LATE IN LOVE

LATE IN LOVE
episode 16


__ADS_3

Mamanya Shaka berseru memanggil Ghea dan saat itu benar-benar menyelamatkan Ghea dari kecanggungannya.Ghea bergegas melesat ke dapur.Tapi ketika berdiri dia sengaja menginjak kaki Haikal yang membuat Haikal ngomel-ngomel.


"Akh.." teriak Haikal kesakitan.


"Ngapain sih lo?" tanya Ghea berpura-pura beg*.


"Lo injak kaki gue kampret!" omel Haikal masih kesakitan.


"Oh,sorry gue sengaja." jawab Ghea sambil terbahak dan menjulurkan lidahnya.


"Dasar cewek rese!" seru Haikal mengomel.Shaka dan Rendi malah terbahak-bahak melihat Haikal kesakitan.


Beberapa menit kemudian Ghea keluar dari dapur dengan membawa kue ditangannya.Baunya yang harum membuat Rendi merasa lapar.


"Ghe,kok tumben lo cantik banget sih?" tanya Rendi tiba-tiba.


"Dari dulu keles. Kemana aja lo?" tanya Ghea dengan percaya diri lalu kembali duduk disebelah Shaka.


"Ngomong aja kalau lo mau minta kue nya,pakai acara bohong segala lo." ucap Haikal yang sebenarnya juga meledek Ghea.Sementara Rendi yang ketahuan niatnya hanya cengar cengir tidak jelas.


"Aa.." Ghea dengan lembut menyuapin kue yangbada di tangannya ke mulut Shaka.Dan Shaka pun dengan senang membuka mulut dan menerima suapan Ghea.


Elisa melihat pemandangan itu dengan sedikit canggung.Shaka pun menyadari kecanggungan Elisa dan memanfaatkan situasi membuat supaya Elisa merasa cemburu.


Ghea masih menyuapi Shaka sampai Mamanya Shaka keluar dari dapur dan mendekati mereka.Rendi terlihat puas ketika Mamanya Shaka datang dengan membawa kue di tangannya.


"Silahkan dicoba! Ini buatan Tante lho." ucap Mamanya Shaka mempersilahkan Rendi dan Haikal mencicipi kue buatannya.Tanpa basa basi dua remaja itu langsung mengambil dan memakan kue yang ada didepannya.


"Gimana? Enak nggak?" tanya Mamanya Shaka yang melihat dengan senang kedua pemuda yang sedang berebut itu.


"Enak.. enak." ucap kedua pemuda itu dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Dasar rakus!" ucap Ghea mengambil piring yang ada kue nya itu kemudian memakannya sendiri dan masih menyuapin Shaka.


"Bagi dong!" ucap Haikal merebut piring itu tapi dengan cepat Ghea menghindar.Dan kejadian itu membuat Mamanya Shaka cukup terhibur.Meskipun dia nggak suka Elisa yang sok akrab dengan teman-teman anaknya.

__ADS_1


Dan setelah beberapa lama Rendi dan Haikal berpamitan pulang.Sementara Ghea masih diblokir oleh Mamanya Shaka.Seolah enggan melepaskan Ghea dari cengkeramannya.


"Pulang nanti aja ya? Biar diantar Shaka nanti." ucap Mamanya Shaka memohon.Ghea pun hanya bisa menghela nafas dan menurut.Karena,tidak mau membuat calon mertuanya kecewa.


Sementara Ghea mengobrol dengan Mamanya Shaka.Shaka duduk sendiri di taman belakang dengan sebuah rokok terjepit diantara jemarinya.


"Sendirian?" tanya Elisa yang tiba-tiba duduk di sebelah Shaka.


Shaka sebenarnya terlalu malas dengan Elisa tapi juga tidak mau menghindar terus.Biar bagaimanapun Elisa adalah Tantenya sekarang.


"Um," Shaka bersenandung singkat.


Dinginnya malam semakin terasa diantara keduanya.Sampai akhirnya Elisa berucap kata maaf lagi.


"Telat gue udah terlanjur sakit hati." ucap Shaka melepaskan beban pikirannya.


"Aku terpaksa." ucap Elisa dengan suara serak.Seperti menahan beban terlalu dalam.


"Kita sudah berakhir! Sekarang gue doain agar lo selalu bahagia dengan Om gue." ucap Shaka masih dengan dingin.


Akan tetapi tanpa sengaja Ghea yang sedang mencari Shaka.Menyaksikan kejadian itu dengan melongo.Pantas saja,Rendi dan Haikal kayak akrab banget sama Elisa.Ternyata...


"Eh,ngapain lo disini?" tanya Shaka yang kaget melihat Ghea ada di depannya berjarak kurang lebih 5 meter dari tempat dia berdiri.


