Legenda Pendekar Jenius

Legenda Pendekar Jenius
BAB 14 - Duel!


__ADS_3

Lin Chen saat ini sedang berada di ruangan latihannya bersama dengan Qionlin, ini merupakan kali pertama Qionlin dibawa ke dalam ruangan latihan Lin Chen.


Qionlin begitu terkejut melihat banyak sekali bekas goresan sebuah pedang didalam ruangan itu.


"Apa yang telah dilalui oleh tuan muda selama ini latihan diam diam?" Bathin Qionlin melihat area latihan Lin Chen yang penuh tebasan tebasan pedang yang banyak.


"Qionlin, aku ingin mengajakmu sparing dan berduel dalam berpedang," ucap Lin Chen membuat Qionlin terkejut.


"Tuan muda.. tapi.." ucap Qionlin ragu ragu.


"Aku mau menguji hasil latihanku selama 3 tahun ini. Aku ingin melihat sampai sejauh mana perkembanganku," ucap Lin Chen memang selama ini dia tidak pernah berlatih melawan lawan sungguhan melainkan hanya berlatih dengan boneka kayu yang telah Lin Chen siapkan di ruangan latihannya.


"Baiklah tuan muda, jika memang itu keinginan anda maka aku akan melaksanakannya," ucap Qionlin kemudian mengambil jarak dengan Lin Chen.


"Keluarkan pedangmu Qionlin," ucap Lin Chen namun Qionlin masih ragu ragu karena ini pertama kalinya Qionlin diajak sparing oleh tuan mudanya.


"Baiklah tuan muda," Qionlin kemudian mengeluarkan pedangnya dan mengambil posisi untuk bertarung.


"Nah seperti itu!" Lin Chen dengan cepat tanpa aba aba mengeluarkan pedangnya dan melesat berlari ke arah Qionlin.


"Ap..apa?" Qionlin menangkis serangan dari Lin Chen, dan untung saja hampir Lin Chen mengenai wajahnya.


Lin Chen mundur ke belakang dan berlari sambil melesatkan pedanganya ke arah Qionlin.


Pedang mereka saling beradu, mereka berdua bertarung seperti dua ahli bela diri padahal Lin Chen yang masih berumur 4 tahun dapat menyaingi kekuatan Qionlin.


"Darimana tuan muda mempelajari teknik berpedang seperti ini?! Tidak mungkin gaya bertarungnya merupakan gaya yang mematikan!" Qionlin merasa bahwa Lin Chen memang menggunakan gerakan gerakan pengguna pedang normal namun dengan variasi dimana itu merupakan teknik mematikan yang langsung menyerang titik vital seseorang.

__ADS_1


Bagi Qionlin hal teknik merupakan teknik yang digunakan untuk membunuh faksi faksi kejahatan, tetapi bagi yang berada di faksi jalan kebenaran tidak sewajibnya mempelajari hal itu.


Qionlin yang sudah berada di tingkat pendekar 3 mengetahui potensi yang ada di dalam di Lin Chen.


"Monster!"


Itu sebutan bagi Lin Chen yang saat ini berumur 4 tahun dan memiliki kekuatan luar biasa.


Entah darimana Lin Chen belajar namun Lin Chen merupakan anak yang jenius dan luar biasa.


"Sepertinya pemimpin klan melahirkan monster yang tertidur selama 1000 tahun," bathin Qionlin yang masih beradu pedang dengan Lin Chen.


"Baiklah tuan muda, aku akan mengakhiri ini!" Qionlin kemudian mengeluarkan tenaga dalam qi ke pedangnya dan dengan sekali tebasan Lin Chen pun terpental ke belakang.


Untung saja Lin Chen mampu menahan serangan dengan kekuatan luar biasa dari Qionlin dimana Lin Chen saat ini belum mempelajari seni tenaga dalam apapun sudah mampu bertahan dari serangan dari pendekar yang mahir dalam tenaga dalam.


"Huff haa.. huff." Lin Chen menarik nafas terengah engah karena kelelahan melawan seseorang yang tingkatannya lebih tinggi beberapa kali lipat dibandingkan tingkatannya saat ini namun Lin Chen tetap tersenyum dan bangga karena melihat pencapaiannya selama ini dan titik yang telah Lin Chen raih selama pelatihannya.


