
"Serius? jadi kalian sudah setuju dijodohkan?" tanya mamanya Ghea.
"Iya tante,aku sama Ghea udah mutusin untuk menjalani dan menerima perjodohan ini," jawab Shaka.
"Kalau papa sih yes," sahut papanya Ghea senang.
Papa dan mamanya Ghea yakin kalau Shaka adalah pilihan yang tepat untuk putri semata wayang mereka.Mereka juga yakin kalau Shaka akan bertanggung jawab seperti almarhum papanya dulu.
"Terus apa kata mama kamu?" tanya mamanya Ghea.
"Mama sih seneng banget kan dari awal mama memang suka sama Ghea." jawab Shaka.
"Tapi meskipun kita mau menjalani perjodohan ini tapi kita maunya nikahnya itu nanti setelah kita lulus," sahut Ghea.
"Nggak masalah sih,yang paling penting kalian sudah setuju untuk bertunangan,dan kalian juga sudah cukup dewasa untuk menjaga hati kalian masing-masing." ucap papanya Ghea.
"Iya om," jawab Shaka.
Dan mulai sejak saat itu,Ghea dan Shaka mulai membuka diri dan hati masing-masing untuk saling mencintai dan menyayangi.
Ghea bahkan berkali-kali baper dengan perlakuan Shaka kepadanya.Begitu juga Shaka yang memang sudah suka kepada Ghea semenjak mereka tahu mereka dijodohkan.
"Cieee kucing ama tikus sekarang udah akur nih?" sindir Haikal ketika melihat Shaka dan Ghea kian hari makin deket.
"Berisik lo!" sewot Ghea menendang kaki Haikal tapi tidak kena.
"Kalian udah jadian? kok nggak makan-makan sih?" tanya Lika mendekat ke Ghea dan Shaka yang sedang ngobrol.
"Shaka nggak punya duit." jawab Ghea cepat.
"Bo'ong banget,gue udah temenan lama sama Shaka,nggak percaya gue kalau Shaka nggak punya duit." ucap Haikal meragukan ucapan Ghea.
"Ish nggak percayaan,tanya aja sendiri ama orangnya!"
"Ah nggak percaya gue,itu emang karena Shakanya aja yang pelit." sahut Lika.
"Emang." jawab Ghea lagi dengan cepat.
Mendengar ledekan Ghea dan Lika yang mengatainya pelit,Shaka lalu menjitak kepala Ghea pelan.
__ADS_1
"Bukannya pelit,tapi duit gue buat modal kawin." jawab Shaka tersenyum.
"Nj*r nikah duli baru kawin," ucap Haikal mendorong kepala Shaka sehingga kepala Shaka bertabrakan dengan kepala Ghea.
"Woi sat lo!" omel Ghea sambil memegangi kepalanya.
Haikal lalu menarik tangan pacarnya menjauh dari Ghea sebelum Ghea mencak-mencak.
"Sakit ya?" tanya Shaka menyentuh kepala Ghea dengan lembut.
Ghea melirik Shaka yang berusaha meniup kepalanya dengan lembut.Terdengar sangat jelas detak jantung Shaka yang tidak beraturan.
Mereka memang memutuskan untuk menjalani perjodohan dari orang tua mereka.Tapi mereka belum mengutarakan isi hati masing-masing.Mungkin karena mereka ingin menjalaninya dengan wajar tidak karena paksaan.
"Kha,gimana hubungan lo dengan mantan lo eh maksud gue tante lo?" tanya Ghea mengalihkan pembahasan karena dia merasa canggung dengan perlakuan manis Shaka.
"Ya nggak gimana-gimana dia tetap jadi tante gue." jawab Shaka biasa.
Mungkin saat ini Shaka sudah bisa melupakan Elisha sepenuhnya.Dan dia mulai fokus dengan hubungan barunya dengan Ghea.
"Kalau lily?" tanya Ghea lagi.
"Kenapa lo nanya-nanya gitu? lo cemburu? atau curiga gue punya pacar di belakang lo?" tanya Shaka dengan tersenyum.
"Tenang aja,gue nggak bakal selingkuh kok.Hanya lo yang akan selalu disisi gue,karena lo kan calon ibu dari anak-anak gue."
