LATE IN LOVE

LATE IN LOVE
episode 10


__ADS_3

Mamanya Shaka sering kali melihat anaknya yang suka melamun akhir-akhir ini.Mamanya Shaka paham betul perasaan anaknya itu.Ketika Shaka sedang melamun di dalam kamarnya.Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka,seketika Shaka menoleh dan mendapati Mamanya berdiri di depan pintu kamarnya.Sambil tersenyum Mamanya masuk ke dalam kamar Shaka dan duduk di sebelah putranya yang nampak sedih.


"Sudah ya nak jangan terlalu dipikirin. Itu artinya Elisa bukan yang terbaik buat kamu." ucap Mamanya Shaka menenangkan perasaan Shaka yang mungkin sedang kacau.


Hanya mengangguk pelan tanpa berkata Shaka membuat Mamanya merasa lega.Di dalam hati Shaka pun sebenarnya merasakan sakit yang dalam.Mengingat Elisa adalah wanita yang dicintai.Shaka berusaha untuk membenci tapi semakin dia membenci tapi semakin dia merasakan sakit dalam hatinya.


"Mama sudah tahu dari awal kalau wanita itu hanya suka dengan kemewahan. Makanya Mama dari dulu nggak suka sama dia." lanjut Mamanya Shaka mencoba lagi untuk membuat Shaka membuka pikirannya.


"Tapi kenapa harus dengan Om Hendra sih Ma?" tanya Shaka yang masih bingung dengan apa yang terjadi.


Hendra adalah Adik satu-satunya dari Almarhum Papanya Shaka yang tinggal di Luar Negeri.Hendra juga yang selama ini dekat dengan Shaka.Tapi tak menyangka bahwa Om nya lah yang merebut pacarnya.Tapi baik Hendra maupun Elisa nggak tahu hubungannya dengan Shaka.Sampai pada beberapa hari lalu,Hendra pulang dan memperkenalkan Elisa kepada Kakak Iparnya dan juga kepada Shaka.


Mamanya Shaka merasa iba melihat kesedihan Shaka lalu memeluknya dan mencium kening Shaka dengan lembut."Ini cara Tuhan menunjukan bahwa dia bukan orang yang baik untuk kamu. Kenapa dia memilih Om Hendra? Karena,kamu pikir pakai logika kamu. Om Hendra itu pengusaha kaya raya pastilah wanita itu mau sama Om Hendra karena hidupnya pasti akan terjamin dan hidup dalam kemewahan. Itu yang diinginkan setiap wanita seperti Elisa itu." jelas Mamanya panjang kali lebar supaya Shaka bisa sadar dan melihat apa yang dia anggap baik itu belum tentu baik.


Shaka terdiam sesaat setelah akhirnya dia menganggukan kepalanya pelan."Iya Ma,Shaka paham sekarang. Kalau gitu Shaka mau istirahat dulu ya Ma?" ucap Shaka mengode Mamanya supaya keluar dari kamarnya.Dengan tersenyum Mamanya menurut tapi sebelum keluar Mamanya kembali mencium kening Shaka dan mengucapkan selamat malam.


Setelah Mamanya keluar dari kamarnya.Shaka mencoba untuk memejamkan matanya tapi tidak bisa.Dalam pikirannya masih dipenuhi dengan pertanyaan tentang kenapa Elisa bisa jadi seperti sekarang.Tapi tiba-tiba saat Shaka masih bertanya-tanya terlintas sekilas senyuman Ghea di pikirannya.Shaka membulatkan matanya karena kaget di dalam pikirannya bisa terlintas senyuman Ghea.Shaka memiringkan tubuhnya dan memeluk guling yang ada disampingnya.Bibirnya mengembang ketika teringat pertengkarannya dengan Ghea dan ledekan serta canda tawanya Ghea.


"Eh,kok gue bisa mikiran cewek rese itu sih?" gumamnya ketika tersadar dengan mengacak-acak rambutnya sendiri.Lalu mencoba kembali memejamkan matanya masih dengan tersenyum dan mengingat senyuman Ghea.


Pagi harinya sinar surya menembus ke dalam kamar Shaka melalu jendela kamarnya yang terlindungi oleh kaca.Dengan malas Shaka membuka matanya dan melirik jam di dinding.Betapa kagetnya Shaka melihat jam sudah menunjukan pukul 6.30.Shaka langsung beranjak dan melesa ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap ke sekolah.Dengan tergesa-gesa Shaka berlari ke ruang makan tapi hanya untuk berpamitan ke Mamanya.

__ADS_1


Sementara di sekolah seperti kemarin,Ghea berangkat bareng Ansel.Sesampainya di sekolah Ansel memarkirkan mobilnya dan Ghea berjalan menuju kelasnya.


