LATE IN LOVE

LATE IN LOVE
episode 9


__ADS_3

"Makasih ya Sel?" ucap Ghea ketika sampai di depan gerbang sekolah mereka.


"Iya," jawab Ansel sambil tersenyum lalu pamit untuk memarkirkan mobilnya.


Senyuman tersungging dibibir gadis yang memiliki senyuman yang khas itu.Wajah yang selalu terlihat ceria dan juga manis membuat Ghea menjadi salah satu cewek yang di kagumi di sekolahnya.


"Hai Ghea." sapa Radit salah seorang Kakak kelasnya.Dengan santun Ghea menganggukan kepalanya dan tersenyum kepada Radit dan Kakak kelas lainnya yang sedang nongkrong di koridor.


"Senyumnya bro,manis bener." ucap Teman Radit dengan menggeleng-gelengkan kepalanya memuji Ghea.


Sementara Ghea masih terus melanjutkan langkahnya ke kelas tanpa menghiraukan godaan Kakak-Kakak kelasnya.Bagi Ghea itu sudah hal biasa,karena hampir setiap hari Kakak kelasnya menggoda dia.Tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang menjegal kaki dan hampir membuat Ghea terjatuh.Beruntung orang itu langsung menangkap tangannya sehingga Ghea tidak jadi jatuh.


Ghea membulatkan matanya melihat seseorang yang menangkap tangannya.Sekilas Ghea beradu pandang sama orang itu yang ternyata adalah Shaka.Terasa degupan jantungnya berdebar.


"Heh,kampret lo ya!" omel Ghea mencoba menghindari tatapan mata Shaka sambil memukul lengan Shaka.


Tanpa menjawab Shaka hanya tersenyum kemudian kembali melangkah ke kelas bersama dengan Ghea.Bahkan ketika Ghea masih mengomel Shaka hanya tersenyum saja.


"Lo dianter Papa lagi?" tanya Shaka sambil berjalan menuju kelas.


"Nggak,gue bareng sama Ansel tadi." jawab Ghea dengan tersenyum.


Shaka lagi-lagi tidak menjawab hanya tersenyum kecut.Apalagi ketika Ghea meminta ke Shaka untuk berbohong kepada Orang Tua nya.Untuk berkata kalau Ghea berangkat bersama dia.


"Nggak mau gue takut dosa berbohong sama Orang Tua." ucap Shaka menolak permintaan Ghea.

__ADS_1


"Ish,timbang bohong dikit aja. Besok-besok kalau lo punya pacar gue juga bakal bantuin lo kok." ucap Ghea mencoba membujuk Shaka untuk bekerja sama.


"Nggak ya nggak!" ucap Shaka dengan tegas.


Ghea menghentikan langkahnya lalu menoleh dan menatap Shaka dengan tajam."Oh gue lupa. Lo kan nggak laku ya?" ucap Ghea meledek Shaka lalu berlari masuk ke kelas.


Shaka membualatkan matanya mendengar ejekan Ghea lalu menyusul Ghea yang sudah duluan masuk ke dalam kelas.Shaka melihat Ghea yang sedang memasukan tas ke dalam laci meja lalu menarik ikat rambut Ghea.Ghea membulatkan matanya karena kaget kemudian berdiri dan mengomeli Shaka yang sudah duduk di bangkunya.


"Heh cowok stres. Kembaliin nggak ikat rambut gue!" seru gadis yang berambut panjang nan hitam itu.


"Lo lebih cantik dengan rambut yang terurai gitu." ucap Shaka dengan santai.


Dengan marah Ghea kembali ke tempat duduknya."Terserah lo!" sewotnya sambil menelungkupkan kepalanya di meja.


Shaka lalu berdiri dan mendekat ke meja Ghea kemudian duduk di samping Ghea yang sedang manyun."Nih,gue kembaliin. Tapi ingat lo lebih cantik kalau rambut lo nggak lo ikat." ucapnya menyerahkan ikat rambut Ghea lalu berdiri dan keluar dari kelas.


Tak lama kemudian Lika masuk ke dalam kelas bersama Haikal.Ghea memutar bola matanya melihat betapa alay nya sahabatnya itu yang bermesraan tanpa malu di dalam kelas.


"Ya ampun nih dua bocah,kayak dunia milik sendiri ya?" ucap Ghea menggoda Lika dan Haikal.


