LATE IN LOVE

LATE IN LOVE
episode 14


__ADS_3

Orang Tua Ghea dan Mamanya Shaka khawatir dengan perjodohan anak-anak mereka.Karena,Ghea dan Shaka memiliki pacar masing-masing.Makanya,mereka berencana mempercepat pertunangan anak-anaknya secara resmi.Bahkan kalau bisa mereka akan segera dinikahkan.


"Nggak Ma,Pa. Ghea nggak setuju dengan ide Papa sama Mama. Ghea masih sekolah masih kepengen main,menghabiskan masa muda Ghea." ucap Ghea dengan marah ketika mendengar rencana Papa dan Mamanya.


Masih dengan sedikit marah dan ngedumel Ghea meninggalkan ruang tamu berjalan menuju kamarnya.


Sementara di lain tempat Shaka juga protes kepada Mamanya yang akan mempercepat pernikahannya dengan Ghea.Mengingat dirinya yang masih seorang pelajar kelas 2 SMA.


"Shaka menolak Ma," suara Shaka dengan tegas.


"Tapi nak,cepat atau lambat kalian juga harus nikah." ucap Mamanya meyakinkan.


Adapun alasan kenapa Orang Tua Shaka dan Ghea mempercepat pernikahan adalah anak-anak mereka yang sudah punya pacar masing-masing.Sedangkan yang mereka inginkan adalah Shaka dan Ghea saling mengenal lebih dekat sebelum pernikahan.Orang Tua itu juga takut kalau-kalau mereka terjerumus kedalam pergaulan yang salah.Meski itu sangat kecil kemungkinan.


Shaka yang sedang menenangkan pikirannya di halaman depan dengan angin yang sepoi-sepoi laget ketika seorang wanita mendekat.Ketika melihat wanita itu mata Shaka memancarkan kebencian yang sulit untuk di ungkapkan.


"Ada apa?" tanyanya dengan ketus.


Wanita itu tidak menjawab tapi langsung duduk di samping Shaka."Gimana kabar kamu?" tanya wanita itu yang tak lain adalah Elisa.


Selama di Indonesia Elisa dan suaminya,yang adalah Omnya Shaka,tinggal di rumah Shaka.Dengan ketus Shaka menjawab pertanyaan Elisa,"Seperti yang lo lihat."


Elisa tersenyum getir merasakan hawa dingin yang menusuk ke setiap lubang pori-pori kulitnya.Di tambah dengan kedinginan pria yang dia puja beberapa tahun lalu.


"Maaf..." suara Elisa terasa berat ketika dia mengucapkan kata itu.Cairan putih bening sudah menumpuk disudut matanya.


Shaka berusaha tidak mendengar ucapan wanita yang dia anggap sebagai pengkhianat itu.Dia memilih untuk berdiri dan meninggalkan wanita itu membeku bersama dinginnya angin malam.


Setelah berbaring diatas kasur kamarnya.Shaka kembali teringat kata 'maaf' yang di ucapkan wanita itu.Dia tersenyum dengan getir,mengingat betapa sakit hatinya ketika dia tahu bahwa wanita yang selama 3 tahun dia tunggu dan selama beberapa tahun dia cintai.Muncul dan memperkenalkan dirinya sebagai istri dari Om nya.


"Gue nggak akan maafin seorang pengkhianat." gumamnya dalam kemarahannya terhadap masa lalu yang pahit.Dalam perangnya melawan masa lalu Shaka mencoba memejamkan matanya setelah akhirnya dia tertidur.

__ADS_1


****


Di hari Minggu yang begitu cerah dengan mentari yang menyapa secara hangat.Sepasang anak manusia duduk dengan begitu dekat di sebuah taman.Begitu bahagia dengan canda tawa.


"Ghe,makasih ya." ucap Ansel kepada Ghea aambil meraih tangannya.


"Makasih buat?" tanya Ghea yang tidak paham dengan maksud lelaki pujaannya itu.


Dengan senyuman yang begitu hangat Amsel berucap "Karena lo udah mengisi hari-hari gue," ucap Ansel dengan pelan dan selaras dengan irama detak jantungnya.


Senyum simpul tersungging dibibir wanita berkulit sawo matang itu."Gue cinta sama lo." ucap Ghea yang pastinya membuat Ansel begitu senang dalam hatinya.


Ansel adalah seorang lelaki berkuit putih bersih,dengan lesung pipit di kedua pipinya menambah ketampanannya.Dengan bermodalkan fisik yang apik tidak sulit bagi dia untuk menakhlukan hati para wanita.Tapi semenjak bertemu dengan Ghea seolah hidupnya itu hanya ada Ghea.Dia kehilangan minat dengan wanita lain.


