
"Rasanya sakit, hati memanas, rasanya ingin mendekat dan menjauhkannya dari siapa pun, apa ini cemburu dari sebuah rasa yang namanya cinta? Atau obsesi?"
Cahaya pagi bersinar indah, seluruh siswa-siswi SMA Arce berkumpul di lapangan untuk melakukan apel pagi seperti rutinitas biasanya. Usagi yang berdiri di samping Adya terus diam-diam menatap Rean kejauhan. Melihat wajahnya yang tampan dan menyejukkan.
Adya yang menyadari perilaku sahabatnya langsung mencolek menyadarkan Usagi dari khayalannya. "Fokus!" bisik Adya.
Usagi melongos tidak senang tapi ia menuruti apa kata Adya dan fokus menatap kepala sekolah yang sedang memberikan arahan.
Dari kejauhan Leon menatap Usagi yang sedari tadi menatapi Rean, ada yang aneh di hatinya saat melihat kebersamaan mereka, hatinya merasakan emosi dan rasa iri yang luar biasa. 'Kenapa, sih, lo nggak pernah ngeliat gue yang jelas ada untuk, lo?' batin Leon.
***
Pelajaran di mulai, saat ini waktu pelajaran Seni, tidak ada praktek karena akan ada acara tahunan di sekolah yang sebentar lagi akan dilaksanakan, jadi para guru tidak terlalu ketat dalam mengajar. Lagi pula hampir semua murid di kelas baru Usagi ini adalah anggota OSIS termasuk Leon sebagai ketua.
Sedikit aneh, bagaimana bisa pemuda playboy itu menjadi ketua OSIS? Sedikit tidak percaya akan hal itu, tapi apakah benar ada sesuatu yang tersembunyi dalam diri Leon? Sesuatu yang berbeda dari yang lain. Sejauh ini Usagi mengenal Leon sebagai pemuda playboy yang narsis tapi sedikit ada kepintaran dari dirinya.
"Oy! Lo dari tadi melamun terus kenapa?" Usagi tersadar, ia menatap Adya yang mengerutkan Alisnya. Sebenarnya apa yang terjadi? Usagi juga tidak tahu kenapa ia terus melamun.
Tampaknya, Usagi tidak sadar keberadaan Leon yang duduk tepat di sebelahnya. 'Bahkan dia yang selama ini fokus belajar jadi suka melamun gara-gara Rean?' Leon meremas tangannya, ia tidak menyangka dengan perubahan Usagi ini.
***
Keramaian kantin saat telah memasuki jam istirahat memang sangat menyesakkan dada, semua siswa-siswi yang kelaparan dan ingin menghilangkan beban pelajaran ada di sini.
"Gue cari tempat dulu, ya," pamit Adya. Usagi mengangguk mengiyakan pertanyaan Adya. Ia mengelilingi pandangannya, bisa saja dari kejauhan ini ia bisa mendapatkan tempat duduk walau itu sulit. Bukan tempat duduk yang ia dapat, Usagi justru mendapati Leon yang sedang bersama dengan gadis lain.
__ADS_1
Apa-apaan ini? Usagi berjalan penuh emosi ingin menghampiri Leon si buaya darat itu. Tapi langkahnya terhenti saat tanpa sengaja menabrak Rean yang datang membawa minuman di tangannya. "Aih! Maaf-maaf! Gue ngga sengaja." Usagi langsung mengambil tisu segera mengelap seragam Rean yang terkotori.
"Gue ngga sengaja, beneran, gue minta maaf banget," lirih Usagi lagi. Ia masih terus mengelap seragam Rean.
Entah ada angin apa Rean mencegah gerakan Usagi dengan memegang tangan Usagi. Usagi tertegun, ia dapat merasakan detak jantungnya yang berdegup sangat kencang begitu Rean memegang tangannya.
Tiba-tiba saja tangan Usagi yang kosong ditarik paksa oleh Leon yang datangnya entah dari mana. Leon menarik paksa Usagi membawanya pergi menjauh dari sosok Rean, meski Usagi terus saja meronta Leon tetap menariknya.
"LEON!" Usagi menepis tangan Leon, tapi tampaknya memang pemuda itu ingin melepaskan tangannya hingga walau Usagi tidak menggunakan banyak tenaga genggaman tangan itu terlepas.
