
Setelah berbohong kepada Orang Tua masing-masing.Ghea dan Shaka tiap hari berangkat ke sekolah bersama.Meskipun sampai di tengah jalan Ghea turun dan bareng sama Ansel.
Ansel sebenarnya juga curiga kenapa Orang Tua Ghea lebih suka sama Shaka daripada dirinya yang adalah pacar resmi Ghea.Sedangkan sampai sejauh ini Ghea juga belum bisa ngomong yang sebenarnya ke Ansel.Ghea terlalu takut kalau Ansel akan terluka atau marah.
"Makasih ya Kha?" ucap Ghea ketika turun dari motor Shaka dan pindah ke mobil Ansel yang sudah menunggunya.
"Iya," jawab Shaka singkat lalu melajukan motornya menuju sekolah.
"Ntar malam main yuk! udah lama nggak main!" ajak Ansel.
"Boleh." jawab Ghea dengan tersenyum.
"Asyik. Ntar gue jemput jam 7." ucap Ansel kesenangan.
"Eh,ntar lo nunggu di depan komplek aja." jawab Ghea yang nggak mau Papanya tahu kalau dia masih pacaran sama Ansel.
"Kenapa sih? Kok akhir-akhir ini gue nggak boleh main ke rumah lo?" tanya Ansel sedikit kesal.
Ghea yang menyadari kekesalan Ansel,meraih tangan Ansel dan menatapnya."Maafin gue ya,Papa gue ngelarang gue pacaran." jawab Ghea dengan sedih.
"Tapi kok Shaka boleh jemput lo?" tanya Ansel lagi yang kali ini sulit buat Ghea menjawabnya.
"Iya,Shaka kan masih saudara gue." jawab Ghea yang mungkin Ansel pun sulit untuk percaya.Karena,tidak mau mempermasalahkan lagi Ansel pun menerima jawaban Ghea.
Shaka yang sudah sampai di sekolah lebih dulu.Memarkirkan motornya dan melangkah menuju kelas.Tapi terhenti karena panggilan Lily.Saat itu Lily merasa sangat bahagia karena dia berpikir Shaka mulai menyukai dia.Terbukti saat Ulang Tahun Mamanya,dia diajak dan dikenalin.Terlepas dari omongan Mamanya Shaka yang memberitahu kalau Shaka dijodohkan sama Ghea.
"Ntar malam keluar yuk Kha!" ajak Lily.
"Gue nggak bisa,gue udah ada janji." jawab Shaka beralasan tapi tetap dengan tersenyum.
"Oh," gumam Lily sedikit kecewa.
Meskipun begitu Lily masih senang hanya jalan bareng Shaka ke kelas.Tapi tiba-tiba Ghea berlari dari belakang dan menarik tangan Shaka menjauh dari Lily.
"Gue mau ngomong!" ucap Ghea tiba-tiba mengagetkan Shaka dan membuat Lily merasa tak suka.
"Kenapa sih?" tanya Shaka yang tangannya masih di pegang Ghea.
__ADS_1
Setelah menemukan tempat yang agak sepi Ghea buru-buru melepas tangan Shaka dan meniup tangannya sendiri seolah dia jijik telah memegang Shaka.
"Sialan lo!" omel Shaka menjitak kepala Ghea.
"Kampret lo." Ghea mengusap kepalanya.
"Kenapa?" tanya Shaka.
"Kha ntar malam jemput gue ya! Gue mau dinner sama Ansel." ucap Ghea memohon.
"Nggak mau gue." jawab Shaka,menolak dengan tegas.
"Ah Shaka,please!" ucap Ghea dengan manja dan pose memohon.Entah kenapa Shaka terlihat senang ketika melihat Ghea bermanja ke dia.Apalagi saat Ghea bertingkah kekanakan Shaka merasa gadis itu unik.
"Nggak mau ya nggak mau. Gue capek." ucap Shaka masih menolak.Akan tetapi,Ghea juga tidak menyerah.Dia menatap Shaka dengan mata yang indah sedikit berair.Mengercap-gercapkan matanya seperti mau menangis.Persis seperti anak kecil yang sedang memohon untuk minta permen.
Shaka menatap mata indah Ghea dalam-dalam.Mata ini yang akan dia tatap setiap hari setelah mereka nikah.Ada gelombang tak menentu dalam hati Shaka ketika bertatap mata dengan Ghea seperti itu.
Sebelum Shaka menjawab,terdengar hembusan nafas yang dalam dari dirinya."Ya udah,oke." ucap Shaka.
