Kutukan Kucing Putih

Kutukan Kucing Putih
Kutukan kucing putih ( part 9)


__ADS_3

Usagi berjalan lunglai menyusuri  koridor sekolah yang cukup ramai. Benar-benar menyebalkan, semua ini karena Gerren yang membuat Adya kesal, jadilah Usagi yang harus menerima sialnya. Karena hati Adya yang kesal Usagi harus melakukan semuanya sendiri, pergi ke kantin sendiri, ke perpustakaan sendiri, ke toilet sendiri, bahkan sekarang pulang pun sendiri.


Beruntung satu harian ini ia tidak bertemu dengan Leon yang menyebalkan, jika saja Leon muncul di hadapannya hari ini munkin ini akan  menjadi hari terkesal di dunia dalam catatan hidup Usagi.


"Sailormoon!" Baru saja Usagi ingin mensyukuri hari ini karena cobaan beratnya tidak datang, tapi apa ini? Ternyata cobaan terberat ini malah datang hari ini.


Usagi berusaha menghindari Leon, ia mengabaikannya dan berjalan semakin cepat. Lalu, aksi kejar-kejaran pun terjadi antara mereka. Usagi benar-benar ingin menghindari sosok Leon sekarang, karena dia hanya akan membawa moodnya pada tahap yang tidak menyenangkan.


"Tunggu!" pekik Leon selama ia mengejar Usagi. Entah kekuatan dari mana gadis itu berlari terlalu cepat. Bahkan Leon sudah tidak bisa berlari lagi. Eh, tunggu dulu, ada hal aneh yang Leon rasakan, ini seperti ....


Buum!


Meong!


Oh, tidak! Sekarang Leon berubah menjadi kucing. Apa ada yang melihat? Leon menatap sekelilingnya, dan hanya ada dirinya dan Usagi yang sudah jauh. Leon merasa beruntung jika saja ada yang melihat tamatlah riwayatnya.


"Hei!" Suara itu membuat Leon terkejut, ia menatap pemilik suara yang tak asing itu. Adya?


"Meong, tolong," ucap Leon.


"Kau bisa bicara?" tanya Adya terkejut melihat kucing Leon yang dapat bicara.


"Ha? Bukannya lo udah tau?" Kaget Leon.


"Ah, tentu ... Tentu aku tau," ucap Adya dengan senyum canggung.


'Adya? Tumben pake 'aku' biasanya juga lo-gue,' batin Leon seraya menatap manik mata Adya, sorot matanya berbeda.


"Leon!" pekik Usagi yang berlari mendekati Leon yang sudah berubah menjadi kucing.


"Lo balik?" tanya Leon pada Usagi.


Usagi berhenti dan mengatur napasnya yang entah bagaimana kondisinya. "Huuh, iya."


"Eh, Adya? Bukannya lo udah pulang?" tanya Usagi pada Adya yang ada di hadapan mereka.


"Eng, iya. Aku balik karena  ada yang ketinggalan." Adya tampak canggung tepatnya gugup.


"Aku? Biasanya lo-gue. Beda banget," ucap Usagi mencurigai sosok Adya. Usagi mendekat dan menatap manik mata Adya yang berbingkaikan kacamata.


"Apaan, sih. Gue bawa kucing imut ini, ya." Adya mengambil Leon dan hendak membawanya.


"Eh! Biar gue aja. Lo lagi badmood, yang ada ntar Leon lo bacok!" Usagi menahan jalan Adya.


"Mana mungkin," elak Adya.


"Mungkin aja. Karena Leon sahabatnya, lo pasti kesel juga sama dia," jelas Usagi. "Biasanya lo gitu."

__ADS_1


"Eng, tapi---"


"Udah, siniin." Dengan cepat Usagi mengambil kucing itu dan membawanya pulang.


"Sial!" Kesal Adya. Eh, bukan Adya. Tapi dia si wanita bergaun hitam yang menyamar. Perlahan  wanita itu berubah menjadi dirinya, wanita bergaun hitam.


"Helena, kau hampir berhasil!" kesal wanita bergaun hitam lainnya.


"Aku tau, Valeria." Wanita bernama Helena itu mengepalkan tangannya.


"Untuk mempermudah penyamaran ini. Kau harus menyingkirkan Adya! Ingat dia halangan dalam penyamaranmu. Ada dua Adya! Kau tak akan bisa berkeliaran, lihat! Usagi bodoh itu mencurigaimu! Sikapmu, cara bicaramu. Cobalah untuk menyamainya dengan Adya asli. Adya asli sangat galak! Kau? Kau begitu lembut! Kejadian di toko buku itu, jika Adya dalam posisi itu, dia tak akan memaafkan Gerren, tapi dengan bodohnya kau justru memaafkannya. Dan akibatnya adalah kejadian saat taekwondo!"


"Tapi, kita berhasil mematik kebencian antara Adya dan Gerren lagi. Lagi pula, Gerren sangat tampan. Saat dia memohon, aku tak kuasa menatap bola matanya yang bulat," ucap Helena.


"Hentikan kebodohanmu! Ini hanya akan mengagalkan rencana kita untuk memanfaatkan kutukan itu." Valeria perlahan menghilang disusul oleh asap hitam yang mengepul.


