Kumohon Beri Kesempatan

Kumohon Beri Kesempatan
Wahh Enak Sekali


__ADS_3

Galen si lelaki tampan berhati besi sedang duduk manis di ruang makan. Sorot matanya tiba - tiba raut wajahnya berubah 180 derajat. Dari yang tadinya masam bak jeruk nipis, sekarang sumbringa. Aroma makanan itu seakan menggoda indra pengecapnya. Ngaris saja air liurnya menetes akibat aroma makanan tersebut.


Dari kejauhan ia melihat bibi Devi, bibi Eni dan juga gadis kecil. Masing - masing dari wanita tersebut membawa nampan besar. Diatasnya terdapat berbagai jenis hidangan yang lezat.


Namun setelah melihat dengan seksama, Galen sipria dingin itu kembali memasang wajah masamnya.Ia menampakkan raut wajah yang amat menyeramkan. Sangat menakutkan, seakan dalam sekejap mampu menelan orang hidup - hidup sekali telan.


Anna yang merasakan pandangan mata Galen yang setajam pisau hanya menunduk saja. Namun ia juga bingung hal apa yang membuatnya marah begitu. Padahal kan dirinya tak sedang berbuat salah. Namun hal itu hanya diucapkannya dalam hati saja. Ya kali Anna mau berbicara secara terang - terangan kepada lelaki berhati besi itu.


Saat mereka bertiga selesai meletakkan hidangan tersebut di depan sang majikan. Tatapan Galen pun langsung menggelap, mata hitamnya menatap Anna penuh kemarahan. Lelaki tegap tak sanggup lagi untuk meledakkan amarahnya dan langsung berkata kepada Anna.


" Bahhh bagus, bagus sekali ya kamu ****** kecil!. Beraninya kamu menyuruh bibi Eni dan bibi Devi membawakan nampan itu. Sudah besar ya nyalimu!, masih belum cukup hukumanmu. Kamu masih ingin merasakannya kah?" ucap Galen sambil menatap tajam Anna. Ia membentak Anna dengan nada kasar seakan mau melahapnya hidup - hidup.


Anna yang mendengar ancaman dari Pria jahat itu. Lututnya lemas seketika, mukanya pusat pasi. Korneanya sampai berair, keadaannya saat ini sangat kasihan.


Melihat hal itu, bibi Devi maju untuk menjelaskan situasinya kepada sang tuan. Bibi Devi merasa sangat kasihan melihat Anna yang hampir meneteskan air matanya. Ia menatap tuannya lalu berkata" mohon maaf tuan...maafkanlah saya bila menyela perkataan tuan muda. Saat ini kondisi tubuhnya amat lemah tuan. Apakah tuan tahu saat saya masuk ke kamar tuan, saya menemukan gadus ini tengah terkulai lemah dilantai. Waktu saya menjamah tubuhnya, ternyata ia demam tinggi. Sekujur tubuhnya menggigil serta raut wajahnya sangat pucat. Sampai saat ini pun, tubuhnya masih demam. Saya mohon tuan muda agar berbelas kasih kepada gadis kecil ini. Lagi pula kami hanya membantunya mengantar nampan makanan, bukan membantunya memasak." Ucap bibi dengan menundukkan kepalanya. Nada suaranya pun ramah dan penuh kasih.


" Benar tuan muda, kami hanya membantunya mengantarkan makanan saja. lagipula kami melakukan ini karena nona Anna kan belum paham seluk beluk kediaman ini." Timpal bibi Eni yang ikut membela Anna.


Bukannya mendingan, rauf mukanya malah bertambah seram. " Hebat sekali perempuan ini, baru saja datang kerumah ini sudah bisa menyihir orang- orangnya. Tidak masalah kalau hanya bibi Devi yang membela gadis ini. Ia tak pikir panjang mengenai bibi Devi. ya karena wanita satu ini memang berhati mulia. Akan tetapi, hal yang membuatnya kesal adalah wanita secerewet bibi Eni pun takluk padanya. Mantra apa atau obat apa yang diberikan Anna kepada kedua pelayan terpercayaannya itu." gumamnya dalam hati dengan muka masamnya.

__ADS_1


" Baiklah....untuk kali ini aku ngak akan membesar - besarkan masalah ini. Tapi saya harap hal ini tidak terulang lagi." Titahnya seraya menatap kedua wanita tua tersebut.


" Bibi berdua, karena urusan kalian sudah kelar. Kembalikah ketempat kalian masing- masing atas melakukan hal lain saja. Disini biar perempuan ini saja yang melayaniku makan. Kalau kalian belum makan, kembalilah untuk makan ditempat kalian". Perintah Galen kepada dua pembantu tersebut, namun nada suaranya sedikit lembut.


" Tapi tuan muda...." ucapan bibi Devi terpotong sebab ditahan oleh Anna.


" Sebaiknya bibi berdua pergi saja dari sini!. Emosinya tidak stabil hari ini, Anna ngak mau dan ngak enak hati kalau bibi berdua kena marah oleh tuan. Semuanya biar saya yang handle, Anna ngak masalah kok bi. Anna kuat kok, lebih baik bibi berdua tinggalkan kami saja!". Titah Anna sambil mengulas senyum diwajahnya. Ia mengatakan kata - kata tersebut dengan pelan, agar tidak ketahuan sang tuan.