"Gue---"
"Meong!"
"Sakit, tahu!" sungut Usagi menatap Leon sinis, Usagi menarik ekor Leon membalas perbuatannya, Leon yang tidak terima mencakar kulit Usagi, meski tidak terlalu parah tapi itu sakit, Usagi tidak mau kalah, ia menarik sekali lagi ekor Leon.
"Udah!" Usagi mengakhiri pertarungan mereka, Usagi berjongkok agar tinggi antara dia dan Leon tidak terlalu jauh. "Lo nggak tahu diri banget, ya," ucap Usagi.
Leon tidak terima akan kalimat itu, ia mencoba mencakar Usagi lagi tapi Usagi memegang kaki kecil Leon, mencegah niat kucing itu. "Mau marah? Huh! Ada alasan kenapa gue ngomong gini. Pertama, lo nggak tahu diri karena udah dikutuk masih aja godain cewek lain! Kedua, di mata dunia kita ini pacaran dan lo seenaknya selingkuh? Ketiga! Gue nggak boleh deket sama Rean tapi lo dengan enaknya deket sama cewek lain!" Napas Usagi memburu, ia mengucapkan kalimat panjang ini dalam satu tarikan.
Leon yang berdiri melihat Usagi malah berkedip seolah tidak percaya dengan kalimat yang diucapkan Usagi, seperti orang yang terbodoh, begitulah ekspresi Leon sekarang. "Hahahahaha!"
Hah? Leon tertawa? Apa ada yang lucu dari kalimat Usagi? Atau memang pemuda ini memiliki masalah di kepalanya? "Kenapa ketawa?" sinis Usagi.
"Lo cemburu?"
__ADS_1
Usagi mendelik tidak terima, apa dia sudah tidak waras? Bagaimana Usagi bisa cemburu dengan playboy sepertinya?
"Nggak! Gue cuma ngerasa aneh, aja. Giliran lo deket sama cewek semua orang nggak heboh, giliran gue deket sama Rean semua langsung heboh banget," keluh Usagi. Leon terkekeh pelan, mendengar kalimat ini.
"Ketawa lagi? Apa, sih, yang lucu?" kesal Usagi, entah berapa kali Leon menertawakannya, ia tertawa seolah semuanya hanya lolucon belaka.
"Gue tabok kalo lo ketawa sekali lagi!" ancam Usagi, seketika Leon menutup mulutnya dan duduk dengan patuh.
"Ehem!" Leon berdehem untuk menghilangkan canggung. "Lo kayaknya nggak tahu banyak soal SMA Arce."
Maksudnya? Usagi menaikan alisnya menatap penuh tanya, mencoba mencari jawaban dari senyum sinis Leon. Bukannya jawaban, yang didapat hanya kejengkelan yang semakin bertambah.
"Gue boleh selingkuh, tapi cewek yang gue pacarin nggak boleh."
Apa? Hal macam apa ini? Dia boleh selingkuh, tapi pacarnya tidak? Heh! Hanya orang bodoh yang mungkin mau menjadi kekasihnya.
"Gue mau mengakhiri semuanya! Gue males jadi pacar pura-pura, lo lagi! Gue terkekang! Gue juga mau punya kehidupan yang pantes sama orang yang gue suka!"
Leon tampak tidak percaya dengan pernyataan Usagi. "Semua cewek pengen jadi pacar gue tapi lo? Seharusnya lo beruntung punya pacar kayak gue walau pura-pura."
"Mungkin mereka pengen, tapi gue enggak! Mungkin mereka ngerasa beruntung tapi gue enggak! Dan sekarang gue mau lo sama gue nggak ada hubungan apa pun! Walau gue dibully sama publik lagi gue nggak peduli! Leon, gue juga punya kehidupan seharusnya lo tahu itu!"
'Usagi mutusin gue? Nggak sebelumya nggak ada yang mutusin gue sebelum gue putusin! Kenapa dia ... Tapi hatin gue kenapa nggak ikhlas!?'
Kenapa ini terjadi? Baru kemarin Leon mulai yakin jika ia merasakan perasaan berbeda pada Usagi tapi sekarang, gadis ini sudah mengakhiri semua?
__ADS_1