"Emm,Shaka lo ganteng banget." ucap Ghea mencubit pipi Shaka dengan gemas lalu berlalu dengan kegembiraan.
"Kha," ucap Lily menepuk pundak Shaka dan membuyarkan lamunan indah Shaka.
"Eh,Ly." ucap Shaka setengah kaget.
"Ghea tadi kenapa?" tanya Lily yang penasaran dan sedikit cemburu.
"Nggak kenapa-kenapa kok. Eh,ntar malam jadi keluar nggak?" tanya Shaka.
"Katanya lo ada acara? Ya nggak jadi aja." ucap Lily sedikit sedih.
"Ntar gue ketemu di Kafe Rose jam 7." ucap Shaka yang membuat Lily senang sekaligus heran tapi Lily tetap senang juga.
Kenapa di Kafe Rose?.
Tadi Ghea sebelum berlari ngomong kalau tempat kencannya sama Ansel di Kafe Rose.Kafe khusus untuk pasangan.
__ADS_1
Sebelum ke kelas,Shaka ke toilet dulu.Dan kebetulan dia bertemu dengan Ansel.Masih seperti beberapa tahun yang lalu.Kedua pemuda tampan itu masih saling perang dingin.
"Lo beneran suka sama Ghea atau cuma lo mainin?" tiba-tiba Shaka bertanya dengan acuh.
Ansel menoleh dan tersenyum sinis mendengar pertanyaan Shaka.
"Apa urusan lo?" tanya Ansel dengan tersenyum sinis.
Shaka yang memang suka tak suka sama Ansel langsung menarik kerah baju Ansel.Shaka menatap Ansel dengan amarah.
"Ghea mungkin nggak tahu wujud asli lo,tapi gue tahu siapa lo." ucap Shaka dengan tatapan membara jatuh tepat dimata Ansel.
Tapi,dengan tenang Ansel melepas tangan Shaka dari kerah bajunya.Masih dengan tersenyum dingin sambil menatap Shaka yang sudah memelototinya.
"Gue nggak peduli lo tahu apa tentang gue. Yang terpenting Ghea cinta sama gue dan percaya sama gue." ucap Ansel dengan jelas lalu berlalu meninggalkan Shaka yang masih terpaku.
Tak lama kemudian sadar tersadar dengan wajah yang masam."Gue bakal buka kedok lo di depan Ghea." gumam Shaka dengan marah.
Shaka menatap cermin yang ada di depannya.Wajahnya yang tampan sudah basah oleh air.Dia merasakan tidak enak dalam hatinya ketika ingat ucapan Ansel 'yang terpenting Ghea cinta sama gue'.Ucapan itu benar-benar menganggu Shaka.
Sementara disisi Ansel merasakan kalau Shaka mulai menyukai Ghea.Ansel bukan sehari dua hari kenal sama Shaka.Jadi,dia sedikit paham tentang Shaka.Karena,mereka juga adalah selalu bersaing dalam hal apapun.Mungkin Shaka merasa harus bersaingan dengan Ansel lagi.Itu pemikiran Ansel.
Ketika Shaka masuk ke kelas,Haikal melihat wajah Shaka yang masam."Kenapa lo kok kayak marah gitu?" tanya Haikal mendekati Shaka yang sedang memasukan tas ke dalam laci.Tapi hanya diam tak menjawab.
"Ghe,lo apain nih cowok lo?" seru Haikal memanggil Ghea.Dan jelas teriakan Haikal itu terdengar oleh seluruh kelas.Dan membuat heboh teman-teman Ghea.
"Cowok Ghea bukannya Ansel ya? Kok jadi Shaka?" ucap Lika bertanya-tanya.
"Heh,mulut lo ya!" omel Shaka yang tidak mau membuat spekulasi diantara teman-temannya.
Ghea hanya menoleh dan melihat Shaka yang wajahnya sedang ditekuk.Berjalan dan mendekati Shaka dan duduk disebelahnya.
"Hai pacar tapi bohongan,kenapa muka lo jelek gitu?" tanya Ghea dengan sedikit meledek.
"Berisik." ucap Shaka dengan marah
"Ish,bener-bener cowok stres." ucap Ghea berdiri dan kembali ke bangkunya.
__ADS_1
Shaka melirik Ghea yang berjalan kembali ke bangkunya.Sejujurnya Shaka bingung dengan apa yang dia rasakan.Dia seolah marah ketika mengingat Ghea yang sudah punya pacar.Wajarlah gue marah,lo kan calon istri gue.