Anna memang baru mengenal bibi Deni dan bibi Eni. Tapi Anna sangat yakin bahwa kedua wanita ini adalah sosok wanita penyayang, baik hati dan penuh welas asih. Dirinya merasa nyaman dan tentram ketika bersama kedua wanita tua tersebut. Sangat hangat seperti kasih sayang seorang ibu. Oleh karena itulah, Anna akan sangat mengutuk dirinya kalau sampai membuat kedua wanita itu dihukum.


Mendengan kata - kata Anna, bibi Devi pun tak bisa berbuat apa- apa. Melihat sorot mata Anna yang jernih air pegunungan, serta raut wajahnya yang penuh keyakinan dan tangguh tersebut. Membuat wanita tua baik hati itu terpaksa mengikuti kemauan gadis cantik bernama Anna tersebut. Dengan hati yang masih berat, bibi Devi melangkah menuju ke arah bibi Eni. Tak butuh banyak A I U E O, bibi Devi menggenggam tangan bibi Eni serta membawa pergi meninggalkan Anna dan tuan mudanya.


" Aku tak pernah berbuat salah ataupun menyakiti mereka. Jadi alasan apa yang mereka punya untuk menyudutkan dan memusuhi aku. Aku Anna Novanto, 18 tahun sudah aku hidup. Tak ada satu orang pun yang pernah kusakiti. Meski aku selalu disudutkan, dibully, dihina dan bahkan dipukulpun aku tak pernah membalas. Aku selalu menyakini bahwa sang pencipta itu adil dan juga ada hukum karma. Apa yang kuperbuat dimasa lalu, akan menjadi karmaku dimasa depan." Begitulah Anna dengan santai menanggapi cibiran Galen.


Mendengar perkataan Anna, membuat pria dingin itu mati kutu. Dia tak bisa membalas sedikit pun untuk membalas kata - kata Anna.


Perhatian lelaki itu sekarang kali ini teralihkan oleh makanan yang tersaji dihadapannya. Ia menatap hidangan tersebut lekat - lekat. Ia tampak tidak puas setelah melihat penampakan makanan tersebut. Galen merasa aneh dengan bentukannya, ia baru pertama kali klo ada makanan modelan begini. Ya maklumlah selama ini kan yang masakin dia makanan tiap hari koki terkenal. Lagian makanan yang biasa ia santap adalah makanan - makanan hotel bintang 7.


Awalnya dia sangat tertarik dengan aromanya yang semerbak. Namun lelaki itu jadi tak selera dengan makan ketika melihat bentukannya yang terkesan aneh. ( Dasar tukang pilih - pilih makanan). Seketika mimik wajah dinginya itu malah bertambah dingin, sedingin kutub utara dan selatan.

__ADS_1


Pria bertubuh proporsional itu menatap Anna lalu berseru.." Makanan apa ini, bentuknya aneh sekali?, mana minyaknya melimpah ruah lagi. Kamu mau membuat saya sakit ya?, biar kamu bisa bebas gitu?". Ucapnya kasar sambil memandang rendah masakan Anna.


" Tuan saya memasaknya dengan sidikit minyak. minyak berlebih tersebut berasal dari lemak daging yang saya masak. Maafkan saya kalau masakan saya tak sesuai dengan ekspetasi anda. Sebenarnya saya bingung mau menghidangkan makana apa, sebab saya tak diberitahu sebelumnya mengenai makanan yang sering anda konsumsi. Jadi saya hanya terpikir saya membuat hidangan ini. Kalau tuan muda mau, besok - besok anda bisa bilang kepada saya hidangan seperti apa yang anda inginkan. Tetapi hanya masakan nusantara yang saya kuasai, kalau hidangan luar saya kurang paham." Jawab Anna berharap dengan kata - katanya itu bisa menenangkan tuan kulkas itu.


" Tapi tuan makanan yang ada dimeja juga enak kok tuan!. Walau bentuknya tidak sesuai dengan selesa tuan, tapi saya jamin rasanya lumanyan kok." Timpal Anna berusaha menyakinkan tuan Galen.


" Kamu kira saya mudah tertipu ya?, mana mungkin hidangan jelek begini punya rasa yang enak." Jawabnya dengan nada suara meremehkan.


" Berani- beraninya cowok tua ini ngatain masakanku ngak enak. Dasar tukang pilih - pilih makanan!, bikin kesal saja deh." Ucap Anna dalam hati, sangking kesalnya sama Galen cowok sombong ini. Rasanga Anna ingin menenggelamkannya ke palung mariana. Tapi apalah daya, Anna tak sanggup melakukannya.


" Tuan orang bijak bilang, jangan menilai buku dari sampulnya. Jangan menilai segala sesuatu hanya berdasarkan pandangan mata. Karena apa yang kita lihat itu sering sekali menipu. Sama seperti hidangan yang saya buat ini, meskipun tuan bilang bentuk aneh dan eneg karena tampilannya dari luar. Akan tetapi rasanya cukup enak kok tuan. Begini saja tuan , anda coba saja terlebih dulu. kalau memang tak sesuai dengan selera anda, saya akan buatkan yang lain" ucapnya dengan sopan.


" Mendengar perkataan Anna, Galen terpaksa mencobanya. Namun tanpa diduga, setelah lelaki tampan itu mulai mengunyah makanan tersebut. Dirinya mematung sejenak, hatinya kini begitu bahagia.


" Wahh ternyata enak sekali makanan ini, baru tahu aku ada makanan selezat ini didunia" ujarnya dalam hati.


bersambung***************************


Para pembaca sekalian, jangan lupa dukunh writer dengan klik like,komen serta jangan lupa vote karya ini ya. supaya writer makin rajin up nya

__ADS_1


makasih


__ADS_2