LATE IN LOVE

LATE IN LOVE
episode 12


__ADS_3

Hendra,Om nya Shaka datang berkunjungbke rumah Orang Tua Ghea.Mereka juga mengenal Hendra dari Almarhum Papanya Shaka.Ketika Ghea memberi salam kepada Hendra.Hendra langsung bisa menebak kalau itu adalah Ghea.Putri kecil yang sering dia gendong dulu.Akan tetapi mata Ghea fokus kepada seorang wanita muda nan cantik yang ada disamping Hendra.


"Kenalin ini istri baru aku." ucap Hendra memperkenalkan Elisa kepada Ghea dan Orang Tua nya.


"Istri apa anak nih? Kok masih muda banget?" tanya Papanya Ghea sambil tertawa.


"Kamu bisa aja Mas. Ini beneran istri aku." jawab Hendra sedikit tersipu.


Mamanya Ghea mengajak untuk makan bareng sekalian mumpung Hendra pulang ke Indonesia.Tanpa beralibi Hendra mengiyakan ajakan itu.Hendra sama Papanya Ghea juga seperti saudara sendiri.Karena,Kakaknya Hendra sudah nggak ada jadi Hendra menganggap Papanya Ghea seperti Kakaknya sendiri.Mereka dulu juga tumbuh bersama karena emang rumah Orang Tua mereka yang deket.


"Om ini Om nya Shaka?" tanya Ghea disela makannya.


"Iya. Om itu Adiknya Almarhum Papanya Shaka." jawab Hendra sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya.


Ghea mengangguk-anggukan kepalanya sambil memasukan makanan ke mulutnya.Dan sesekali melirik ke Elisa yang terlihat begitu anggun.Ghea berpikir kalau Elisa itu lebih cocok jadi anaknya Om Hendra karena usianya yang kayaknya tak terpaut jauh dari dirinya.


"Kamu udah belum dari Kakak Ipar kamu kalau Shaka mau dijodohin sama Ghea?" tanya Papanya Ghea.Dan itu membuat Elisa terbatuk karena tersedak.


"Hati-hati Tante," ucap Ghea memberikan minum ke Elisa.Dengan tersenyum Elisa menerima gelas itu lalu meminum airnya.Elisa terkaget karena ternyata Shaka juga sudah dijodohkan oleh Orang Tua nya.


"Iya dulu Mas Andra juga pernah bilang tentang perjodohan Shaka." jawab Hendra lalu mengambil air minum karena sudah selesai makan.


Papanya Ghea memberitahu kalau diantara Ghea dan Shaka sama-sama saling menerima perjodohan itu.Terlihat jelas raut kecewa dari wajah Elisa ketika tahu kalau Shaka menerima perjodohan dari Orang Tua nya.


****


Keesokan paginya...

__ADS_1


Ansel memberanikan diri menjemput Ghea di rumahnya.Akan tetapi dia harus terima sambutan yang dingin dari Papanya Ghea.


"Maafin Papa gue ya Sel?" ucap Ghea yang merasa tak enak hati sama Ansel.


"Iya. Nggak apa-apa kok." ucap Ansel menganggukan kepalanya dengan pelan.Ansel masih fokus menyetir meski sesekali dia melirik Ghea yang duduk di sampingnya.


Ansel sebenarnya sudah yakin dan mantap mau menyatakan cintanya ke Ghea.Tapi,Ansel masih ragu dengan perasaan Ghea terhadapnya.Apakah Ghea suka sama dia atau Ghea hanya menganggapnya teman seperti yang lain.


"Ghe,lo mau nggak jadi pacar gue?" tanya Ansel dengan terbata-bata.Seketika Ghea menoleh dan menatap Ansel.


"Pacar?" tanya Ghea dengan sedikit gugup.


Ansel menganggukan kepalanya pelan sambil tersenyum."Iya,karena gue sebenarnya dari awal ketemu sudah suka sama kamu." ucap Ansel mulai mantap untuk menyatakan cintanya ke Ghea.


Senyuman bahagia terlihat dari bibir Ghea yang mengembang.Dengan malu-malu Ghea menatap Ansel yang terlihat cemas mendengar jawaban dari Ghea.Agak lama mereka saling terdiam hingga akhirnya Ghea menganggukan kepalanya pelan.


Karena saking bahagianya Ansel tanpa sadar berjoget kecil di dalam mobil yang membuat Ghea terbahak melihat kekonyolan pacar barunya itu.


