LATE IN LOVE

LATE IN LOVE
episode 20


__ADS_3

Ghea ke toilet untuk membasuh mukanya.Lagi-lagi dia ketemu Lily yang kembali mengolok-oloknya.


"Makanya jadi cewek jangan serakah!" ucap Lily sarkas.Tapi Ghea yang sedang males nggak menanggapi ocehan Lily.


Begitu dia keluar toilet ternyata Shaka ada di depan menunggu Ghea.


"Ngapain lo?" tanya Ghea ketus.


"Nungguin lo!" jawab Shaka dengan tersenyum.


Ghea membulatkan matanya lalu berjalan meninggalkan Shaka.Dan diikuti Shaka dari belakang.Ghea menjadi grogi karena Shaka terus berjalan di belakangnya sambil menatapnya.


"Lo duluan aja!" ucap Ghea menghentikan langkahnya.


"Nggak mau." jawab Shaka juga berhenti.


"Mau lo apa sih Kha?" tanya Ghea dengan kesal.


"Mau gue lo tersenyum. Lo nggak diizinkan untuk bersedih demi laki-laki lain." jawab Shaka dengan cepat.


"Punya hak apa lo? Emang lo siapa?" tanya Ghea geli mendengar ucapan Shaka.


"Gue orang yang akan jadi Ayah buat anak-anak kita,yang akan bertanggung jawab atas hidup lo." jawab Shaka santai.


Sekilas Ghea merasa tersentuh dengan jawaban Shaka tapi kemudian dia terhalang oleh gengsi.


"Ngomong aja kalau lo udah jatuh cinta sama gue?" tanya Ghea dengan tersenyum.


"Emang.." jawab Shaka cepat.Membuat Ghea membulatkan matanya.Ghea hanya bercanda tapi Shaka....


"Tapi bohong." Shaka kembali berucap dengan terbahak lalu berlari kecil meninggalkan Ghea.


"Ish,dasar cowok setres!" seru Ghea yang sebenarnya malu karena sudah merasa baper.


Shaka hanya tersenyum dan menoleh ke belakang dengan menjulurkan lidahnya.Ghea tersenyum geli kemudian berlari menyusul Shaka yang sudah duluan.Begitu tepat berada di belakang Shaka.Tanpa berperasaan Ghea memukul lengan Shaka dengan keras.


"Akh..." teriak Shaka kesakitan.


"Sorry..Gue sengaja." ucap Ghea tertawa membalas Shaka.Lalu mendahului Shaka masuk ke kelas.


"Cewek rese!" seru Shaka masih memegangi lengannya.Tapi setelah itu dia tersenyum senang karena melihat Ghea yng sudah mulai kembali tersenyum.


"Apa lo?" tantang Ghea begitu Shaka masuk ke kelas.


"Dasar cewek rese!" ucap Shaka memelototi Ghea.


"Kenapa lo?" tanya Rendi yang melihat Shaka memegangi lengannya.

__ADS_1


"Dipukul gue nj*r sama tuh cewek rese," jawab Shaka menggulung lengan bajunya untuk melihat memar dilengannya.


"Emang beneran sadis tuh cewek." sahut Haikal ketika melihat memar dilengan Shaka.


****


Ketika pulang sekolah Ghea melihat Ansel pulang bareng cewek lain.Mereka terlihat sangat akrab.Ghea lalu menghampiri Ansel ke parkiran.


"Oh jadi ini alasan lo ngajak gue putus?" ucap Ghea tersenyum kecut.


"Bukan urusan lo." ucap Ansel dengan kasar.


"Emang bukan urusan gue. Seharusnya dari awal gue percaya sama omongan temen-temen gue. Tapi gue tetep bersyukur akhirnya gue tahu siapa lo sebenarnya." ucap Ghea menahan emosinya kemudian berlalu meninggalkan Ansel dan wanita itu.


"Pulang yuk!" ajak Shaka begitu melihat Ghea di parkiran.


"Yuk!" ucap Ghea dengan senang lalu naik ke motor Shaka.


Ansel menatap Ghea dan Shaka yang berboncengan merasa geram.Karena,Ansel sebenarnya masih suka sama Ghea.


Sebaliknya Ghea memutuskan untuk move on.Karena,Ghea paling anti sama cowok playboy.


"Kha,pulang ke rumah lo ya?!" ajak Ghea.


"Kenapa?" tanya Shaka.


"Gue kangen sama Mama lo." jawab Ghea.Yang sebenarnya dia mencari teman untuk ngobrol supaya tidak kepikiran sama Ansel terus-terusan.


