Kumohon Beri Kesempatan

Kumohon Beri Kesempatan
Bilangnya Ngak Enak, Tapi Kok Abis


__ADS_3

Saat ini di dalam hati Galen Candra Atmadja, pria paling tampan dan paling berkuasa di negara IN. Hati dan jiwanya tengah berbunga - bunga, peraannya amat senang saat ini. Bukan karena ketiban rezeki atau menemukan harta karun. Tetapi oleh rasa masakan Anna yang mampu membuat mulut tiada henti mengunyah. Kalau saja tidak Ada Anna di sampingnya. Mungkin ia akan jingkrak- jingkrak serta melompat kegirangan.


Namun sebagai pria yang digilai oleh satu negara itu enggan mengekpresikan rasa senangnya.


" Rasanya memang sangat lezat, apa nama makanan ini. Ya bentuknya memang buluk,warnanya saja hitam - hitam kecoklatan. Sebelas duabelas lah dengan benda yang sering disebut arang. Namun berbicara soal cita rasa, makanan ini tak kalah dengan makanan di restoran bintang tujuh." Rutuknya dalam hati diselingi kepalanya yang mengangguk - ngangguk.


" Bagaimana tuan muda, rasanya tidak buruk kan?. Nama hidangan yang anda kunyah itu adalah rendang" kata Anna.


Melihat Anna yang terlihat puas dengan hidangannya, membuat sang tuan muda tak senang. Lelaki tampan itu pun berkata " kamu ngak sopan sekali ya. Kamu ngak tahu ya tentang tata krama saat makan?.Cihhhh sia - sia saja kamu sekolah selama ini, hanya buang - buang uang saja". Celutuknya pada Anna, hal ini dia lakukan untuk menghindari pertanyaan Anna. Bagaimana pun dengan sikap arogan dan sombongnya. Ia takkan pernah sudi mengakuinya, tak akan pernah.


" Apa lagi kesalahan yang kulakukan, memangnya hanya bertanya saja salah ya. Kan pertanyaanku biasa saja, dasar manusia tak jelas" Anna menghela nafas dalam - dalam sambil merutuki pria dihadapannya.


" Kan saya hanya bertanya tuan. Saya hanya mau tahu saja, jika sesuai dengan selera anda, saya bisa menyajikannya lain kali." Jawab Anna untuk membela dirinya.


" Ngak tahu...rasanya lumanyan aneh. Jika dibilang enak ngak, dibilang tidak enak juga ngak. Ya ya ya .....tapi masih layaklah dimakan." ungkapnya padahal dalam hati jauh berbeda.


" Beraninya dia bilang masakanku aneh, dasar tidak tahu diuntung. Sukur kamu ada yang mau masak makanan untuk manusia sepertimu. Pergi mati saja kamu, lelaki brengsek, bajingan. Semoga daging itu tersangkut dikerongkonganmu. Kutuk Anna kepada Galen sambil memisingkan matanya.


" Hacummmmm....hacummm...hacummm, kok jadi merinding begininya?. Pasti ada sesorang yang lagi mengetukku, tapi siapa" gumamnya di dalam hati seraya memandang Anna dengan rasa curiga.


" Baiklah tuan, kalau memang tidak sesuai dengan selera anda. Maka izinkan saya untuk mengembalikannya kedapur. Nanti akan saya beri kepada satpam di luar, pasti mereka belum makan." kata Anna seraya tangan kanannya hendak meraih hidangan rendang tersebut.

__ADS_1


" Tidak ...jangan sentuh itu! " mata Galen melotot kepada mata hitam nan lentik Anna.


Berani- beraninya dia mau mengambil makananku, masih mau diberikan kepada satpam pula. Omelnya dalam hati, mata tajamnya tak lepas dari Anna.


" Kan aku bilang masih bisa dimakan, biarkan itu tetap disana.


" Cihh dasar....bilang saja kalau enak, masih berani bilang ngak enak. Dasar manusia gengsian, jujur pun susah sekali ya?. Anna nemandangi tingkah lelaki itu sambil geleng - geleng kepala.


Galen pun mencicipi semua hidangan tersebut dan jatuh cinta dengan cita rasa masakan Anna. Tak ada henti - hentinya pria jangkung itu menguyah. Gelagatnya ini seperti orang yang tak makan 5 hari.


Meskipun agak kesal dengan arogansinya yang mampu membuat orang emosi. Namun dengan berat hati, mau tidak mau Anna harus mengakuinya. Pria yang tengah asyik menyantap hidangannya itu, memang memiliki kualifikasi untuk sombong. Sudahlah kaya raya, punya kerajaan bisnis, badan sempurna, apalagi wajahnya. Behh....dengan mengandalkan wajahnya itu saja, sudah cukup untuk membuatnya hidup sejahtera. Pikir Anna di dalam lubuk hatinya.


