
Anna berjalan dengan langkah panjang dipenuhi raut wajah marah teramat sangat. Ia tak pernah menyangka bahwa hal mengerikan tadi akan terjadi padanya. Anna berpikir dengan bagaimana tuhan bisa menciptakan manusia seperti pria tadi. "Lupakanlah soal parasnya yang sungguh luar biasa itu, ya aku akui dia memang sungguh tampan dan gagah. Akan tetapi sifatnya itu sangat tidak manusiawi. Bagaimana bisa ia mengatakan hal - hal kotor itu setelah menciumnya dua kali secara paksa. Lalu bagaimana bisa dia marah setelah aku menampar wajahnya, itukan memang wajar dan itu pantas mendapatkan itu!. aku ini gadis yang belum pernah melakukan hal begituan padaku, dan masih menganggap aku wanita murahan. Ahkkkkk kenapa kesialan harus mendatangi aku terus!. ucap anna ditemani air kristal bening yang kini telah lolos dari matanya.
Anna duduk disebuah halte yang berjarak 400 meter dari tempat tadi. Disana ia duduk dengan kepala yang makin menunduk dengan bahu yang naik turun, menandakan ia sedang menangis.
Anna tiba - tiba teringat akan perkataan ibunya ketika masih hidup dulu. Ibu anna adalah orang yang sangat cantik, lemah lembut dan sangat perhatian padanya. Seorang wanita yang sangat gigih, optimis dan pantang menyerah dalam memghadapi suatu perkara. Ibunya pernah mengatakan bahwa" putriku anna yang cantik, dengar ya nak" kata ibunya dengan nada suara lembut. Kemudian berkata lagi" nanti kalau kamu sudah besar, kamu akan diperhadapkan dengan berbagai macam masalah dan kesulitan. Dalam situasi begitu, kamu jangan terus putus asanya. Jangan merasa sedih dan menyalahkan yang maha kuasa atas kesialan yang kamu hadapi. Tuhan itu tahu sampai dimana batas kemampuam umatnya, dan ia tak akan memberikan kamu cobaan tanpa menuntunmu untuk mencari solusi".
Kenangan itu membuat anna menjadi hidup lagi, ibunya memang benar. Masalah yang datang pada hidupku ini tak mungkin ngak ada solusinya. Buktinya setelah mengalami ketidak adilan dikeluarganya, ia masih bisa melewatinya dengan baik sampai sekarang. Ketika papa mama tidak pernah membayar uang spp dan uang saku. Tuhan memberiku otak yang cerdas sehingga aku bisa sekolah tanpa dipungut biaya apapun. Bahkan aku masih diberikan uang saku yang lumanyan banyak. Sehingga aku dapat memenuhi kebutuhan hidup dan masih ada sisanya yang bisa ia tabung.
Anna kini tak merasa sedih lagi dan kembali semangat. "Ahhhhhhh....aku lupa, aku kan masih harus menunggu sintia" teriaknya, sontak membuat kaget orang lain yang sedang menunggu angkutan dihalte tersebut. Anna.mengingat akan sintia yang masih diruangan bosnya. Ia pun bergegas mengambil handphonenya di dalam saku dan menelpon sintia.
" tuttt tuttt tuttt....halo sintia, kamu masih belum selesai kah. kamu lama banget sihh, katanya cepet" kata anna dengan tergesa- gesa.
__ADS_1
" udah selesai ....kamu ini gimana sih dada rata?. Kan sudah aku bilang, tunggu aku disitu dengan tenang! ini malah menghilang entah dimana?. Tapi aneh deh anna, kok suasana disini terasa mencekamnya, seperti baru saja terjadi perang, kamu tahu kenapa?". Sintia balik bertanya kepada anna dengan pertanyaan yang bertubi - tubi.
" emmmmm iss nanti deh aku ceritain, kamu beruan kesini. Aku berada di halte tepat diseberang tempat kerjamu, cepetan sin!. pinta anna.
