
Dan benar saja Kakak kelas yang berseteru dengan Shaka pagi tadi ingin balas dendam ke Shaka.Mereka berkumpul di jalan yang agak jauh dari sekolah mereka.
"Turun lo!" ucap Kakak kelas itu menghentikan laju motor Shaka.Tanpa rasa takut Shaka menghentikan laju motornya.Dan di belakangnya juga berhenti motor Rendi dan Haikal yang berboncengan dengan pacar masing-masing.
"Sorry gue nggak mau ladeni kalian." ucap Shaka dengan santai.
"Bacot lo. Ngomong aja kalau lo takut ama kita." ucap salah seorang Kakak kelas yang lain sambil tertawa.
"Udahlah. Minggir gue mau lewat!" ucap Shaka tanpa menghiraukan ejekan Kakak kelasnya.
"Oke gue maklum sih kalau lo takut. Lo kan anak Mami. Tapi gue peringatin ke lo jangan deketin Ghea!" ucap Radit salah satu Kakak kelas itu yang suka sama Ghea.
"Terserah gue dong mau deketin siapa aja. Kok jadi lo yang ngatur?" ucap Shaka dengan tersenyum sinis.
Karena,saling emeosi akhirnya perkelahian tak dapat terhindarkan.Shaka dengan dibantu kedua temannya meladeni Kakak kelas mereka,lima lawan tiga.Dan karena takut dan panik akhirnya Lika menelepon Ghea supaya meminta bantuan untuk menolong Shaka dan pacarnya.Kebetulan Ghea yang ada di mobil Ansel menyuruh Ansel untuk menghentikan mobilnya saat melintas ditemoat yang dikasih tahu oleh Lika lewat telepon tadi.Tanpa ragu Ghea langsung turun dari mobil Ansel dan berlari mendekati Lika dan Rista yang sudah ketakutan.
"STOP!" teriak Ghea mencoba menghentikan perkelahian itu.Dan mereka pun akhirnya berhenti saling memukul.Ghea melihat wajah Shaka yang sudah babak belur.
"Kalian kenapa sih? Mau jadi jagoan?" tanya Ghea dengan marah.
"Mereka duluan Ghe yang cegat kita." ucap Rendi mengadu sambil memegangi bibirnya yang berdarah.
"Kenapa sih Kak? Kakak masih marah sama Shaka gara-gara kejadian tadi pagi? Itu kan salah Kakak yang kurang ajar ke aku." ucap Ghea menatap marah ke Radit,Kakak kelas yang pernah ditolak cintanya sama Ghea.
Tanpa basa basi atau menunggu jawaban Radit.Ghea menarik tangan Shaka menjauh dan diikuti oleh Rendi dan yang lain.Ghea lalu meminta Ansel untuk pulang duluan karena dia mau bareng sama Shaka.Ghea memarahi Shaka dan kedua temannya yang masih aja meladeni Kakak kelas mereka yang rese itu.
"Mereka yang cari gara-gara duluan Ghe," ucap Haikal membela diri.
"Dan lagian itu juga gara-gara lo." sahut Rendi yang membuat Ghea merasa bersalah.
"Maaf. Besok-besok kalau mereka gangguin gue lagi,kalian nggak usah belain gue. Terutama lo Kha." ucap Ghea dengan sedih kemudian meninggalkan mereka dengan berjalan kaki.Akan tetapi Shaka berlari dan menahan tangan Ghea.
__ADS_1
"Lo mau kemana?" tanya Shaka menarik lengan baju Ghea.
"Pulang." jawab Ghea dengan sedikit emosi.
"Biarin gue anter. Katanya tadi mau bareng sama gue." ucap Shaka masih menahan tangan Ghea.Shaka lalu meminta kedua temannya untuk minta maaf ke Ghea atas ucapannya tadi.
"Maafin gue ya Ghe?" ucap Rendi meminta maaf sama Ghea.
"Iya Ghe. Kita bukannya mau nyalahin lo tapi alsan mereka mengajak kita berantem itu emang karena mereka nggak mau Shaka deketin lo." sahut Haikal mencoba menjelaskan.
Ghea menganggukan kepalanya dan meminta Shaka dan temannya tidak lagi meladeni Radit cs.Ghea juga ngomong kalau dia sendiri yang bakal mengurus Radit.Lalu,mereka pulang ke rumah masing-masing dengan berbocengan.Tapi,Ghea ikut pulang ke rumah Shaka untuk mengobati lukanya.
"Mama lo nggak di rumah?" tanya Ghea ketika turun dari motor Shaka.
"Mama masih di Kantor lah." jawab Shaka lalu mengajak Ghea masuk ke dalam rumahnya.
Shaka duduk di ruang tamu dan memanggil pembantunya buat ambil untuk Ghea dan ambilin kotak P3K.Pembantu rumah Shaka nggak kaget sama sekali melihat wajah Shaka yang babak belur.Mungkin karena sudah terbiasa melihat Shaka pulang dengan keadaan seperti itu.Dengan hati-hati Ghea mulai mengoleskan obat merah ke muka Shaka.
