
"Sejarah hidupku berubah saat bertemu denganmu, karena tanpa sadar hatiku menginginkan dirimu."
_Leon_
Leon berjalan menyisiri koridor yang ramai, Leon sedikit terusik dengan keramaian ini dan para siswi yang selalu menyapanya. Entah sejak kapan ia jadi anti cewek, dan tidak ingin lagi mendekati cewek lain.
Anehnya, ia merasa berbeda saat bersama Usagi, rasa yang berbeda ini belum pernah ia rasakan sebelumnya, entah kenapa, tapi Leon merasa ada yang aneh di hatinya. Saat bersama Usagi dan melihat tawanya ia merasa sangat bahagia dan jantungnya berdegup kencang, saat melihatnya bersama Rean hatinya merasa panas dan emosi.
"Lo mau apa?" tanya Gerren. Saat ini Gerren dan Leon saling berhadapan, duduk di meja yang sama, Leon sekarang hanya ingin meluapkan keanehan di hatinya, keanehan yang ia rasakan sejak kedatangan Usagi hingga sekarang ini.
Gerren menatap Leon yang tampak lusuh. "Lo kenapa, sih?" tanya Gerren lagi. Gerren memang merasa ada ya g aneh dengan Leon, sahabatnya ini berubah menjadi pendiam dan cenderung sering menghindari para gadis, ini tidak normal! Bagaimana bisa sosok Leon yang playboy bisa jadi anti pada gadis?
"Gue mau ngomong serius sama, lo." Leon kini angkat bicara, memulai curhatnya pada Gerren, hal ini belum pernah ia lakukan, karenanya, Leon merasa agak aneh dalam situasi ini.
"Tumben serius," sinis Gerren. Leon menghela napas kasar, siapa pun pasti heran dengan kedaannya sekarang, hal ini wajar.
"Gue, ngerasa akhir-akhir ini gue berubah," ujar Leon, memulai curhatnya.
"Iya, lo berubah." Gerren mulai penasaran, batinnya beranggapan mungkin ini saatnya ia mencari tahu alasan perubahan Leon.
"Gue juga nggak tau kenapa, tapi gue mau bilang kalau akhir-akhir ini setiap gue ngeliat Usagi rasanya bahagia banget, kalau dia jauh rasanya gue gelisah, rindu, pengen denger suara dia, dan juga, setiap gue liat dia sama Rean, gue ngerasa emosi, kira-kira gue kenapa? Soalnya gue nggak pernah ngerasain kayak gini." Gerren tercengang mendengar kalimat yang diucapkan Leon.
Ini adalah mukjizat, begitulah pikir Gerren. "Gue kenapa, ya?" tanya Leon pada Gerren.
Gerren tersadar dari lamunannya. "Lo jatuh cinta, bro, selamat!" Gerren menepuk pundak Leon dengan senyuman yang aneh dimata Leon.
"Hah?! Jatuh cinta? Ngarang lo, ya." Leon tidak terima atas hal ini, bagaimana ia bisa jatuh cinta pada sailormoon Indonesia itu.
"Buktinya lo ngerasain semua itu, udah jelas kalau lo jatuh cinta sama dia," jelas Gerren sekali lagi.
"Nggak mungkin! Gue nggak percaya, ini pasti penyakit mental, lebih baik gue ke psikolog aja, nanti," putus Leon. Pemuda itu tampan sangat gelisah dan tidak terima atas ungkapan kata Gerren.
__ADS_1
"Bocah SD juga bakalan tahu kalo lo itu jatuh cinta, **** banget, sih! Gue kira lo pakar cinta, ternyata playboy lo itu nggak ngasih pelajaran cinta apa pun." Leon meringis mendengar kalimat yang diucapkan Gerren.
"Alah! Kayaknya gue udah salah curhat sama, lo!" Leon akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan Gerren yang malah menertawakan dirinya, menyebalkan.
Gerren tersenyum pahit seiring kepergian Gerren. "Harusnya lo bahagia, lo udah nemuin Usagi," ucap Gerren pada dirinya sendiri.
***
Leon terus berjalan, ia tidak tahu ingin kemana lagi sekarang, hatinya kacau saat mengingat perkataan Gerren. Kenapa ia bisa jatuh cinta dengan Usagi? Bagaimana bisa? Jelas-jelas Usagi bukanlah tipenya.
