
Ansel sudah menunggu di Kafe dimana dia dan Ghea janjian.Sementara Shaka dan Ghea masih dijalan.Tak selang beberapa lama Shaka dan Ghea tiba dan dengan senang melihat Ansel yang sudah menunggu.
"Ya udah gue kesana dulu tapi jangan lupa ntar jemput gue di depan komplek rumah gue aja." ucap Ghea ke Shaka ketika turun dari motor Shaka.
"Hmm" Shaka bersenandung ringan.
Ghea lalu dengan senang berlari menghampiri Ansel yang tidak jauh dari dia."Udah lama?" tanya Ghea sambil menggandeng tangan Ansel.
"Nggak kok sayank." jawab Ansel membelai wajah Ghea dengan lembut.
Ansel tersenyum lalu melirik Shaka yang menatapnya dengan tajam.Seolah Ansel itu mau menunjukan atau pamer ke Shaka kalau Ghea sangat mencintainya.
"Masuk yuk!" ajak Ansel lamgsung disambut senang oleh Ghea yang sudah melingkarkan tangannya dilengan Ansel.
Shaka hanya menatap tak suka kepada kedua muda mudi itu.Tak lama berdiri Lily tiba dengan Honda Jazz merahnya.Lily senang melihat Shaka yang ternyata sudah menunggunya.Setelah memarkirkan mobilnya Lily berlari kecil menghampiri Shaka.
"Maaf ya Kha,lo jadi nungguin lama." ucap Lily.
"Nggak apa kok. Yuk masuk!" ajak Shaka dan Lily pun mengiyakan lalu menggandeng tangan Shaka.Sejujurnya Shaka risih tapi karena dia punya misi jadi dia diam aja ketika digandeng oleh Lily.
Ghea kaget melihat Shaka yang masuk ke Kafe itu dengan Lily yang mengandeng tangan Shaka."Ngapai tuh mereka?" gumam Ghea.
Ansel kemudian menoleh ke arah dimana Ghea menatap setelah mendengar gumaman Ghea.Ansel juga kaget melihat Shaka yang bersama dengan Lily.Meskipun tidak diragukan lagi kalau Lily suka sama Shaka.Karena,kabar itu udah tersebar luas di sekolah mereka.
"Oh,mangkanya tadi gue ajak dia nggak ngedumel,ternyata dia juga udah ada janji disini. Laku juga tuh orang." ucap Ghea dengan tertawa dan Ansel pun ikutan tertawa mendengar ejekan Ghea ke Shaka.
"Hai,Kha!" seru Ansel sambil melambaikan tangannya.Shaka dan Lily pun menghampiri meja Ansel dan Ghea.
"Gabung sini aja!" ajak Ansel.
"Ntar ganggu kalian?" ucap Lily yang sebenarnya kepengen berduaan sama Shaka.Tapi Shaka srngan senangengiyakan ajakan Ansel.
"Duduk Ly!" ajak Shaka yang sudah mengambil temoat duduk bersama Ansel dan Ghea.Mau tidak mau Lily hanya menurut apa kata Shaka.
"Ciee kalian udah jadian pasti?" tanya Ghea dengan tersenyum.
"Ah elo Ghe,nggak kok kita masih temenan." jawab Lily yang berharap dia bisa jadian sama Shaka.
"Elah lo Kha kelamaan. Ntar Lily diembat orang nyesel lo!" ucap Ghea ke Shaka.Sementara Shaka hanya tersenyum kecil tanpa menjawab.
"Udah pesen makan belum lo?" tanya Ansel.
__ADS_1
"Belum," jawab Shaka lalu memanggil waittres.
Ansel membersihkan sisa makanan dimulut Ghea.Dan itu membuat Shaka nggak suka.Tanpa sadar Shaka mengepalkan tangannya menahan amarah di dadanya.Sekilas Lily melihat Shaka yang penuh dengan amarah sambil menatap Ansel dan Ghea yang sedang bermesraan.
"Kha,kok nggak makan?" tanya Lily mengagetkan Shaka.
"Eh,iya ini mau makan." jawab Shaka sambil tersenyum kecil sesekali melirik Ghea.
Lily masih melirik Shaka dan teringat perkataan Mamanya Shaka tempo hari 'kalau Shaka hanya akan menikah dengan Ghea'.Lily jadi berpikir kalau Shaka itu suka sama Ghea.Tapi kenapa dia ngajakin gue dinner?
Mau bikin Ghea cemburu gitu?
Jahat tahu nggak?!
"Gue mau ke toilet bentar," pamit Ghea kemudian berdiri dan disusul oleh Lily.
Ghea membasuh wajahnya dengan air.Ghea tioe cewek yang nggak suka dandan.Karena,meskipun kulitnya sawo mateng tapi dia punya kulit yang halus jadi tanoa make up pun wajahnya itu akan selalu berseri.Ghea juga tioe orang ceria.
"Ghe,lo jadi cewek kok serakah amat sih?" tanya Lily tiba-tiba disamping Ghea.