"Gue ngantuk,anterin gue pulang!" ucap Ghea bermanja dengan Shaka.Ekor mata Ghea melirik ke arah Elisa yang berdiri tidak jauh dari mereka.Dan benar saja seperti yang Ghea duga.Elisa menatapnya dengan tatapan tajam.Seperti seorang istri yang sedang melihat suaminya selingkuh.Tapi setelah itu Ghea tidak mau tahu lebih jauh.Dia cukup tahu aja.


"Ghea pulang dulu ya Tan?" pamit Ghea kepada Mamanya Shaka.


"Iya sayank." jawab Mamanya Shaka sambil mencium Ghea.


Di mobil,Ghea memberanikan diri bertanya tentang hubungan Shaka dan Elisa.Karena,Ghea juga penasaraan.Tiba-tiba rasa penasaran kembali menyerang.


"Lo ada hubungan apa sih sama Tante lo?" tanya Ghea hati-hati.Seketika Shaka menoleh menatap Ghea.Shaka sadar Ghea sudah mendengar percakapannya dengan Elisa tadi.


Melihat Shaka terdiam tanpa suara.Ghea kembali berkata " Maaf,gue nggak sengaja denger obrolan lo tadi."

__ADS_1


Shaka masih saja terdiam sampai tiba di rumah Ghea.Shaka memutuskan untuk turun dari mobil.Ghea yang kaget melihat Shaka duduk di kursi teras rumahnya langsung menarik tangan Shaka.


"Pulang nggak lo!" ucap Ghea mengusir Shaka.


"Temenin gue ngobrol bentar!" ucap Shaka yang terlihat begitu memelas.Ghea merasa kasihan kepada Shaka yang sepertinya sedih banget.Dan ikut duduk di sebelah Shaka.


Lima belas menit tanpa suara masing-masing membuat Ghea bosan.


"Katanya mau ngobrol? Malah diam aja!" omel Ghea yang sebenarnya sudah capek itu.Lalu berdiri hendak masuk ke rumah tapi tangannya tertahan oleh Shaka.


"Bentar gue ambil nafas dulu." ucap Shaka mengatur irama jatungnya.Dan Ghea pun kembali duduk.Tapi belum sempat Shaka membuka mulut.Papanya Ghea keluar dari rumah karena mendengar keributan di depan rumahnya.


"Eh,ada Shaka." ucap Papanya Ghea tiba-tiba membuat Ghea kaget setengah mati.


"Papa ngagetin aja!" bentak Ghea sembari memegang dadanya.


"Maaf deh Papa nggak sengaja." ucap Papanya Ghea sambil tersenyum lalu kembali menatap Shaka.


"Iya Om. Shaka nganterin Ghea pulang." jawab Shaka dengan sopan.


"Tadi Om udah di kasih tahu Mama kamu. Om seneng akhirnya kalian mau menjalin hubungan sebelum menikah. Dan kamu Ghe,dilarang keluar sama cowok yang tadi pagi kesini itu. Kamu harus pulang dan berangkat sekolah atau pergi hanya sama Shaka. Kalau kamu langgar,uang jajan kamu Papa potong setengah dan mobil kamu Papa jual." ancam Papanya Ghea.


Semula Ghea kaget dengan ancaman Papanya.Jadi dia menoleh melirik Shaka.Shaka pun tersenyum dan mengangguk kecil seolah tahu apa yang direncanakan Ghea.


"Oke,Ghea setuju." jawab Ghea dengan semangat.Karena,dalam pikirannya toh dia masih bisa ketemu sama Ansel di sekolah.


Tak lama-lama Papanya Ghea pamit masuk ke dalam.Dan membiarkan kedua remaja itu mengobrol.Ghea yang masih penasaran dengan hubungan Shaka dan Elisa pun kembali bertanya ke Shaka.


Shaka terdiam,kemudian menhambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan.Ghea yang sudah tidak sabar akhirnya kesal sendiri.


"Ya udah kalau nggak mau cerita.Lagian itu juga bukan urusan-" belum sempat Ghea menyelesaikan pembicaraan Shaka sudah memotong.


"Dia mantan pacar gue.Cinta pertama gue." ucap Shaka yang seketika membuat Ghea membeku.Sesaat kemudian Ghea tersadar.Dua menatap Shaka yang terlihat sangat menyedihkan.Dan Ghea dapat menduga kalau Shaka pasti cinta banget sama Elisa.


Ghea kembali menatap Shaka yang memandang lurus ke depan dengan tatapan kosong.Terlihat sekali kalau hati Shaka benar-benar terluka.Sesaat Ghea menaruh simpati kepada Shaka.

__ADS_1


Ghea menepuk tangan Shaka dengan pelan."Sudah jangan nangis! Cemen banget jadi cowok. Sekarang kan lo udah ada gue,pacar bohongan lo!" ucap Ghea tersenyum konyol mencoba menghibur Shaka.Dan membuat Shaka kembali tersenyum.


__ADS_2