"Leon!" Segenap kebahagiaan memasuki hati Leon yang galau. Leon berbalik menatap Usagi yang mendatanginya. Leon menyiapkan sebuah senyuman sebelum ia berbalik menatap Usagi.
Selesai! Leon sudah mengatur senyum dan keadaan hatinya, Leon akhirnya berbalik dan ... ah? Apa yang ia lihat? Usagi bersama dengan Rean yang datang menghampirinya.
Wajah bahagianya memudar, senyuman pahit terlihat jelas di wajahnya. "Ada apa?" tanya Leon dengan cepat.
"Ini berkas yang lo suruh kemarin, jadi semuanya udah selesai, dari rancangan acara, uang masuk, dan...."
"Ok, gue paham, makasih!" Leon menghentikan ucapan Usagi dan segera pergi dari sana, sungguh hatinya sangat panas begitu melihat kebersamaan mereka.
"Nggak peka banget, sih, lo." Rean menyentil kening Usagi membuat gadis itu mengaduh karena sakitnya.
"Peka gimana? Gue nggak paham," ujar Usagi, tangannya masih mengelus kepalanya yang terasa sakit.
"Gue, sih, nggak bisa jelasinnya mungkin, orang lain bisa. Kalo gitu gue ke kantor OSIS dulu, bye!" Rean berjalan pergi meninggalkan Usagi yang masih bingung dengan perasaannya. Sudah lama memang Leon dan Usagi bersama, tapi kebersamaan itu penuh dengan pertengkaran, tidak ada yang istimewa sama sekali.
Ah! Kenapa Usagi harus mengingat semua memori itu, Usagi menggelengkan kepalanya, ia memejamkan matanya, mengatur napas agar hatinya sedikit tenang.
"Sagi!"
"Aaaa!" Usagi menjerit keras begitu seseorang menepuk pundaknya, membuatnya kaget bukan kepalang.
__ADS_1
"Lo kenapa, sih?!" sinis Adya, ya, yang mengagetkan Usagi adalah Adya.
"Nggak kenapa-kenapa, cuma lagi bingung, aja," ucap Usagi.
"Ada masalah apa? Cerita, aja," saran Adya, Usagi tersenyum sumringah dan segera menarik tangan Adya, membawa gadis itu pergi dari koridor sepi itu.
"Mau kemana?"
"Diem, pasrah aja." Usagi menarik tangan Adya terus, tanpa memberinya kesempatan untuk pergi.
***
Brak!
"Apa?!" Adya menggebrak meja membuat seisi kantin menatap mereka. Adya yang menyadari dirinya yang menjadi pusat perhatian langsung tersenyum canggung dan kembali duduk.
"Lo serius ngerasain perasaan aneh ini semua?" tanya Adya kini dengan nada lembut.
Usagi menganggukkan kepalanya yakin. "Gue kenapa, ya?"
Adya memejamkan matanya, menghela napas kasar, Adya kini paham sahabatnya Usagi memang gadis yang tidak peka. "Itu tandanya lo suka sama Leon."
"Apa?!" Usagi memekik keras hingga membuatnya menjadi pusat perhatian, untuk kesekian kalinya kedua sahabat itu menjadi perhatian.
"Serius?" Usagi berbisik meminta penjelasan.
Adya mengangguk mantap. "Itu udah pasti," jawab Adya.
"Nggak percaya, gue, ih! Ini nggak mungkin, yang bener aja gue jatuh cinta sama playboy kelas kakap kayak dia." Usagi yang merasa tidak mendapatkan solusi dari Adya segera pergi untuk mencari pencerahan lain.
Masih aneh jika dirinya akan jatuh cinta dengan Leon yang seperti itu, tapi setelah dipikirkan, Leon telah membawanya dari masa lalu yang kelam, Leon tanpa sadar telah menggiringnya dari bayangan masa lalu yang membawa derita.
__ADS_1
Apakah baik jika ia jatuh cinta pada Leon? Tapi dengan ini Usagi telah melupakan semua masa lalu, tapi Leon seorang playboy, bisa jadi suatu hari nanti Usagi akan merasakan perihnya patah hati yang lebih parah sakitnya. Usagi terus saja berpikir, hati dan pikirannya benar-benar bertentangan.
Hatinya berkata untuk menerima cinta ini, tapi pikirannya membawa logika untuk resiko dari mencintai sosok Leon sendiri. Sekarang apa yang harus dilakukan?