
Lelaki kejam itu masih memperhatikan anna dari layar komputernya. Perasaannya kini campur aduk, rasa senang dan bahagia saat melihat ketidakberdayaan anna. Akan tetapi hatinya juga terasa sakit disaat yang sama.
Namun, hal itu segera ditepis olehnya..." buat apa aku kasihan sama gadis sialan itu?" ucapnya sambil mengerutkan dahinya.
Fokus galen teralihkan ketika anna menyelus - elus perutnya. Galen tentu saja tahu alasan dibalik gelagat anna.
" huhhh gadis busuk itu pasti lapar" ucapnya sambil menyeringai.
Galen pun sadar bahwa anna belum makan apa -apa sejak semalam.
Entah sadar atau tidak galen tiba- tiba berseru kepada seorang pelayan. Dia seorang wanita umur setengah abad, namanya adalah devi. Ya wanita ini dipanggil oleh bibi devi oleh galen. Ia sangat menghormati bibi devi, sebab wanita paruh baya inilah yang merawatnya dari kecil. Bibi devi juga adalah salah seorang yang paling dipercaya oleh orang tua galen. Sosoknya sangat ramah, penyanyang, jujur dan orang amanah
" Apa ada yang bisa saya bantu tuan muda?" ucap wanita itu dengan nada suara yang ramah dan lemah lembut.
" Iya bibi....bibi siapkan makanan untuk gadis di kamarku ya!" jawab galen sambil menurunkan volume suaranya.
Bibi devi pun lalu membungkuk .." baiklah tuan muda, akan saya antarkan segera". Ucap wanita tua itu sambil melangkahkan kakinya meninggalkan sang majikan.
" Ehhh mengapa aku meminta orang untuk menyediakan makanan untuknya?. Peduli apa aku dia makan apa ngak, apa peduliku?" gumam galen penuh rasa kesal.
" Yasudahlah ......klo dia mati karena kelaparan, gimana aku bisa menyiksa lagi?, ngak seru dong.....( psikopat)" timpalnya sambil tersenyum dingin.
Sementara dikamar ********
"Krek...krekk" terdengar suara pintu yang sedang dibuka. Itu adalah bibi devi, wanita paruh baya itu berjalan mendekat kearah anna sambil membawa nampan makanan.
Anna terkejut melihat kedatangan wanita paruh baya tersebut. Anna terpana melihat sosok wanita yang mengenakan pakaian pelayan itu.
" Wahhhh cantik sekali ibu ini, wajahnya masih cantik dan kencang walau usianya sudah tidak muda. Kalau bukan rambut yang telah memutih serta kerutan dikelopak matanya, orang pasti mengira bahwa wanita ini masih umur 30- an" celotehnya dalam hati.
"Nona sudah bangun?, nona pasti sudah lapar kan?. Ini saya bawakan makanan untuk nona, dimakan ya !" katanya dengan ramah.
__ADS_1
Entah mengapa bibi devi sangat kasihan dengan kondisi wanita muda itu. Kondisi wajahnya yang sudah sangat pucat, bibirnya memgering, serta tubuh yang tidak bertenaga.
Namun, wanita tua itu sangat amat mengagumi paras wanita muda yang berada tepat dihadapanya.
" sungguh cantik gadis muda ini, ihhh lihatnya fitur wajah yang mengagumkan ini. Hidungnya, matanya, bibirnya semuanya begitu indah dan sempurna. Ditambah lagi dengan tone warna kulit sawo matangnya, membuat dirinya begitu ayu serta cukup imut" . Gumam wanita tua itu mengagumi kemolekan dari gadis yang berada didepanya.
" Haisss malang sekali nasibmu cahayu, kamu ngak beruntung punya ayah seperti itu. Maaf bibi tak dapat berbuat apa-apa, semoga kamu bisa tabah menghadapi semua cobaan ini". Ucapnya dalam hati sambil menatap penuh simpati kepada gadis itu.
" Terimakasih ya bu, maaf merepotkan" jawab anna dengan mengulas senyum diwajahnya yang telah berkerut.
" Ya sama- sama....ini kan sudah menjadi tugas saya" timpal bibi devi sambil senyum.
" Wahhhh sopan sekali gadis ini" gumamnya dalam hati dibarengi raut wajahnya yang berbinar - binar.
" Ohh ya bu, ibu biasanya dipanggil apa, biar anna bisa menyesuaikan diri nanti". Tanya anna dengan sopan dan lemah lembut.
" Kamu bisa panggil saya bibi devi, ya sudah saya kebelakang dulu ya nona. Selamat menikmati hidangan....." ucap bibi devi sambil berjalan meninggalkan anna.
Anna meraih makanan tersebut dan perlahan memasukkannya kedalam mulut. Ia hanya bahwa ia harus makan agar tetap hidup.
Air mata gadis malang ini tiba -tiba jatuh, dikala ia mengungah makanan itu. Anna menangis bukan karena rasanya yang tidak enak. Malahan baginya itu adalah makanan terenak yang pernah ia makan. Hal membuat ia menangis adalah mengingat kenangan pahitnya dulu. Setelah ibunya meninggal, anna diperlakukan layaknya seorang budak. Benar - benar seperti budak kotor nan menjijikkan. Sarah ibu sambungnya tak pernah membiarkannya mengambil makanan dari kulkas. Makanan yang ia makan adalah makanan yang kurang sehat, yaitu mie instan. Terkadang gadis malang itu bisa makan enak hanya makanan sisa. Ya untungnya sejak anna mandapatkan uang dari pihak sekolah setiap bulan. Anna baru bisa memenuhi kebutuhannya, itu pun hanya sesekali saja. Waktu itu anna sangat bersyukur, ditengah kehidupanya yang amat sulit. Sang pencipta selalu memberikannya solusi. Maka dari itulah sampai detik ini anna dengan tabah menghadapi masalah yang ada dihadapanya. Karena anna yakin suatu saat ia akan menemukan solusinya dan keluar dari penderitaannya.