Ucapan Shaka itu jelas membuat Ghea kembali baper dan memerah wajahnya.Ghea lalu mendorong kepala Shaka oelan dan beranjak meninggalkan kelas.Ghea nggak mau terus-terusan baper.
Bukannya nggak mau sih,tapi dia cuma tidak ingin terlalu cepat saja untuk jatuh cinta sama Shaka.
"Mau kemana woi?" seru Shaka terbahak melihat Ghea yang memerah wajahnya.
"Ke kantin,males gue disini lo ngomongin anak mulu." jawab Ghea berjalan dengan cepat menuju kantin.
Sementara Shaka hanya tersenyum melihat tingkah malu Ghea."Bentar lagi lo bakalan jatuh cinta sama gue." gumamnya sambil tersenyum.
Entah sejak kapan Shaka mempunyai niat untuk membuat Ghea jatuh cinta kepada dirinya.Mungkin saat dia memutuskan untuk menikahi Ghea.Dia ingin Ghea benar-benar mencintainya karena dia akan berbagi kehidupan dengan Ghea.
Shaka ingin Ghea akan selalu mencintainya selayaknya seorang istri yang baik.
__ADS_1
Di kantin Ghea berpapasan dengan Ansel bersama pacar barunya.Ansel akhirnya menunjukan sifat aslinya sebagai seorang playboy.Entah dia sudah berganti pacar berapa setelah putus dengan Ghea.
"Hai Ghe," sapa Rani pacar baru Ansel.
"Hai," jawab Ghea tersenyum sangat manis.Dan mungkin senyuman khas itulah yang membuat Ansel susah melupakan Ghea.
"Gue kesana dulu ya?" pamit Ghea lalu menuju meja dimana Haikal dan Lika sedang berduaan.
Ghea menghampiri Haikal lalu tanpa perasaan memukul lengan Haikal dengan keras.
"Akh.." teriak Haikal karena kesakitan.
"Dasar cewek rese lo emang,akh..." omel Haikal sambil memegangi lengannya.
"Apaan sih lo Ghe?" Lika juga mengomel.
"Enak kan? Sakit? sama dong,nih kepala gue sakit banget nj*r karena lo dorong tadi." ucap Ghea menunjukan jidatnya yang merah.
"Gue kan bercanda doang."
"Sama dong kalau gitu,gue juga bercanda doang." jawab Ghea cepat.
"Bener-bener cewek rese lo." Haikal kembali sewot.Akan tetapi tidak diindahkan oleh Ghea.Tapi Ghea kembali bikin sewot Lika karena Ghea meminum minuman Lika sampai habis.
"Yaelah gue beliin lagi ntar," ucap Ghea saat Lika mulai mengomel.
Lika hanya memonyongkan bibirnya melihat tingkah sahabatnya itu.Dia paham betulah sikap Ghea.Lagian selama ini Ghea juga udah sering baik ke dia.Apalagi saat dia harus bayar uang kos tapi orang tuanya belum transfer uang.Pasti Ghea yang pinjemin dia duit.
"Ntar kita minta ganti ke Shaka aja yank!" ucap Haikal memprovokasi Lika.
"Nggak usahlah,Ghea selama ini juga udah baik ke gue,dia sering bayarin uang kos gue,cuma minuman sih nggak masalahlah." jawab Lika tersenyum.
Ghea lalu merasa terharu dan memeluk Lika.Selama ini Ghea tidak pernah mengungkit tentang uang yang dia pinjemin ke Lika untur bayar kos.Bahkan Ghea lupa,tapi ternyata Lika bukan orang yang lupa diri.Lika masih saja mengingat semua dan itu membuat Ghea benar-benar terharu.
"Lo adalah sahabat terbaik," ucap Lika masih berpelukan dengan Ghea.
"Lo juga sahabat terbaik,semoga persahabatan kita langgeng sampai selamanya." ucap Ghea mengelus punggung Lika
Jujur saja Haikal merasa senang melihat kedekatan Ghea dengan pacarnya.Menurut Haikal yang mempunyai solidaritas pertemanan itu hanyalah pria.Tapi melihat kejadian itu Haikal merubah presepsinya.Wanita juga punya rasa solider kepada sahabatnya.
__ADS_1
"Udah jangan lama-lama pelukannya! ntar gue jadi pengen dipeluk juga." ucap Haikal yang langsung dapat hadiah jeweran oleh Lika karena dianggap genit.