LATE IN LOVE

LATE IN LOVE
episode 13


__ADS_3

"Ntar malam Mama ngajak lo makan malam di rumah. Mama ulang tahun." ucap Shaka mendekati Ghea yang duduk sendirian di dalam kelas.Temannya yang lain pada ke kantin.


"Oke." ucap Ghea dengan senang.


"Tumben nggak nolak?" tanya Shaka yang aneh dengan sikap Ghea.


"Elo ya,gue nolak lo protes sekarang giliran gue terima lo juga protes.Mau lo apa sih?" tanya Ghea balik dengan marah.


"Mau gue lo putus sama Ansel sekarang." ucap Shaka menatap Ghea.


"Heh kampret kenapa lo jadi ngatur-ngatur gue? Oh,gue tahu lo cemburu karena gue jadian sama Ansel kan?" tanya Ghea menatap Shaka dengan tajam.


Shaka yang merasa gengsi mendorong kepala Ghea "GR banget. Gue cuma nggak mau lo kasih Ansel harapan karena pada akhirmya lo harus nikah sama gue." jawab Shaka.


Ghea menghela nafas dalam-dalam.Itu juga yang menjadi beban pikiran Ghea.Dia nggak mau dianggap PHP-in Ansel tapi dia juga nggak bisa bohongin hatinya sendiri kalau dia suka sama Ansel.Tapi tetiba Ghea teringat Om nya Shaka yang beberapa hati lalu main ke rumahnya.


"Istri Om lo masih muda banget ya?" tanya Ghea yang membuat raut wajah Shaka berubah.Shaka pun tanpa menjawab langsung berdiri dan keluar dari kelas dengan muka yng ditekuk.


"Ish aneh lo. Dasar cowok stres." seru Ghea yang nggak tahu kenapa dengan Shaka tiba-tiba seperti orang marah.Tak lama kemudian Ghea pun menyusul keluar dari kelas dan melihat Ansel yang berjalan menuju kelasnya.


"Hai mau kemana?" tanya Ansel dengan begitu manis.


"Mau ke kantin." jawab Ghea tersenyum senang.


"Yuk bareng." ajak Ansel berjalan bersama Ghea.Mereka menuju kantin dengan bergandengan tangan dan itu membuat wanita-wanita yang mendambakan Ansel jadi geram.


"Ciee gandengan mulu." seru Ella begitu Ghea dan Ansel sampai di kantin.


"Berisik lo." ucap Ghea mendorong kepala Ella pelan.


"Iyalah masa kalah sama truk? Truk aja gandengan." sahut Ansel dengan tertawa.Ansel menyuruh Ghea duduk sementara dia yang akan memesankan makanan untuk kekasihnya itu.Ghea merasa senang karena memiliki seorang pacar yang begitu perhatian.


"Ghea sama Ansel tuh pasangan yang sangat serasi ya?" ucap Lika memuji keserasian Ghea dan Ansel.

__ADS_1


"Ah Ghea nggak tahu kalau si Ansel tuh buaya darat." ucap Rendi yang emang nggak suka dengan Ansel.


"Jangan ngomong gitu lagi ntar Ghea beneran marah." ucap Rista yang tidak mau merusak kebahagian sahabatnya.


Sedangkan Shaka yang tidak tahu kenapa hatinya terasa nyeri langsung berdiri dan meninggalkan kantin begitu saja.Lalu bertemu dengan Lily,cewek yang sudah lama naksir sama Shaka.


"Mu kemana Kha?" tanya Lily saat berpapasan dengan Shaka di depan kantin.


"Mau ke kelas gue," jawab Shaka dengan sedikit dingin.Tapi kemudian Shaka memikirkan rencana untuk membalas Ghea yang sudah duluan jadian sama Ansel.


"Ntar malam ada acara nggak?" tanya Shaka dengan lembut.


"Emm. . Enggak ada emang kenapa?" tanya Lily yang sudah tahu kalau Shaka pasti akan mengajaknya kencan.


"Ntar jam 7 gue jemput di rumah lo ya? Mama gue ulang tahun,gue mau kenalin lo ke Mama gue." ucap Shaka yang seketika membuat Lily kegirangan.Tanpa berpikir lagi Lily mengiyakan permintaan Shaka.Karena,emang itu adalah impiannya sejak kenal sama Shaka.


Shaka lalu melanjutkan langkahnya kembali ke kelas.Lily menatap punggung leleki pujaannya dengan senang."Akhirnya lo lihat gue juga." gumam Lily masih tersenyum senang.


Tidak tahu apa tujuan Shaka ajak Lily ke ulang tahun Mamanya nanti malam.Tapi itu sudah sangat membuat Lily kesenangan.


Tiba malam harinya Ghea pergi ke rumah Shaka bersama kedua Orang Tuanya.Mamanya Shaka senang melihat calon menantunya mau datang di acara ulang tahun yang diadakan secara sederhana itu.Cuma ada Ghea,Orang Tua Ghea,dan juga Hendra beserta istri mudanya.