"Gue juga cinta sama lo." bisik pemuda itu yang membuat garis senyum diwajah wanita yang ada disampingnya.


Meski bahagia bersama Ansel tapi dalam hati Ghea terjadi perang batin.Apakah dia akan jujur kepada lelaki pujaannya itu.Bahwa dia sudah dijodohkan dengan Shaka.Atau harus menyembunyikan kenyataan untuk sementara waktu.Bingung dan sedih.


Lagi dan lagi dengan senyuman yang hangat Ansel menganggukan kepalanya.Terlihat begitu sangat bahagia.


Ghea mempersilahkan Ansel untuk duduk di ruang tamu.Sementara dirinya mengambil minuman buat Ansel.Papa Ghea terlihat ramah kepada Ansel begitu juga Mamanya.Tapi ada kekhawatiran dalam hati mereka terhadap putrinya.


"Kalau gitu gue pulang dulu ya?" pamit Ansel ke Ghea,setelah hampir satu jam menemani Ghea mengobrol.


"Iya," jawab Ghea dengan lembut.


Selepas Ansel meninggalkan rumah Ghea.Papanya kembali mengingatkan bahwa Ghea akan segera menikah.Ghea kembali marah dan langsung masuk ke kamar tanpa menjawab perkataan Papanya.


Ghea mebolak balikan badannya di atas kasur berpikir bagaimana caranya supaya rencana pernikahannya bisa diundur kalau bisa dibatalin.Tiba-tiba dia teringat Shaka,karena pernikahan itu Shaka juga terlibat.Ghea memgambil telepon genggamnya lalu melakukan panggilan ke Shaka.Mengajak Shaka untuk bertemu,bermaksud memikirkan cara untuk menunda pernikahan mereka.


"Apa rencana lo?" tanya Shaka yang baru saja tiba.Ghea sengaja memilih taman dengan pemandangan danau yang indah dan pepohonan yang rindang.Agar bisa berpikir secara jernih.

__ADS_1


"Gimana kalau kita pura-pura pacaran?" Ghea mengusulkan idenya dengan nada tertekan.Karena dia tahu Shaka pasti langsung akan menolak.Tapi,itu adalah pilihan terakhir menurut Ghea.


Tanpa diduga Shaka tersenyum diam-diam.Shaka menoleh dan menatap Ghea yang sedang dalam mood buruk.


"Pengen banget jadi cewek gue?" tanya Shaka dengan tersenyum,bermaksud menggoda Ghea.


Ghea menoleh dengan cepat dan melihat Shaka yang sudah tersenyum disampingnya.Tanpa menjawab Ghea lenhsung berdiri dan ingin meninggalkan lelaki yang ke GR an itu.Tapi ketika dia berdiri,Shaka menangkap tangannya san menariknya supaya duduk lagi.


"Bercanda doang,gitu aja ngambek lo. Kayak emak-emak aja lo." suara Shaka meledek Ghea dan langsung dapat pukulan di lengannya.


"Gimana? Setuju nggak dengan ide gue?" tanya Ghea tanpa menghiraukan erangan Shaka disampingnya.


"Kita pura-pura aja di depan Orang Tua kita. Jujur,gue belum siap kalau harus nikah cepat." suara Ghea lagi tanpa menunggu jawaban Shaka.


Shaka terdiam sejenak,sejujurnya dia juga belum siap untuk menikah cepat.Karena,dia masih muda bahkan masih pelajar.


"Oke,gue setuju jadi pacar lo." ucap Shaka setelah terdiam beberapa saat.


"Pacar bohongan!" Ghea menegaskan.


"Iya,iya pacar bohongan. hmm gitu aja ngegas." jawab Shaka dengan tersenyum dan mendorong tubuh Ghea pelan.


"Iyalah,gue kan udah punya pacar sendiri." ucap Ghea bangga sambil menjulurkan lidahnya bermaksud pamer ke Shaka.


"Pacar playboy aja lo banggain." ucap Shaka mendengus.


Mendengar pacarnya dihina Ghea merasa tidak terima.Ghea memcubit lengan Shaka membuat Shaka kesakitan.


"Minta maaf nggak lo!" ucap Ghea kejam.


"Nggak,itu kenyataan." ucap Shaka masih menegerang kesakitan.Tapi Ghea semakin ganas mencubit lengan Shaka.

__ADS_1


__ADS_2