Singkat cerita, sintia pun menemui anna di halte. Setelah itu kedua berjalan bersama - sama meninggalkan tempat itu dan menuju kerumah sintia.
Bagaimana mana nasib galen sekarang?******
auranya kini menjadi sangat dingin. Sorot matanya amat tajam sekarang, setajam pedang exkalibur. Pokoknya sangat seram deh, hal itu bukan karena tamparan gadis itu. Tetapi karena tatapan semua orang yang kini memandangnya . Tentu saja mereka tak berani mengatainya karena status yang ia punya. Tetapi karena ia malu dan terhina, berada diposisi mengenaskan begini. Benar - benar memalukan.
Salah seorang wanita yang tadi bersamanya, perlahan mendekati dirinya dan mengatakan" sudah tuan muda, dia itu wanita yang tau bersyukur. Sudah untung tuan muda sedikit tertarik padanya, tapi dengan tak tau dirinya memukul wajah berharga tuan muda. Mending kita kembali duduk menikmati kegiatan tadi" bujuknya tapi nada suaranya agak genit sambil memeluk tubuh kekarnya dari belakang.
__ADS_1
Mendengar bujukan wanita penggoda itu , bukan membuat suasana hati galen membaik. Namun raut wajahnya kian menggelap menatap jijik ke arah tangan yang memeluknya. Dengan kasar galen langsung melepaskan pelukan wanita itu.
Menatap wanita itu penuh rasa amarah yang teramat sangat, lalu berseru padanya.." siapa yang memberimu nyali untuk menyentuhku hah?, kau kira dirimu siapa ?. Kamu hanyalah wanita yang bisa dipake oleh setiap pria, dasar pelacur kotor" seraya mendorong wanita tersebut hingga jatuh kelantai. Galen kemudian merogoh kantong jasnya dan mengeluarkan beberapa kepok lembar uang berwarna pink sambil berkata lagi..." ambil itu wanita murahan, itulah harga badanmu!" katanya dengan tatapan begis diwajahnya.
Tak membutuhkan waktu lama, galen melangkahlan kakinya menuju arah keluar tempat itu dengan keadaan hati yang masih membara. Sesampainya diparkiran, galen segera masuk ke mobil dan meluncur dengan cepat. Di dalam mobil, galen merogoh kantong celananya. Ia menggenggam benda persegi panjang dengan loho apel yang digigit sebelah. Menatap ponsel dan mencari sebuah nama kontak, nama yang tertera dilayar benda itu adalah sekretaris ramji.
" tuttttt...tuttttt ....tutttt.....tutttt....tutttt" ngapain saja kau hah, lama sekali kau menganggakat panggilan dariku?. Ada tugas buatmu, selidiki orang yang memukulku hari ini di bar xxxx. Aku beri kau waktu 50 menit, klo telat liat bagaimana aku akan membalasmu!. Perintahnya kepada sang sekretaris tanpa ha hi hu he ho dan lamgsung menutup panggilan tanpa mendengar jawaban sang sekrekaris malang itu
Galen sangat membara didalam hati ketika mengingat kembali insiden tadi. Betapa jatuhnya harga dirinya yang telah lama ia bangun. " gadis kecil sialan, awas saja kau. Jangan sampai kau jatuh ketanganku" celotehnya dalam hati.
Ramji yang mendengar bahwa bosnya gelen atmadja, dengan status dan penampilan yang begitu luar biasa pun bisa ada hari begini. Padahal dirinya selalu membanggakan dirinya, berkata bahwa tak ada seorang wanita pun yang tak bisa ia tundukkan. Tetapi sekarang ia benar - benar ditampar oleh seorang gadis. " hahahahaha.....aku senang sekali, ternyata ada juga yang berani melawannya. Wah aku jadi panasaran ni ingin bertemu gadis itu, seberapa galak ya dia". Ramji tak kuasa menahan tawanya, menertawakan dengan puas kesialan bossnya itu.
__ADS_1
Tak menunggu lama ramji pun segera bergegas ketempat kejadian.