"Elo Ghe sirik aja. Makanya suruh tuh Ansel buruan tembak lo!" ucap Lika dengan tertawa berbalik meledek Ghea.


"Nggak mau. Ntar gue mati dong kalau ditembak." jawab Ghea menjukurkan lidahnya.


"Bocah kalau kelamaan jomblo ya gini nih. Bodohnya udah akut." ucap Lika kembali tertawa.

__ADS_1


"Kampret lo!" sewot Ghea mendorong kepala Lika pelan.


"Lo suka sama Ansel Ghe? Gue kasih tahu lo ya. Ansel itu playboy,dia pasti cuma modusin lo doang." ucap Haikal mendekat ke meja Lika dan duduk disampingnya.


"Ah itu cuma akal-akalan lo aja kan? karena lo nggak suka sama Ansel." ucap Ghea nggak percaya sama peringatan Haikal yang sudah kenal Ansel dari SMP.


"Nih anak nggak percayaan amat. Gue kenal Ansel udah lama Ghe. Lo percaya sama gue!" ucap Haikal meyakin Ghea supaya tidak tertipu dengan modusannya Ansel.


Tapi Ghea menganggap omongan Haikal itu hanya karangan Haikal aja.Karena,Haikal yang nggak suka sama Ansel.Ghea lalu berdiri dan keluar dari kelas beranjak ke kantin.Dan disusul oleh Lika dan Haikal yang nggak mau terpisahkan sama Lika.


Ghea menhentikan langkahnya ketika bertemu Ansel di depan toilet pria.Dengan lembut Ansel bertanya Ghea mau kemana.Dan dengan lembut pula Ghea menjawab kalau dia mau ke kantin.Karena,Ansel juga mau ke kantin mereka akhirnya berjalan bersama.Mereka mengobrol sambil berjalan tapi tiba-tiba datang seorang wanita mendekati Ansel dan langsung menggandeng tangan Ansel.Ghea yang kaget langsung mempercepat langkahnya meninggalkan Ansel dan wanita itu.


"Ghe,tunggu!" seru Ansel berlari mendekati Ghea dan raih tangan Ghea.


"Lepasin Sel!" ucap Ghea dengan sedikit marah.


"Kenapa sih marah?" tanya Ansel dengan tersenyum berharap Ghea nggak salah paham.


"Ngapain marah? Lo kan bukan siapa-siapa gue." ucap Ghea dengan sedikit tertawa sinis.


Ansel justru malah tersenyum senang melihat Ghea yang marah.Lalu menggandeng tangan Ghea masuk ke dalam kantin dan memesan minuman buat Ghea.Sementara wanita tadi menatap tak percaya kalau dia dicuekin Ansel begitu aja hanya karena Ghea.Wanita itu menghentakan kakinya sendiri karena kesal kemudian kembali ke kelas.


Sementara di kantin,Ansel bersikap sangat manis ke Ghea.Dan itu membuat Ghea semakin baper atas perlakuan Ansel.Tapi di meja lain Shaka melihat tak suka dengan kedekatan Ghea dan Ansel yang semakin hari semakin dekat.


"Lo harusnya sadar kalau lo sudah mau punya suami." gumam Shaka yang hanya bisa dia dengar sendiri.

__ADS_1


Tapi tanpa sepengetahuan Shaka ternyata Rendi dari tadi memperhatikan Shaka yang terus menatap Ghea dan Ansel di meja sebelah.Rendi menjadi curiga kalau Shaka sudah mulai suka sama Ghea.Di sisi lain,Rendi merasa bersyukur kalau Shaka emang beneran suka sama Ghea.Setidaknya Shaka sudah bisa membuka hatinya dan melupakan Elisa.Mantan kekasih Shaka yang pergi ninggalin Shaka begitu aja.Dan belum lama ini Shaka tahu kalau ternyata Elisa sudah kembali tapi dia berpacaran dengan OM nya Shaka yang seorang pengusaha kaya raya tapi juga seorang duda beranak dua.Bahkan umur mereka juga terpaut jauh sekitar 18 tahun.


"Tapi masa iya,Shaka semudah itu melupakan Elisa. Shaka kan cinta banget sama Elisa." gumam Rendi meragukan pemiikirannya sendiri kembali menatap Shaka yang masih melihat kemesraan Ghea dan Ansel.


__ADS_2