Ghea menoleh dengan cepat mendapati Lily yang sedang menebalkn lipstiknya."Maksudnya gimana ya?" tanya Ghea.
"Ya ampun jadi ini masalah Shaka? cowok stres itu?" Ghea mencibir dengan tertawa.
"Gue kasih tahu ke lo ya! Gue ama Shaka itu cuma temanan,jadi kalau lo mau sama Shaka ambil aja!" Ghea melanjutkan dengan sewot.
"Terus maksud perkataan Mamany Shaka tempo hari apa?" tanya Lily lagi yang belum puas dengan jawaban Ghea.
"Tanya aja ndiri ama Mamanya Shaka!" ucap Ghea kemudian keluar dari toilet meninggalkan Lily dengan sedikit kemarahan.
Setelah mikir beberapa saat Lily kemudian merencanakan untuk bertanya langsung ke Shaka.Dan akan mengutarakan cuntanya ke Shaka.Jaman sekarang mah mau cowok atau cewek yang ngutarain sama aja.
Ghea kembali ke meja tapi karena mood nya hilang.Dia menarik tangan Shaka supaya mengantarnya pulang.Ansel sedikit kecewa sih tapi dia paham kalau Papanya Ghea tidak suka dengan hubungan mereka.
"Ya udah lo hati-hati ya yank!" ucap Ansel mengecup kening Ghea.
"Iya,maafin gue ya? Lo nggak apa kan pulang sendiri?" tanya Ghea.
"Enggak." jawab Ansel. "Nitip Ghea ya Kha?" seru Ansel ketika Ghea naik ke motor Ansel.
"Yoi." jawab Shaka cepat.
__ADS_1
Nggak usah lo suruh gue juga bakal jagain Ghea.Dia kan calon istri gue.Hah,lebay lo.
Lily kaget karena sudah tidak melihat Shaka di meja lalu berlari keluar hanya mendapati Ansel yang berjalan menuju mobilnya.
"Kok lo sendirian,Ghea ama Shaka kemana?" tanya Lily bingung.
"Udah pulang." jawab Ansel singkat lalu membuka pintu mobil tapi dihadang oleh Lily.
"Lo merasa aneh nggak sih dengan hubungan Ghea dan Shaka?" tanya Lily.
"Maksud lo?" tanya Ansel bingung.
"Ghea kan pacar lo tapi kenapa dia selalu bareng sama Shaka? Waktu gue diajak ke rumah Shaka tempo hari Mamanya Shaka bilang kalau Shaka hanya akan menikah dengan Ghea,maksudnya apa coba?" ucap Lily mulai memprovokasi Ansel.
Ansel kembali menutup mobilnya.Dia juga merasa aneh kenapa Papanya Ghea justru lebih suka dengan Shaka daripada dia yang adalah pacar resminya Ghea.Tapi Ghea ngomong kalau Shaka masih saudaranya.Terus kenapa Mamanya Shaka bilang kayak gitu.
Sepanjang perjalanan pulang Ansel selalu terganggu dengan pertanyaan itu.Ansel sempat menduga kalau Ghea dan Shaka dijodohkan.
Tepat.
Ghea sepanjang perjalanan biasanya sangat cerewet tapi kali ini cuma diam aja.Shaka berpikir kalau Ghea cemburu ke dia karena Lily.Pemikiran sepihak itu membuat Shaka tersenyum senang.
"Kha jangan pulang dulu gue mau ngomong!" ucap Ghea begitu turun dari motor Shaka.
Shaka menurut dan langsung turun dari motor.Duduk dismping Ghea di depan rumah Ghea.
"Lo kenapa nggak jadian aja sih sama Lily?" tanya Ghea dengan pelan karena takut kedengeran Papanya.
"Kok lo tiba-tiba ngomong gitu sih? Lo nggak ada hak ya buat ngatur-ngatur hidup gue!" ucap Shaka dengan marah.
"Bukannya gitu. Gue tadi dimarahin Lily. Katanya gue serakah,udah punya Ansel masih godain lo. Padahal gue nggak ada niat buat godain lo." ucap Ghea menjelaskan supaya Shaka nggak salah paham.
"Dia juga nanya masalah omongan Mama lo tempo hari. Terus kita harus gimana? Gue nggak mau Ansel tahu kalau ternyata kita udah dijodohin. Gue nggak mau sakitin dia." Ghea melanjutkan.
Shaka menatap Ghea,jadi semua ini karena Ansel.Setelah terdiam beberapa saat Shaka menghela nafas."Cepat atau lambat Ansel juga bakal tahu. Lebih baik lo jujur sekarang kalau lo emang nggak mau sakitin Ansel. Perjodohan kita udah di tentukan dan kita sendiri juga udah menerimanya. Jadi mending lo jujur ke Ansel." ucap Shaka memberi saran.
"Dulu kenapa gue nerima perjodohan ini?" gumam Ghea dengan sedih juga menutup matanya yang mau menangis.
Shaka menatap Ghea dengan sedih.
Apa segitu nggak maunya lo sama gue?.
__ADS_1