Kumohon Beri Kesempatan

Kumohon Beri Kesempatan
Bibir Anna Telah Ternoda


__ADS_3

Anna sangat amat syok berat, tak berani percaya dengan apa yang baru saja dia alami. Bibir yang selamat ini dia jaga untuk calon pasangannya. Kini telah direbut paksa oleh pria yang tak ia kenal. " Bagaimana aku harus menghadapi suamiku kelak?, ahhhh tidakkkkkk. Semua ini gara- gara manusia laknat itu!" gumamnya dalam pelan dalam hatinya sangat kacau dan amat marah seperti gunung yang bersiap untuk memuntahkan lavanya.


Sementara itu tatapan wanita- wanita penghibur yang bersama pria rupawan tadi menatap anna dengan ekpresi marah seperti ingin memgatakan" dasar gadis jelek sialan, sok jual mahal sih dia. Hehh sudah cukup beruntung kamu bisa menarik perhatian pria setampan itu. Dasar tidak tahu diri!" raut wajah mereka benar tak sedap untuk dipandang berlama- lama.


Namun banyak juga dari mereka yang menonton kejadian itu melirik anna aneh. Ada yang menatap kasihan, ada yang meremehkan anna, dan marah yang amat sangat seperti anna telah merusak benda kesayangan mereka.


Anna tiba - tiba mencuri pandang pada pria perkasa yang baru saja ia beri cap tangan dipipi mulusnya. Ya ada bekas tangan mungil anna disana yang kini sudah memerah. Anna menatap muka pria itu, sorot matanya sangat memgerikan bak seekor singa yang hendak memaangsa buruannya.


Seketika jiwa pemberani tadi hilang bak ditelan bumi. Tubuh anna sekejap gemetar karena ketakutan dan sesekali bergumam dengan suara kecil " ayolah sintia cepat datang, kalau tidak nyawaku mau melayang ini" masih terbata - bata.


Lalu bagaimana sebenarna perasaan pria tadi setelah mendapatkan cap tangan anna?.


Galen Atmadja, pria paling tersohor dinegera IN ini masih diam membatu seribu bahasa. Lelaki kekar idaman kaum hawa itu sejenak berpikir tentang insiden barusan...." apa apa wanita kecil ini baru menamparku barusan?, benarkah dia menamparku?. Apa mungkin ia tak terpesona dengan tubuh dan wajahku yang aduhai ini?, ngak ngak tidak mungkin. Pasti ada yang salah, wanita mana yang tak tergoda padaku. sekali mengedipkan mata saja sudah membuat mereka meleleh dibuat pesonaku ( wahh wahhh wahhh....pede tingkat dewa ini..jangan pede kali lah, nanti jatuh sakit). Apa matanya rabun parah ya, atau benar benar buta?. Katanya dalam hati dengan ekpresi yang amat penasaran. lalu lekaki itu tersenyum nakal penuh maksud dan bergumam pelan " apa ia terlalu senang ya aku memciumnya , hingga tak sengaja menamparku saking senangnya dicium olehku?( Seneng gigikmu....ngotaklah mau untuk cuma dikasi tamparan ) . Ya ya pasti begitu, tidak ada satu makhluk pun yang bisa lolos dari pesonaku yang cetar membahana ini ( da kayak syahrini aje ).


Baiklah karna kamu begitu senang kucium maka, ..." cup cup cup" bibir galen menyambar bibir anna dengan liar dan bernafsu. Awalnya sempat menolak ciuman lelaki gagah itu dengan memukul dada bidang si pria dengan sekuat tenaga. Tapi apalah daya anna, tenaganya tak bisa menyimbangi kekuatan lelaki mesum itu. Bahkan ciumannya makin intens sehingga membuat nafas anna hampir habis.

__ADS_1


Selelah beberapa saat bibir keduanya bertarung sengit, galen mendekatkan mulutnya ketelinga anna, lalu berbisik lembut berkata " sayang .....kamu suka aku kan ? yuk kita buka kamar yuk !. Dijamin deh 1000 % aku akan buat kamu puas. Entah kenapa telinga jadi merah serta wajahnya pun tersipu malu seperti seorang gadis yang baru mendapat pernyataan cinta dari sang kekasih. Jujur saja, walau diawal anna sempat menolak dan memberontak waktu dicium oleh galen. Nyatanya lama - kelamaan anna merasa nyaman bahkan menikmati ******* galen.


Namun anna kembali menyadarkan dirinya bahwa hal ini tidak seharusnya terjadi. Ia sudah bertekat sejak lama, satu satunya pria yang boleh melakukan ini adalah pasangan hidupnya nanti. Bukan untuk dinikmati oleh lelaki hidung buaya yang suka mempermaikan wanita seperti ini. aku sungguh tidak rela....dengan segenap kekuatan yang ia miliki, anna mendorong pria itu. Kemudian..." plak plak plak" , anna sangat emosi dan melayangkan beberapa tamparan diwajah tampan itu.


Anna tak kuasa lagi menahan kekesalan dan kemarahannya kepada lelaki gagah perkasa itu. Anna dengan meninggikan suaranya berkata" beraninya kau menciumku seenak jidatmu....kau pikir kau siapa hah dasar lelaki brengsek sialan. Apa kau pikir berwajah rupawan begitu sangat hebat sampai - sampai kau bisa berbuat sesuai kemauanmu...pergi mati saja kau bajingan busuk! ucapnya sambil berteriak mengalahkan alunan musik yang sedang dimainkan saat itu. Membuat semua orang yang ada disana memandang kearah mereka berdua.


