titi tutu