Sesampainya di sekolah Ansel memarkirkan mobilnya.Tapi tidak seperti biasa Ansel menyuruh Ghea untuk menunggunya dan akan berjalan bersama.Ansel khawatir kalau Ghea akan kembali diganggu oleh Kakak kelas mereka.


"Yuk!" ucap Ansel mengulurkan tangannya.Dengan senang Ghea menerima uluran tangan Ansel.Kedua remaja yang baru di mabuk cinta itu berjalan dengan bergandengan tangan tanpa rasa ragu sedikitpun.Hampir semua mata tertuju pada mereka berdua tanpa terkecuali Radit yang menatap tak suka melihat Ghea bergandengan tangan dengan cowok lain.


Dari depan kelas Ghea pun Shaka yang melihat Ghea dan Ansel bergandengan tangan terbelalak.Shaka merasa nggak suka melihat pemandangan itu.Berbeda dengan teman-teman Ghea yang justru malah heboh kesenangan melihat itu.


"Gue ke kelas dulu ya?" pamit Ansel sembari menyentuh kepala Ghea dengan lembut.


"Iya." jawab Ghea dengan tersenyum karena tidak bisa menahan rasa bahagiannya.Bahkan ketika Ansel melangkah meninggalkan dia dan menuju kelasnya sendiri.Ghea masih saja tersenyum-senyum sendiri sambil melangkahkan kakinya masuk ke kelas.

__ADS_1


"Eh,lo udah jadian sama Ansel?" tanya Ella yang penasaran.


"Iya Ghe emang kalian udah jadian kok gandengan aja?" tanya Citra yang tak kalah penasaran.Akan tetapi,Ghea tidak menjawab pertanyaan teman-temannya malah hanya tersenyum saja.Teman-temannya paham dengan maksud senyuman Ghea itu.


"Yes,hari ini gue hemat uang jajan." ucap Citra kegirangan.


"Kok bisa?" tanya Ella yang masih belum mengerti kode dari Citra.


"Kan ntar ada yang mau traktir kita. PEJE PEJE." ucap Citra sembari melirik Ghea yang masih senyum-senyum sendiri.


Ella yang sudah paham maksud Citra pun menjentikan jemarinya dengan senang."Betul. PEJE Ghe PEJE!" ucap Ella menyenggol tubuh Ghea sampai Ghea hampir terjatuh.Tapi secara reflek,Shaka yang duduk di belakang bergegas menangkap Ghea supaya Ghea tidak terjatuh.


"Ehem." Lika berdehem dan membuat Ghea dan Shaka merasa canggung.Shaka melepaskan tubuh Ghea secara perlahan lalu keluar dari kelas dengan perasaan yang aneh setelah beradu pandang dengan Ghea.


Ghea pun juga sama dia merasakan jantungnya berdebar dengan cepat ketika beradu pandang dengan Shaka tadi.Kenapa waktu sama Ansel gue nggak merasa berdebar kayak gini.Ah,udahlah mungkin cuma perasaan gue aja tadi yang takut beneran jatuh jadi deg degan kayak gini.


"Heh kampret lo ya!" omel Ghea kepada Ella.Tetapi Ella bukannya merasa bersalah malah cengar cengir nggak jelas.


"Gimana Ghe? Jadi kan PEJE nya?" tanya Citra.


"PEJE apa? Nggak ada." ucap Ghea dengan sewot.Citra dan Ella saling berpandangan dengan melas karena gagal makan gratisnya.Kemudian saling menoyor kepala masing-masing dan ribut salkng menyalahkan.


Rendi dn Haikal mendekati Ghea dan bertanya apa Ghea beneran jadian sama Ansel.Ghea pun mengiyakan dengan terus terang.Haikal saling pandang dengan Rendi kemudian sama-sama menghela nafas dalam-dalam.Mereka kembali mengingatkan kalau Ansel itu playboy.Dan masih dengan santai pula Ghea tidak menganggap peringatan kedua teman Shaka itu sebagai hal yang serius.


Ghea bukanlah tipe cewek yang mudah percaya dengan omongan orang lain.Apalagi omongan yang jelek tentang seseorang yang dekat dengan dia sebelum dia melihat dan mendengarnya secara langsung.


"Ya kita jadi teman cuma memgingatkan aja ke lo." ucap Rendi lalu menyeringai pergi menyusul Shaka yang sudah keluar dari kelas duluan disusul oleh Haikal dibelakangnya.

__ADS_1


"Iya terimakasih tapi gue mau percaya sama ciwok gue." gumam Ghea menyakinkan hatinya.


__ADS_2