Gelen masih terkejut, dan menyentuh bekas tamparan gadis kecil itu. Ia merabah pipinya " his..hiss, sakit sekali ". gumamnya dalam hati. Sekarang ia sadar bahwa tamparan pertama tadi itu bukan tak disengaja, tapi memang sengaja. " Kalau tak disengaja mana mungkin tamparannya sesakit ini?" timpalnya dalam hati.


Galen mengenang sejenak ciuman tadi, sesungguhnya ia tak berniat mencium gadis itu dengan begitu liar dan bernafsu. Tapi entah kenapa ia tak senang dengan penolakan gadia kecil yang kini tengah menatapnya penuh amarah. Ia tak ingin anna menolaknya, jadi mencium anna semakin ganas dan galen merasa bahwa bibir anna sangat manis membuat ia ketagihan. Ia sempat berpikir apa mungkin ia tertarik pada anna?. Namun tentu saja galen membantahnya, karena baginya perempuan itu bagikan sebuah benda yang bisa dipermaikan sesuka hati.


Atas dasar apa kau menilaiku begitu. Ya memang kuakui aku sempat melirikmu sesaat tadi. Terus kenapa memangnya, bukankah itu hal yang lumrah bagi setiap orang melirik lawan jenis yang tampak menarik baginya kan?. Luar binasa sekali pemahamanmu itu!. Perlu kau tahu ya bajingan, aku bukan seperti penghibur disampingmu tadi yang dengan mudahnya memberikan tubuhnya untuk kau nikmati. Jangan karna kau bertemu dengan modelan begitu maka kau bisa pukul rata semuanya. Lagian ngaca dulu kamu sebelum berbicara begitu padaku, memangnya kau sesuci apa hah?" kata anna dengan keras menatap benci pada lelaki dihadapannya.


Galen terkejut bukan main, ini merupakan kali pertamanya dimarahi oleh seseorang sampai begini. Pada selama ini tak ada yang punya nyali untuk melakukan hal ini padanya. Hal ini membuat galen malu juga marah. Auranya makin menggelap membuat dia wanita uang menemaninya tadi takut bukan main. Galen benar - benar merasa harga dirinya hancur, dan yang paling menggelikan bahwa yang melakukannya adalah seorang gadis kecil. Galen tak terima lalu membalas dengan nada dingin dan menakutkan....


" heh. wanita kotor, jadi sok suci kamu, mana ada wanita baik- baik yang berani mengunjungi tempat seperti ini. Wanita yang mengunjungi tempat ini hanyalah para wanita murahan saja alias pelacur atau lon**. Jadi tidak usah bersikap seperti wanita suci disini, kamu buka hargamu saja. Terserah kamu ingin berapa....lalu layani aku malam ini, bagaimana lacur kecil?. ucapnya dengan tatapan penuh hina dan merendahkan anna.

__ADS_1


Anna tak tahan lagi mendengar semua hinaan lelaki itu. Ia tak menyangka ucapakan sekejam itu keluar dari bibir indah lelaki rupawan. Memang benar ya, kalau tak boleh menilai buku dari sampulnya.


Tak tahu dari mana kekuatan dan keberanian anna, ia melangkah dengan langkah besar dan cepat kearah sang pria. Ia melompat tinggi, memutar badan lalu mengangkat kakinya kemudian diarahkan kepada sang pria .


." brakkkkk" begitulah suara tendangan anna yang berhasil mendarat dimukanya lelaki itu.


" Bagaimana lelaki busuk, mesum sialan , enak tidak sentuhan kakiku?" ucapnya anna sambil marah.


" sekali lagi kutegaskan padamu ya bajingan, aku bukan wanita murah seperti yang kau katakan itu. Aku kesini untuk 'mengunjungi sahabatku yang kebetulan kerja paruh waktu sebagai OG disini. Kalau kau tak percaya, tanyakan pada pemilik tempat ini. Tanyakan apakah ada aku gadis bernama anna yang bekerja disini sebagai wanita penghibur?" timpal anna kepada pria yang masih tertunduk dilantai sambil memegang wajahnya.


Kekesalan anna masih belum redah, ia mengambil gelas berisi minuman setan dari salah seorang pengunjung lalu ..." blurrrrr" anna menumpahkannya tepat diatas kepala lelaki itu. Kemudian berkata " persetan dengan uangmu itu bajingan, simpan saja untuk wanitamu itu" ucapnya sambil menunjuk kearah dua wanita yang menemani pria gagah itu. Anna pun lanjut berkata" kau dengarkan baik - baik ya, walaupun lelaki didunia ini musnah dan hanya menyisahkan kau seorang. Percayalah bahwa aku takkan pernah sudi menjadikanmu pasanganku, apa kau mengerti" .


Anna tak mempedulikan apa - apa lagi, lalu bergegas meninggalkan pria itu untuk mencari jalan keluar. Bahkan anna tak ingat lagi akan sahabatnya, sangking kesalnya dia dengan kejadian yang baru saja terjadi.


Sementara itu, lelaki yang mendapat tendangan tadi masih diam dan duduk mematung dilantai bar. Ia menatap gadis mungil itu dengan tatapan seribu tanya.

__ADS_1


__ADS_2