Di tempat lain,,,,,,,


" Brakkkk" terdengar suara pintu yang dibuka secara kasar.


" Mama, papa, kalian apakan lagi kakakku?. Mengapa sampai hari ini kakakku belum pulang juga?." Bentak anak kecil tersebut dengan muka marah.


Hari saat Anna dibawa ke kediaman Galen sebagai jaminan. Alvaro sedang tidak di rumah, sebab sekolahnya mengadakan acara kemping diluar kota. Bahkan saat dirinya pergi camping, Anna lah yang mempersiapkan segala ketubuhan Alvaro. Dana untuk kemah, segala kebutuhan serta uang saku. Semuanya dibayarkan oleh kakaknya. Varo juga meminta kakaknya untuk menjemputnya disekolah, bocah cilik itu tak lupa membawakan oleh - oleh untuk sang kakak tersayang.


Akan tetapi, dihari yang telah dijanjikan. Anna tak datang menjemput dirinya. Berkali - kali ia menghubungi kakaknya baik telpon maupun cahting, semuanya tak berbalas. Disaat itu bocah yang masih duduk di kelas 4 itu sangat khawatir. Hal itu dikarenakan Anna tak pernah mengingkari janji. Bahkan walau sakit pun, kakaknya akan tetap datang. Varo bahkan sempat menghubungi sahabat kakaknya, yaitu sintia. Sayangnya sintia juga telah menghubungi Anna beberapa kali, tapi tak mendapat respon. Ini membuat Varo semakin gelisah dan khawatir akan keadaan kakak yang amat dikasihinya.

__ADS_1


Karena tak mendapat balasan dimana kakaknya. Alvaro sibocah imut itu bergegas pulang kerumah dengan memasan mobil grab.


Setibanya di rumah, dirinya dibuat makin gelisah. Ia tak mendapati sosok kakanya tak perduli disudut mana ia mencari. Tak putus asa, bocah ganteng itu segera menanyai para pelayan di rumahnya.


Awalnya para pelayan kekeh tak mau buka mulut. Namun karena ancaman darinya, ia akhirnya berhasil mengorek informasi dari salah satu pelayan. Namun betapa terkejut dan sakit hatinya dia, bahwa kakaknya dijadikan alat tukar oleh ayahnya. Hanya demi mendapatkan bantuan dana supaya perusahaan tidak bangkrut.


Alvaro jadi lemas seketika, kakinya amat gemetar hebat. Tubuh kecil terkulai dilantai sebab kakinya tak mampu menopang tubuhnya. Tiba - tiba matanya menggelap, dirinya saat ini seperti gunung berapi yang kapan saja menyemburkan lava.


Tak membuang - buang waktu, ia segera menguatkan dirinya. Langkah kakinya amat berat serta terlukis kemarahan diwajahnya. Alvaro mencari orangtuanya, kepada siapa mereka menjual kakaknya.


Sarah dibuat terkejut dan mati kutu untuk sesaat. Sarah mengatur kembali dirinya, menatap putra semata wayangnya. Kemudian berkata" omong kosong apa yang kamu katakan. Ibu tak tahu kemana gadis itu pergi." Jawab sarah tegas dan sedikit marah.


" Aku ngak percaya sama mama, mama itu pembohong dan jahat sama kak Anna. Papa juga sama, tidak pernah baik sama kak Anna. Varo pokoknya ngak pernah mau percaya sama kalian. Katakan saja kepada siapa kalian menjual kakakku. Kalian jahat sekali dan tak tahu malu, bagaimana bisa kalian memperlakukan anak sendiri layaknya barang." Timpal Varo kasar sambil menangis.


Mendengar itu, fahri tak ambil pusing sama sekali. Tanpa rasa bersalah ia lalu berseru" pelayanan cepat bawa tuan muda kalian ke kamar. Tanpa perintah dariku, jangan biarkan dia melangkah walau sejengkal pun dari pintu kamarnya. Apakah kalian sudah mengerti?, cepat laksanakan!" titah fahri dengan tegas.


Kembali ke Anna.........


Melihat tingkah Galen yang makan seperti orang kelaparan membaut Anna jengkel. Bagaimana tidak, sebelumnya pria itu mengatakan masakannya buruk. Tapi sekarang ia memakannya dengan rakus.


" Hehhh...katanya ngak enak, bentuknya aneh, tapi makannya rakus gini ya. Bilangnya aja ngak enak, tapi kenapa dihabiskan ya?. Tinggal bilang enak apa sulitnya ya, kan mulunya ngak akan terbakar juga. Dasar ....." omel Anna dalam hati

__ADS_1


__ADS_2