Qionlin sangat bangga melihat tuan mudanya yang berumur 4 tahun sudah memiliki kekuatan setara dengan pendekar tingkat 1 itu murni tanpa ada bantuan tenaga dalam.


"Tuan muda yang umurnya 4 tahun saat ini sudah pasti melampaui tuan muda Lin Zhou yang umur 4 tahun baru memulai seni bela diri." Qionlin melihat bahwa Lin Zhou memang berbakat dan dibilang juga jenius akan tetapi Lin Chen sudah jauh kecepatannya dibandingkan dengan Lin Zhou.


"10.. tidak sepertinya beberapa tahun lagi tuan muda Lin Chen pasti akan melampauiku!" Bathin Qionlin yang merasa bangga sekali terhadap tuan mudanya.


Lin Chen dan Qionlin telah mengakhiri pertarungannya dan dimenangkan oleh Qionlin, jelas tentu saja Qionlin memang karena tingkat pengalaman dan kekutan masih berbeda jauh.


Sedangkan posisi Lin Chen saat ini semakin semangat dan ingin terus mengasah kemampuannya.

__ADS_1


"Tuan muda, bolehkah aku tau darima anda belajar berpedang?" Tanya Qionlin penasaran.


"Apakah kamu tidak melihat tebasan di dinding dan boneka itu? Aku tentu jelas berlatih sendiri," ucap Lin Chen membuat Qionlin tidak bisa berkata kata lagi.


"Tuan muda, aku Qionlin merupakan penjaga tuan muda, akan selalu setia kepada anda dan selalu mengikuti dan mendukung anda tuan muda!" Ucap Qionlin berlutut karena begitu bersyukur bisa diberikan kesempatan melayani Lin Chen.


"Sudah sudah, berdirilah dan aku ingin memberitahukan sesuatu kepadamu," ucap Lin Chen membuat Qionlin penasaran.


"Apa itu tuan muda?"


"Dalam beberapa hari lagi, kakak sepupuku Lin Zhou akan menjalani misinya, kakakku juga baru keluar dari latihan tertutupnya selama 3 tahun ini, aku mau mengikutinya dan kamu pastinya akan ikut bersamaku dalam misi itu," ucap Lin Chen membuat Qionlin bertanya tanya bahwa darimana Lin Chen mengetahui hal itu? Namun Qionlin tidak bertanya karena itu semua sudah terbiasa bagi Lin Chen.


"Tuan muda, apa yang harus hamba lakukan?" Tanya Qionlin.


"Aku ingin kamu meminta sebuah pill penawar seribu racun kepada nona Zhu Jin," ucap Lin Chen.


"Baik tuan muda!"


"Dan sampaikan salamku kepada nona Zhu Jin bahwa sepertinya aku masih banyak urusan lagi dan masih belum ada kesempatan untuk bertemu dengannya," ucap Lin Chen.


"Baik tuan muda! Siap laksanakan!" Qionlin kemudian pergi dengan cepat menuju ke tempat paviliun elang emas berada.


Selama 3 tahun ini paviliun elang emas didirikan di kota dekat dari istana klan Lin, selama 3 tahun ini paviliun hanya membangun paviliunnya serta beberapa senjata dan pil biasa. Paviliun elang emas belum memperkenalkan diri kepada dunia karena masih belum saatnya karena akibatnya akan besar jika dunia persilatan lebih awal tau tentang paviliun itu sebelum tahunnya akan terjadi.


Keesokan harinya di tempat paviliun elang emas..


Qionlin masuk dan menunjukkan token yang merupakan token vip dari Lin Chen. Akhirnya tanpa banyak hambatan Qionlin bertemu dengan nona Zhu Jin.

__ADS_1


"Apa kabar tuan Qionlin, sudah 3 tahun kita tidak bertemu dan sepertinya kamu sudah semakin kuat." Ucap Zhu Jin melihat perkembangan dari Qionlin yang sudah semakin kuat dari sebelumnya itu dikarenakan Qionlin juga diberikan pill pembentuk tubuh oleh Lin Chen.


"Haha sebenarnya tuan muda yang memberikan pill pembentuk tubuh kepadaku dan tuan muda juga mau penjaganya semakin kuat karena tidak ada yang tau musuh diluar sana pasti lebih kuat," ucap Qionlin.


__ADS_2