"Pokoknya gue mau main ke rumah lo." Ghea memaksa dan Shaka hanya bisa menuruti apa mau Ghea.


Karena,Shaka juga males di rumah beduaan terus sama Elisa.Om nya ikut Mamanya ke Kantor untuk beberapa urusan.


"Mau minum apa lo?" tanya Shaka ketika mereka sudah sampai di rumah.


"Apa aja." jawab Ghea lalu merebahkan tubuh lelahnya ke sofa di ruang tamu.


"Kalau capek tidur aja di kamar gue!" suruh Shaka yang melihat Ghea terlihat sangat lelah.


"Nggak ah,kita kan belum muhrim." jawab Ghea menolak.


"Yaelah kita juga nggak bakal ngapa-ngapain lagi." ucap Shaka tapi Ghea masih aja menolak.


Setelah ganti baju Shaka mengambil minum dan camilan buat Ghea.Sementara Ghea masih dengan malas rebahan di sofa.


Shaka duduk di sebelah Ghea yang terlihat menyedihkan itu.Ghea kemudian menjadikan paha Shaka sebagai bantal.


"Udah jangan sedih lagi! Gue kan udah bilang kalau Ansel itu playboy." ucap Shaka mengelus rambut Ghea.

__ADS_1


"Jangan bahas dia lagi gue males denger namanya!" ucap Ghea sewot lalu melompat bangun dan duduk masih dengan muka cemberut.


"Minum dulu tuh!" suruh Shaka.Ghea pun menurut setelah minum Ghea kemudian menyenderkan kepalanya dipundak Shaka.


"Kha,"


"Hmm"


"Nikah yuk!" ucap Ghea yang membuat jantung Shaka seperti mau copot.


Shaka menatap Ghea kemudian menyentuh kening Ghea dengan punggung tanganya.


"Apaan sih Kha?!" ucap Ghea yang merasa risi.


"Sehat lo?" tanya Shaka menatap Ghea.


"Sehatlah! Enak aja." ucap Ghea sewot.


"Gimana lo mau nggak nikah sama gue?" tanya Ghea lagi.


"Dilarang nolak!" Ghea menambahkan ucapannya lagi.


Shaka masih terdiam dan menatap Ghea dengan lekat.Shaka juga sadar cepat atau lambat mereka juga akan menikah.Tapi Shaka masih belum siap kalau harus secepat ini.Apalagi Ghea baru aja putus cinta.Mungkin keputusan itu muncul karena terpaksa.


"Woii! Malah bengong!" bentak Ghea memukul lengan Shaka lagi.


"Akh," erang Shaka kembali kesakitan.


"Kekerasan dalam rumah tangga itu namanya." ucap Shaka masih mengelus lengannya yang sakit.


"Nggak peduli. Siapa suruh ditanya malah bengong?" ucap Ghea.


"Lo sadar nggak dengan apa yang barusan lo ucapin?" tanya Shaka memastika Ghea baik-baik saja.


"Seratus persen sadar. Sekarang atau besok akhirnya kita juga bakal nikah kan?" ucap Ghea.


Shaka menatap wajah Ghea yang terlihat serius.Kemudian Shaka menghela nafas setelah berpikir sejenak.


"Kita bicarain dulu sama Orang Tua kita gimana baiknya!" Shaka memberi saran.Dan Ghea menganggukan kepalanya.


Alasan kenapa Ghea memutuskan untuk segera menikahi Shaka.Karena,Ghea nggak mau ada Ansel-Ansel yang lain dalam hidupnya.Dia mau fokus kepada masa depannya.Dan mungkin masa depannya adalah Shaka.Seorang cowok yang sudah dijodohkan dengan dia dari kecil.Mengingat mereka yang masih seorang pelajar nanti bisa dibicarakan lagi dengan Orang Tua masing-masing.


Dan untuk masalah cinta itu bisa dipupuk seiring berjalannya waktu dalam kebersamaan mereka.Karena,mereka sama-sama sadar kalau pernikahan itu sakral bukan main-main.


"Lo pasti udah mulai jatuh cinta sama gue?" goda Shaka.


"Cinta itu soal perjalanan bukan tujuan. Meskipun sekarang gue belum cinta sama lo.Dan lo juga belum cinta sama gue. Tapi suatu saat cinta itu pasti hadir dengan seringnya kebersamaan kita." jawab Ghea.

__ADS_1


Shaka merasa puas sekaligus senang dengan jawaban Ghea yang menurutnya rasional.Shaka juga kagum ternyata Ghea punya pemikiran yang sangat elegan.


"Nggak salah lo jadi calon istri gue." ucap Shaka yang membuat Ghea wajahnya memerah seketika.


__ADS_2