"Shaka kemana Tan?" tanya Ghea yang sedari datang tadi belum melihat batang hidung Shaka.


"Keluar bentar katanya sayank," jawab Mamanya dengan sangat lembut.Ghea hanya menganggukan kepalanya.


Tak lama kemudian Shaka tiba bersama Lily disampingnya.Ghea dan Elisa membulatkan matanya,kaget melihat Shaka yang datang bersama seorang wanita.Mamanya dan juga Orang Tua Shaka tak kalah kagetnya.Tapi mereka merasa lega ketika Shaka memperkenalkan wanita yang bersamanya hanya sebagai teman.


"Oh bagus deh kalau gitu. Karena meskipun kalian pacaran,wanita yang kamu nikahi kelak hanyalah Ghea." ucap Mamanya Shaka dengan tegas.


Lily tersentak dengan ucapan Mamanya Shaka.Apa maksud Shaka mau memperkenalkan dia ke Orang Tua nya.Lily tidak tahu maksud Shaka.


"Maafin Shaka ya nak?" ucap Mamanya Shaka merasa tidak enak hati dengan Orang Tua Ghea dan Ghea juga.

__ADS_1


"Nggak apa-apa kok Tan," jawab Ghea sambil tersenyum kecil.Ghea merasa biasa aja karena emang dari awal dia tidak punya perasaan ke Shaka.Dia mau menerima perjodohan itu karena tidak mau mengecewakan kedua Orang Tua nya.


Elisa diam-diam menatap tak suka ke arah dan Lily yang mampu merebut perhatian Shaka dan Mamanya.Selama dia pacaran dengan Shaka,Mamanya selalu acuh terhadapnya.Bahkan terkesan menolak hubungannya dengan Shaka.


Ghea merasakan jenuh dengan acara Orang Tua itu.Apalagi Shaka lebih sibuk mengobrol dengan Lily membuat Ghea merasa bosan.Ghea hanya duduk di sofa sambil mainan ponselnya.Satu-satunya yang membuat dia bisa tersenyum adalah chattingan sama Ansel.


"Nggak makan lo?" tanya Shaka tiba-tiba mengambil duduk disamping Ghea.


"Nggak lapar gue," jawab Ghea singkat masih fokus dengan ponselnya.Karena merasa dicuekin oleh Ghea,Shaka pun dengan jahil merlngambil ponsel dari tangan Ghea.Dan itu membuat Ghea ngomel-ngomel dan berusaha merebut ponselnya lagi.Tapi dengan sigap Shaka menghindar sehingga terjadilah saling rebut.


"Kha!" seru Lily pelan.Shaka sejenak menoleh dan kesempatan Ghea merebut lagi ponselnya.


"Dasar cowok stres." omel Ghea kemudian menjauh dari Shaka dan Lily.Ternyata Lily meminta Shaka untuk mengantarnya pulang.Sementara Ghea masih dengan jenuh menunggu Orang Tua nya yang sedang mengobrol dengan Mama dan Om nya Shaka di ruang kerja Mamanya.


"Hai," sapa Elisa tiba-tiba mendekati Ghea dan duduk disebelah Ghea.


"Hai Tante," sapa balik Ghea dengan senyum.


"Kamu sudah lama kenal sama Shaka?" tanya Elisa tanpa basa basi.


"Ya belum lama sih Tan. Sejak kita satu sekolah ini aja kenalnya." jawab Ghea santai dan masih dengan ketak ketik ponselnya.


"Kamu suka sama Shaka? Kok mau menerima perjodohan itu?" tanya Elisa seolah ingin tahu alasan kenapa Ghea mau menikah dengan Shaka.


"Nggak,gue udah punya cowok. Shaka juga udah punya cewek. Tante tahu ndiri tadi." jawab Ghea dengan cepat.


"Kalau nggak cinta kenapa mau menikah? Emang akan bahagia kalau pernikahan tanpa cinta?" ucap Elisa lebih jauh lagi.


Ghea menghentikan jemarinya yang masih asyik mengetik.Seketika dia menoleh ke arah Elisa yang menurut Ghea,kepo.Lalu dengan tersenyum sinis Ghea kembali melihat ponselnya.


"Tante bahagia nggak nikah sama Om Hendra? Gue nggak yakin kalau Tante cinta sama Om Hendra." ucap Ghea yang membungkam Elisa seketika.


Sebenarnya Elisa masih belum rela aja Shaka menikah dengan wanita lain.Alasannya simple,karena dia masih cinta sama Shaka.Tapi,Elisa terlalu egois untuk mengekang Shaka dengan cintanya karena dia sendiri juga sudah menikah.Dan suaminya itu adalah Om nya Shaka sendiri.

__ADS_1


Dari balik pintu Shaka yang sudah kembali dari mengantar Lily,tidak sengaja mendengar percakapan kedua wanita itu.Shaka tersenyum kecil melihat Elisa yang terdiam dengan pertanyaan Ghea yang terakhir.


"Dasar cewek rese." gumam Shaka dengan tersenyum senang.


__ADS_2