"Adya, aku harus jadi Adya. Tapi, bagaimana? Meskipun aku berubah wujud, tapi sifatku tetap sama bukan? Mungkin, benar kata Valeria. Aku harus menyingkirkan Adya," ucap Helena pada dirinya sendiri. Perlahan Helena juga menghilang bagai asap hitam.


 


"Jadi, sikap Adya yang berubah\-ubah itu karena Helena. Bukan berubah\-ubah tapi Helena yang membuat sifat dan sikap Adya berbeda." Seorang wanita dengan gaun merah muda tampak  memantau dari jauh. Wanita itu pun menghilang setelah melihat Helena berubah bentuk. Sayangnya ia tidak mendengar semua perbincangan Valeria dan Helena yang berencana menyingkirkan Adya.


\*


"Sekarang, kita udah berdua. Gue mau minta sesuatu dari elo," ucap Leon yang kini berada dalam gendongan Usagi.


"Tapi gue mau minta sesuatu," ucap Leon memelas.


Tak! Usagi menjitak kepala mungil Leon hingga membuat pemuda itu meringis kesakitan. "Tega bener lo sama gue." Keluh Leon.


"Kalo lo ngomong sepatah kata lagi, gue lempar lo ke got!" ucap Usagi seraya menghentikan langkahnya tepat di dekat got sekolah dan sudah siap dengan posisi tubuh yang akan melemparkan Leon ke dalam got.


"Jangan! Ok, gue diem." Leon menenggelamkan wajahnya karena takut. Sungguh, tak terbayang jika ia masuk ke dalam got yang jorok itu.


"Sampai kapan, sih, lo jadi kucing gini?" tanya Usagi.


"Nggak tau, tergantung. Eh, lo bawa seragam gue, 'kan?" tanya Leon pada Usagi.


"Iya, ada di tas. Kalo mau berubah bilang. Ntar mata gue infeksi liat elo nggak pake baju!" tegas Usagi.


"Siap." Suasana kembali hening, tak ada yang memulai pembicaraan lagi. "Sailormoon, lo bantu gue buat cari jodoh, ya," kata Leon.


"Eh?" Usagi terkejut dan menatap kucing jelmaan Leon yang tengah menatapnya serius.


"Lo ini ganteng, gampang dapetin cewek. Kenapa harus gue bantuin. Lagian lo udah pengalaman banget, 'kan, soal cewek," ucap Usagi.


"Apa?"

__ADS_1


"Apanya?" tanya Usagi kembali.


"Lo bilang gue apa?" Sekarang Usagi sudah paham maksud playboy satu ini.


"Gue bilang, lo itu ganteng." Jujur, Usagi memang tengah jujur. Tak bisa dipungkiri soal ketampanan Leon, itu memang nyata. Dan Usagi tidak bisa berkata tidak untuk hal yang benar.


"Weees, mantap!" ujar Leon dengan bangganya. Dia merasakan hal yang aneh kembali lagi. Gawat! Dia akan kembali menjadi manusia. "Gue mau berubah!" ucap  Leon panik.


"Apa? Kita lagi ada di jalan raya! Dan ini rame! Kalo balik ke sekolah lagi jauh. Gimana, dong?" ucap Usagi tak kalah paniknya.


Tin! Tin! Suara klakson itu membuat Leon dan Usagi sedikit terkejut beserta lega karena yang mengklakson adalah Adya. "Adya!" pekik keduanya bahagia.


"Masuk!" ucap Adya yang baru saja keluar dari mobilnya. Usagi meletakkan Leon di jok belakang mobil dan memberikan pakaiannya pula.


"Kok dia bisa berubah? Apa dia godain cewek?" tanya Adya pada Usagi. Bukannya menjawab Usagi malah menatap Adya penuh curiga. "Lo kenapa, sih?" kesal Adya.


"Nah, ini baru gue nggak curiga!" ucap Usagi seraya menepuk pundak Adya.


"Apaan sih maksudnya?"


"Nanti gue ceritain ke elo." Usagi menepuk pundak Adya dengan senyum aneh miliknya.


"Oh, lo belom jawab pertanyaan gue," ucap Adya.


"Oh, iya. Soal Leon?" tanya Usagi berpura\-pura bodoh.


"Engga! Ya iyalah!"


"Gue nggak tau, sih kenapa, tapi pas Leon berubah bukannya lo ada di sana?" tanya Usagi.


"Gue? Gue udah pulang dari tadi."


"Iya, gue tau. Tapi lo balik karena ada yang ketinggalan."


"Gue nggak ada balik ke sekolah!" tegas Adya.


"Terus yang tadi siapa?" tanya Usagi. "Cara ngomongnya agak beda, sih," kata Usagi lagi.


"Jangan\-jangan, itu hantu bunian! Lo nggak liat mata kakinya ada atau nggak?" tanya Adya ikut panik.


"Nggak! Omegot! Gue jumpa hantu! Serem juga sekolah kita!" ucap Usagi dengan wajah paniknya. Usagi berjalan kesana kemari seraya mengigit jarinya. Ia terus berusaha menetralisir rasa takut yang mulai menggebu\-gebu.


"Gue udah selesai!" ucap Leon yang baru keluar dari mobil. Adya segera melemparkan kunci mobil ke arah Leon, membuat pemuda itu gelagapan menangkap benda kecil itu.


"Kita pulang, lo yang bawa!" titah Adya.


"Siap!" Leon meletakkan tangannya di keningnya, memberi hormat kepada Adya dengan sikap tegas.

__ADS_1


 


__ADS_2