
Shaka lalu mengajak Ghea untuk pulang ke rumah.Dia mau bilang ke Mamanya kalau dia dan Ghea akan mencoba menjalin hubungan sebelum pernikahan.
"Bagus itu, Mama setuju." ucap Mamanya Shaka kegirangan.
"Iya,tapi rencana mempercepat pernikahan kita harus dibatalin dulu Ma!" ucap Shaka memberi syarat.
"Oh nggak masalah yang terpenting kalian bisa dekat dan menjalin hubungan untuk memupuk cinta diantara kalian." ucap Mamanya Shaka masih kegirangan.
"Tante bilangin ke Mama sama Papa juga ya!Supaya membatalin pernikahan kita. Kita janji deh nggak akan punya pacar. Kita bakal pupuk cinta kita." ucap Ghea memohon ke Mamanya Shaka dengan manis.Mamanya Shaka yang dari awal memang sudah suka dengan Ghea.Setuju dengan permohonan Ghea.
"Makan siang sekalian ya Nak!" ajak Mamanya Shaka.
"Iya Tan. Ghea juga sudah lapar. Shaka pelit kok Tan,nggak mau traktir Ghea." ucap Ghea mengadu ke Mamanya Shaka.
"Apaan sih cewek rese." sahut Shaka mendorong kepala Ghea.
"Tuh Tan,Shaka jahat ke Ghea. Katanya sayang tapi malah gitu." ucap Ghea berpura-pura cemberut dan menekuk kedua sikunya.
Mamanya Shaka senang melihat Ghea yang manja lalu memeluknya."Jangan sedih dong! Nanti Tante potong uang jajan Shaka kalau dia pelit lagi sama kamu." ucap Mamanya Shaka.Jelas Shaka langsung protes.
Dalam pelukan Mamanya Shaka gadis itu diam-diam tersenyum dan menjulurkan lidahnya.Shaka melotot ke arah gadis yang sedang bermanja dengan Mamanya itu.
Setelah makan siang,Ghea dan Shaka bermain PS.Mama Shaka yang melihat kekonyolan dua remaja itu tersenyum dengan senang.Lalu,tiba-tiba Elisa mendekati Mamanya Shaka membuat ekspresi Mama Shaka berubah.
"Ma- Kak katanya Mas Hendra nanti nggak jadi pulang,masih ada kerjaan. Mungkin seminggu lagi masih disini." ucap Elisa pelan.
"Um." jawab Mamanya Shaka dengan singkat lalu meninggalkan Elisa berdiri di tempat sambil memandang Shaka dan Ghea yang terlihat sangat akrab.
Mamanya Shaka dari awal sudah tidak suka sama Elisa.Apalagi sekarang dia jadi Adik Ipar nya.Meskipun tinggal di rumahnya.Tapi,Mamanya Shaka selalu cuek ke Elisa.Sama seperti beberapa tahun yang lalu saat Elisa masih berstatus pacarnya Shaka.
Masih fokus dengan gerakannya memijat stick PS.Ghea bertanya hubungannya dengan Lily.Karena,menurut Ghea.Shaka dan Lily tidak pacaran meskipun mereka dekat.
"Kenapa? Cemburu?" tanya Shaka dengan tersenyum.
Ghea memukul lengan Shaka dengan satu tangan dan tangan yang lain masih memegang stick PS."GR banget." ucap Ghea.
"Akh.. Buset nih anak main pukul terus." ucap Shaka kembali mengerang kesakitan.
"Biarin. Kepedean sih lo." ucap Ghea menjulurkan lidahnya.
__ADS_1
Lagi asyik-asyik nya main.ART Shaka memberitahu kalau ada teman-temannya di luar.Belum sempat Shaka menjawab,teman-temannya sudah masuk gitu aja tanpa dosa.
"Hallo Kha.." ucap Rendi ketika masuk ke rumah Shaka.
"Heh cewek rese lo disini juga?" tanya Rendi dan Haikal yang kaget melihat Ghea.
"Kenapa? Emang salah kalau gue di rumah cowok gue?" tanya Ghea karena dia melihat Mamanya Shaka yang berjalan mendekat.
"Ha? Pacar?" tanya Rendi dan Haikal terkejut.
"Eh, ada Rendi dan Haikal." sapa Mamanya Shaka yang berjalan semakin mendekat.Shaka yang semula mau protes atas pengakuan Ghea menjadi tersenyum dan tahu maksud Ghea.
"Iya Tan. Kita mau main." jawab Haikal sembari tersenyum.
"Iya." jawab Mamanya Shaka yang memang ramah itu.
"Ghe,Tante bikin kue nanti kamu cobain ya!" ucap Mamamya Shaka dengan tersenyum.