Sementara itu didalam ruang kerja, galen merasa aneh dengan tingkah anna. Ia kesal dan berkata " dimana - mana orang yang diberi makanan enak akan selalu senang. Tapi mengapa gadis sialan itu malah menangis?. Apakah makanan yang dibuat oleh juru masak dirumahku tidak enak?." Ucapnya lelaki tegap itu sambil mengerutkan wajahnya.
Setelah itu, galen melihat anna yang telah menyelesaikan makanannya. Ternyata ohh ternyata makanan itu habis tak bersisa, ya wajar sih orang lagi lapar begitu.
" cihh makannya banyak juga...dasar".
Tak lama kemudian, ia mengambil sebuah dokumen dilaci sebelah kiri. Lalu ia bergegas meninggalkan ruang kerja menuju ke kamarnya.
Saat itu anna tengah sibuk dengan smartphonenya. Banyak sekali panggilan tak terjawab dari sahabatnya sintia. Ketika anna hendak menelpon balik sahabatnya. Galen masuk kedalam kamar dengan raut wajah meremehkan anna.
__ADS_1
" Ohhh kamu sudah sadar ya wanita?, aku pikir kamu bakal mati kemarin malam. Hehh ternyata kamu tahan banting juga ya. Bagus... Bagus sekali! aku sangat senang" celoteh lelaki tampan rupawan itu dengan tatapan mata dinginnya.
" Nah karna kamu udah sadar, nihh cepat tanda tangani kontrak ini" ucapnya sambil melempar kasar dokumen yang ada ditangannya.
Anna dengan tangannya yang gemetar mengambil dokumen itu sambil benda tersebut. Gadis itu membuka perlahan dan membacanya dengan teliti. Ya intinya kontrak itu sangat dan amat memberatkan anna. Sebab semua hal dan segala sesuatu tentangnya akan berhubungan langsung terhadap galen.
Kontrak yang ada ditangannya sekarang lebih mirip dengan kontrak perbudakan. Akan tetapi satu point yang sangat membuat anna sedih. Hatinya sakit sekali seperti digigit anjing liar. Dimana pada point itu, anna diharuskan melayani kebutuhan biologis galen dan tak boleh menolak. Anna akan diberikan upah setelah melayani galen.
Disituasi ini anna benar-benar hancur, "bukankah ini sama saja menjual tubuhku?" gumam anna dalam hati, matanya tampak berair.
" Mohon maaf tuan, saya keberatan dengan point ini. Kumohon tuan aku bukan seorang pelacur" kata anna sambil mengangkat kedua tangannya, memohon belas kasih dari lelaki kejam itu.
" Cihhh sudah kamu jangan munafik gitu, aku tahu keluarga serakah seperti kalian itu sangat mendewakan uang. Apapun rela kalian lakukan demi mendapatkan kekayaan, bahkan jika perlu menleyapkan orang kalian sanggup. Cepat tanda tangan kontrak itu ******". Jawab galen membentak anna.
Anna sangat sedih dan juga ada rasa marah didadanya. Gadis malang itu sambil terisak - isak, membuka mulutnya dan berkata. " Tuan tidak semua orang itu sama, jangan karena papaku begitu keji, menggap kami sama. Aku memang sangat menyayangkan dan kecewa dengan perbuatan papaku. Bahkan jika tuan pun membunuh kami, itu adalah hal yang bisa dimaklumi. Aku meminta maaf kepada tuan atas derita yang tuan alami, meski sebenarnya aku tak terlibat saat insiden berdarah itu terjadi. Aku akan menerima derita ini dengan lapang dada, tapi jangan perlakukan aku seperti pelacur". Ucap anna dengan terbata - bata.
Kemudian anna berkata lagi " tuan ambillah kembali uangmu ini. Aku masih bisa menggunakan tangan dan kakiku untuk memberi makan diriku. Aku masih bisa menghasilkan uang dengan kemampuanku sendiri. Tuan tenang saja, aku tak akan pernah membebani tuan selama masa kontrak ini berlangsung......
" Plakk...plakkk .....plakkk" galen sangat emosi mendengar perkataan anna. " Sudah aku bilang tanda tangan kontrak ini. Jangan membantah, atau aku akan menyiksamu. Kamu adalah mainanku, aku berhak melakukan apa saja pada barangku, paham kamu" teriak lelaki itu sambil menjambak kasar rambut anna. Hingga gadis itu menyergit kesakitan. ( awas lo jatuh hati sama anna)
" ingat ****** kecil.....hidup orang tersayangmu ada ditanganku sekarang. Jika kamu tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada adikmu. Maka cepat kau tanda tangani kontrak ini, jika tidak aku akan memusnahkan dia tepat didepan matamu.
Anna sangat ketakutan mendengar hal itu. Bukannya anna takut sakit atau mati, tapi ia tak tega kalau hal itu terjadi pada adiknya. Apalagi lelaki tanpa belas kasih itu, mengatakan bahwa ia akan melakukannya tepat didepan matanya.
Anna dengan sangat terpaksa menandatangi kontrak perbudakan itu. Hati dan jiwanya hancur lebur sekarang.
Akan tetapi hal itu malah membuat galen senang dan penuh kemangan. Karena ia telah berhasil membuat anna tak berdaya dan menderita.( nanti ditinggalin anna baru tahu kamu).
Bersambung.........................
Makasih ya yang berkunjung ke novel aku....janga. Lupa klik like dan komen ya .
__ADS_1
Makasih