"Ghea..." panggil Ella yang berlarian dari arah belakang.Seketika Ghea menoleh dan tersenyum menunggu sahabatnya itu yang mulai mendekat.


"Lo bareng Ansel lagi?" tanya Ella dengan nafas yang masih terengah-engah.Ghea menganggukan kepalanya dan juga tersenyum.


Kedua sahabat itu kembali menoleh tatkala mendengar panggilan dari arah belakang juga yang ternyata adalah Citra.Setelah mendekat mereka lalu melanjutkan langkah mereka menuju kelas.Tapi ditengah jalan tepatnya di koridor mereka dicegat oleh Kakak-Kakak kelas mereka yang sering nongkrong disitu.


"Hai Ghe,ntar siang pulang bareng gue ya?" ajak salah satu dari mereka.Tapi,Ghea tidak menjawab hanya tersenyum kecil dan meminta mereka untuk membuka jalan buat mereka.


Namun,Kakak-Kakak kelas itu malah tertawa dengan masih menggoda Ghea dan kedua temannya.Bahkan salah satu dari mereka ada yang tingkah kurang ajar dengan memegang tangan Ghea dan temannya.Secara reflek Ghea langsung menepis tangan Kakak kelas itu dengan marah.


"Lihat,dia masih tetap cantik meskipun marah." ucap Kakak kelas itu sambil mencolek dagu Ghea.Tapi,dengan cepat Ghea menhindar.Tiba-tiba tangan Kakak kelas itu dipegang orang yang Ghea kenal yaitu Shaka.Dengan tatapan tajam Shaka memelintir tangan Kakak kelas itu.Dan singkatnya perkelahian tak bisa dihindari.Shaka di keroyok oleh Kakak kelas itu tapi Shaka masih bisa melawan.


"Stop! Kalau nggak gue aduin ke Kepala Sekolah." seru Ghea yang nggak mau terlibat dengan kasus itu kalau sampai Guru BK tahu.


Ghea lalu menarik tangan Shaka menjauh sebelum semakin banyak kerumunan yang datang.Disusul oleh Ella dan Citra dibelakang mereka.Sementara dari kelasnya Ansel,Ansel melihat kejadian itu dengan tersenyum kecil.Ansel memastikan kalau Shaka punya perasaan sama Ghea.Karena setahu Ansel,Shaka terhitung orang yang cuek dengan urusan orang lain.Tapi siapa sangka demi melindungi Ghea,dia sampai dikeroyok seperti itu.


Sedangkan dikelasnya Ghea,Ghea mengobati luka Shaka dengan mengomel.Ghea memarahi Shaka yang bertindak terlalu gegabah.Karena,pasti dengan kejadian itu akan meyulut permusuhan antara Shaka dengan Kakak kelasnya.


"Kok malah ngomel sih? Bukannya makasih." sewot Shaka menatap Ghea yang terus saja mengomel.

__ADS_1


"Makasih. Puas? Lagian kenapa sih gegabah gitu?" tanya Ghea masih mengobati luka di pipi Shaka.


"Dia gangguin lo masa iya gue diam aja. Ntar gue dibilang calon suami yang nggak bisa lindungin istrinya." jawab Shaka dengan pelan supaya tidak terdengar yang lain.


Ghea terbelalak mendengar jawaban Shaka apalagi saat Shaka menyebutkan kata istri membuat Ghea menggigit bibir bawahnya menahan senyum.Tapi tiba-tiba Ghea tersadar dan kembali berkata "Mereka juga nggak akan berani macem-macem. Ini kan di sekolah." ucap Ghea.


"Tapi pasti mereka juga bakal gangguin lo terus atau bahkan lebih parah lagi saat di luar sekolah." ucap Shaka yang terdengar sedikit khawatir.


"Tapi kan mereka juga nggak bakal diam. Mereka pasti balas dendam ke lo. Gue nggak mau lo kenapa-napa." ucap Ghea sambil menempelkan plester di pipi Shaka.


Seketika Shaka menatap Ghea yang begitu dekat dengan dia."Lo khawatirin gue?" tanya Shaka tiba-tiba membuat Ghea melototkan matanya.


"Nggak usah kepedean!" ucap Ghea mempelkan plester dengan kasar ke Shaka membuat Shaka mengeluh kesakitan.


"Lo juga sih suka tebar pesona jadi mereka pada gangguin lo!" ucap Shaka sewot sambil menahan sakit di pipinya.


"Tebar pesona kepala lo!" ucap Ghea mendorong kepala Shaka pelan.Sementara Ella dan Citra sudah ke kantin dari tadi.Karena nggak mau melihat pertengkaran Ghea dan Shaka.


"Terus kenapa mereka gangguin lo?" tanya Shaka menatap Ghea.


"Mungkin karena gue cantik." ucap Ghea dengan PD nya sambil terbahak.Sementara Shaka memutar bola matanya dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kepedean calon istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2