"Siap Bos." ucap Ghea dengan tangan memberikan hormat kepada Mamanya Shaka.
Mamanya Shaka tersenyum "Ih,nih anak." ucapnya sambil mencubit gemes pipinya Ghea.Kemudian kembali lagi ke dapur.
"Duduk nggak lo? Malah bengong aja." ucap Shaka.Rendi yang merasa kakinya ditendang langsung tersadar.Lalu menarik tangan Haikal untuk duduk bergabung dengan Ghea dan Shaka.
"Kha,emang lo beneran udah jadian tuh ama cewek rese?" tanya Haikal penasaran.
"Um," jawab Shaka singkat.
"Lah bukannya dia pacarnya si Ansel ya?" tanya Rendi tak percaya Ghea sama Shaka jadian.Tapi buru-buru Ghea menutup mulut Rendi supaya tidak di dengar Mamanya Shaka.
"Diam nggak lo! Nggak usah berisik!" ucap Ghea sambil menutup mulut Rendi.
"Gue sama Ghea cuma pacaran bohongan di depan Nyokap gue aja." ucap Shaka mencoba menjelaskan.
"Oh," gumam Haikal dan Rendi bersamaan.
Belum hilang terkejutnya,Rendi dan Haikal kembali dikejutkan dengan munculnya Elisa dari dapur membawa minuman dan camilan untuk mereka.
"Elisa?" gumam Rendi dan Haikal bersamaan lagi.
__ADS_1
Ghea memgerutkan keningnya mendengar Rendi dan Haikal bergumam menyebut nama Elisa."Kalian kenal sama Tante nya Shaka?" tanya Ghea bingung.
"Tante?" Rendi dan Haikal lagi-lagi terkejut secara bersamaan.
"Kalian kenapa sih?" tanya Ghea yang semakin penasaran.
Elisa dengan tenang mendekati segerombolan anak muda yang sedang bercanda di ruang tamu itu.Bahkan menyapa Rendi dan Haikal dengan ramah.
"Tante kenal sama dua monyet ini?" tanya Ghea yang sudah semakain penasaran.
"Monyet kepala lo!" ucap Haikal menoyor kepala Ghea.
"Tuh Kha,lo diam aja lihat cewek lo kepalanya didorong-dorong sama Haikal?" ucap Ghea bersikap manja.
Haikal dan Rendi mendengus melihat Ghea yang sok-sok an manja ke Shaka.Sementara Shaka hanya tersenyum melihat kekonyolan Ghea.
"Cewek rese bisa aja lo manfaatin situasi!" giliran Rendi yang mendorong kepala Ghea tapi secara refleks langsung ditepis oleh Shaka.
Mereka kembali fokus ke Elisa yang ikutan duduk bersama setelah menaruh minuman.Elisa bertanya kabar Rendi dan Haikal.
"Ya,kayak gini." jawab Haikal agak canggung.Begitu juga Rendi yang tak kalah canggungnya.
"Kalian saling kenal?" tanya Ghea lagi yang masih sangat penasaran.
"Ya,El- Tante ini mantan pacarnya teman gue." jawab Haikal sedikit melirik ke Shaka.
"Oh," gumam Ghea.
Elisa terlihat sangat akrab dengan Rendi dan Haikal.Tapi,terlihat canggung dengan Shaka.Tak dipungkiri Shaka memang laki-laki yang dingin.
"Om Hendra kemana Tan?" tanya Ghea yang sedari tadi tidak melihat batang hidung Om nya Shaka.
"Oh,lagi keluar sama temannya." jawab Elisa dengan tersenyum.
Ghea memperhatikan dengan seksama ketika Elisa tersenyum.Dia terlihat sangat cantik.Kulit putih bersih,mata yang sedikit sipit dan garis senyum yang indah.Tak mengherankan kalau Om nya Shaka yang seorang Pengusaha kaya raya itu bertekuk lutut dihadapan kecantikannya.
"Tante lo ternyata cantik juga ya?" bisik Ghea ke Shaka yang duduk disebelahnya.Shaka sekilas melihat ke arah Elisa yang tersenyum dengan cantik.Tak dapat disangkal kalau Elisa memang wanita yang sangat cantik.Tapi,kepahitan dihati Shaka terhadap wanita itu mengubah ekspresi Shaka menjadi kecut.
"Masih cantikan lo." bisik Shaka ke Ghea.Seketika Ghea menatap Shaka dan Shaka menatap Ghea.Mereka beradu pandang dengan sangat dekat.Jantung Ghea terasa berdebar begitu juga dengan jantung Shaka.Setelah menyadari hal itu mereka kembali melempar pandangan masing-masing dan mencoba mengatur irama detak jantungnya.
__ADS_1