"Pelan-pelan woi." sewot Shaka kesakitan.
Setelah selesai mengobati luka Shaka.Ghea mengobrol dengan Shaka di ruang tamu itu.Ghea bertanya apa benar alasan Radit marah ke Shaka karena nggak mau Shaka deket-deket sama dia.Dan Shaka pun mengiyakan pertanyaan Ghea.
"Terus kenapa lo nggak turutin aja mau dia? malah ngajak berantem?" tanya Ghea penasaran.
"Karena gue nggak suka diatur-atur. Emang lo pikir karena gue suka sama lo gitu? GR banget lo." ucap Shaka dengan tertawa dan mendorong kepala Ghea.
"Woi! Dasar cowok stres lo." ucap Ghea balas memdorong kepala Shaka tapi dengan cepat Shaka menarik kepalanya kebelakang dan membuat Ghea terjatuh diatas Shaka.Mereka saling beradu pandang dan saling salah tingkah.
"Makan dulu yuk! Ntar baru gue anterin pulang." ajak Shaka dengan tersenyum senang Ghea mengiyakan ajakan Shaka.Karena,dia juga sudah lapar dari tadi.
Setelah selesai makan,Shaka pamit untuk mandi sekalian.Ghea menganggukan kepalanya dan menunggu Shaka di ruang tamu.Belum lama menunggu Mamanya Shaka sudah pulang dan merasa senang melihat Ghea ada di rumahnya.
__ADS_1
"Ghea tumben kesini?" tanya Mamanya Shaka senang.
"Tante udah pulang? Iya tadi pulang bareng Shaka terus mampir kesini." jawab Ghea sambil tersenyum.
"Terus Shaka-nya?" tanya Mamanya Shaka lagi sembari celingukan karena tak melihat Shaka dari tadi.
"Shaka baru ganti baju sekalian mandi Tan," jawab Ghea menjelaskan.
Sambil menunggu Shaka selesai mandi.Ghea ditemani Mamanya Shaka ngobrol ngalor ngidul.Tapi,begitu Shaka ke ruang tamu Mamanya menjadi histeris melihat muka Shaka yang babak belur.Dengan geram Mamanya mendekat ke Shaka,langsung menjewer telinga Shaka membuat Shaka kesakitan.
"Sakit Ma," ucap Shaka sembari mengusap-usap telinganya.
"Kamu bisa ngerasain sakit juga? Terus kenapa kamu berantem terus?" omel Mamanya Shaka yang sebenarnya sudah kewalahan menghadapi tingkah anak lelakinya itu.
"Jangan marah ke Shaka Tan. Shaka berantem karena nolongin Ghea yang diganggu sama Kakak kelas kita." ucap Ghea membela Shaka.
Wajah Mamanya Shaka berubah dari yang marah menjadi tersenyum."Beneran?" tanyanya.
"Iya Ma." jawab Shaka menganggukan kepalanya.Dan itu membuat Mamanya senang bukan main.Mamanya Shaka berpikir kalau itu adalah awal yang baik untuk Shaka dan Ghea.Mengingat Anak dan calon menantunya yang selalu berantem kayak kucing dan tikus setiap kali bertemu.
"Kenapa sih Ma senyum-senyum gitu?" tanya Shaka yang geli melihat ekspresi Mamanya.Sedangkan Mamanya nggak menjawab malah masih senyum-senyum sendiri sambil ngelihatin Shaka dan Ghea.
Shaka sempat mendelik melihat Mamanya yang bertingkah aneh.Lalu,dia berpamitan mau mengentar Ghea pulang.
"Iya hati-hati. Salam untuk Mama dan Papa ya Ghe?!" ucap Mamanya Shaka.
"Siap Tante." ucap Ghea dengan gerakan memberi hormat ke Mamanya Shaka.Sambil tertawa Mamanya Shaka mencubit pipi Ghea karena gemas.Dan sebelum keluar rumah Shaka berbisik ke Mamanya "Jangan lupa minum obat ya Ma!" ucapnya sambil tersenyum.
Mamanya yang paham maksud omongan Shaka langsung menarik telinga Shaka dengan sekuat tenaga."Kamu kurang ajar ya sama Mama." ucap Mamanya tapi dengan sedikit tersenyum karena dia juga paham kalau Shaka cuma bercanda.
"Syukurin lo!" ucap Ghea sambil terbahak melihat Shaka dijewer sama Mamanya.
__ADS_1
Shaka masih mengusap-usap telinganya dengan ngedumel lalu mendorong kepala Ghea."Bukan teman gue,lo." ucapnya dan langsung berlari keluar rumah.
Ghea yang merasa nggak terima lalu berpamitan kepada Mamanya Shaka dan langsung mengejar Shaka yang sudah duluan sampai luar.Mamanya Shaka kembali tersenyum senang melihat Shaka dan Ghea saling kejar.