
Jing Shan kemudian mengarahkan target anak panahnya ke arah sebuah batu yang besar dan meluncurkan serangannya.
Seketika itu juga anak panah qi dari Jing Shan melesat dengan sangat cepat, tanah yang dilalui oleh anak panah itu membekas seperti sebuah angin membelah tanah melesat ke sebuah batu yang besar.
Lin Chen yang melihat kekuatan yang luar biasa itu sangat terkejut karena kekuatan itu merupakan kekuatan penghancur yang dengan santainya Jing Shan lakukan. Berbeda dari pendekar suci yang hanya mampu melakukan serangan pamungkas namun kebanyakan tenaga dalamnya langsung habis.
"Bahkan serangan itu mampu membunuh pemimpin klan demonic!" Bathin Lin Chen yang sudah tidak sabar berlatih menjadi seorang kultivator.
"Bagaimana? Ini adalah contoh kecil dari kekuatan kultivator, dan serangan ini bahkan tidak menghilangkan sedikit pun energi qi didalam tubuhku," ucap Jing Shan menjelaskan kepada Lin Chen.
"Tolong ajari aku menjadi seorang kultivator!" Ucap Ling Chen memberi hormat meminta kepada Jing Shan untuk diajari menjadi kultivator.
"Tenang saja nak Chen, aku tetap akan mengajarkanmu, sekarang duduklah dalam bentuk lotus," ucap Jing Shan menyuruh Lin Chen untuk duduk seperti bunga lotus berkultivasi.
Lin Chen pun duduk dan mengikuti arahan dari Jing Shan.
"Sekarang tutup matamu dan tenangkan semua pikiranmu."
Lin Chen pun menutup matanya dan menenangkan pikirannya setenang mungkin.
"Aku akan memberikanmu sebuah kata kata yang dapat kamu cerna dan ini merupakan kata kata agar seseorang dapat cepat memahami dan merasakan energi alam yang ada di sekitar ini," Jing Shan kemudian membisikkan kata kata kuno dimana kata kata itu merupakan kata kata khusus seseorang yang baru memulai menjadi seorang kultivator.
Lin Chen mendengar sengan baik, seakan akan kata kata itu mengalir seperti derasnya sungai yang mangalir di pegunungan, banyak keyamanan dan ketenangan dari kata kata itu membuat Lin Chen dapat dengan mudah merasakan letak letak energi alam.
"Bagaimana? Apakah kamu sudah mampu merasakannya?" Tanya Jing Shan kepada Lin Chen.
"Apakah titik titik berwarna kuning itu? Melayang layang begitu bayang seperti debu di udara?" Ucap Lin Chen melihat sebuah titik titik berwarna emas atau kekuningan itu melayang di udara dengan jumlah yang banyak.
"Apa?! Secepat ini?!" Bathin Jing Shan terkejut melihat kecepatan reaksi dan pemahaman yang tinggi dari Lin Chen, dimana Lin Chen dapat merasakan energi alam di sekitarnya.
"Bahkan Ling'er butuh satu dua hari untuk bisa memahami dan merasakan energi alam," bathin Jing Shan melihat perbedaan Lin Chen dengan anaknya.
"Benar, itu adalah titik titik energi alam, cobalah untuk mengendalikan energi itu mulai dari titk titik dan membentuk sebuah bola bola besar kemudian serap itu masuk kedalam tubuhmu," ucap Jing Shan memberi arahan kepada Lin Chen.
__ADS_1
Lin Chen kemudian mengikuti arahan tersebut dan mulai mengendalikan energi alam itu membentuk sebuah bola bola seperti yang dikatakan oleh Jing Shan.
"Membentuk bola? Apakah ada cara lain?" Bathin Lin Chen merasa kesulitan untuk membentuk titik itu menjadi sebuah bola bola.
"Bagaimana jika aku langsung menyerapnya saja? Tidak perlu menjadikannya seperti bola bola, aku aakan mencobanya," bathin Lin Chen kemudian mengendalikan area di sekitarnya membuat Jing Shan melotot dan terkejut melihat tindakan yang dilakukan oleh Lin Chen.
"Ini! Apa yang dia lakukan? Mengubah cara menyerap energi alam?" Bathin Jing Shan karena baru kali ini seseorang mengubah cara menyerap energi alam.
Jing Shan melihat seluruh titik titik yang melayang seperti pasir masuk bagaikan air terserap ke tubuh Lin Chen dengan deras.
"Anak ini..." Jing Shan sungguh tidak menyangka bahwa Lin Chen ternyata jenius mengubah cara menyerap energi alam.
Seorang kultivator pemula mempunyai cara menyerap energi alam harus bisa merasakan titik titik energi alam dan mengendalikannya membentuk sebuah gumpala bola bola bundar dan menyerapnya ke dalam tubuhnya.
Akan tetapi kondisi Lin Chen sangat berbeda, bahkan tidak membentuk titik itu menjadi bola, dia kemudian menyerapnya seperti derasnya air mengalir dimana titik itu bagaikan pasri terseret derasnya arus air sungai.
"Pantas saja dia mampu memasuki wilayah yang bahkan manusia biasa tidak mampu memasukinya karena ilusi di tebing itu merupakan ilusi yang membuat seseorang kehilangan kesadaran dan ketakutan mental yang sangat kuat. Akan tetapi anak ini berbeda! Pantas saja sangat spesial dan menjadi pewaris sang penguasa ternyata anak ini begitu jenius," bathin Jing Shan tersenyum melihat Lin Chen begitu jenius.
"Sekarang serap lebih cepat dan banyak!"
Lin Chen kemudian menyerap lebih cepat dan lebih banyak energi alam daripada sebelumnya.
"Bertahanlah rasanya agak sakit!"
Jing Shan kemudian mengalirkan tenaganya ke tubuh Lin Chen dimana titik titik meridiannya seluruhnya diisi oleh tenaganya dan berusaha untuk membukanya.
"Ugh.." Lin Chen merasakan rasa nyeri dan sakit dari dalam tubuhnya seperti banyak jarum jarum yang menancap didalam tubuhnya lepas satu persatu dari atas tubuhnya sampai ke bawah.
Perlahan lahan seluruh meridian Lin Chen mulai terbuka, baik meridian kecil dan besar pun mulai terbuka sepenuhnya.
Selang beberapa menit akhirnya meridian Lin Chen terbuka dan begitu lancar sederas air yang mengalir di sungai.
"Energi ini... mengalir di seluruh tubuhku.." bathin Lin Chen merasakan banyak titik beban yang ada didalam dirinya seperti lepas dan ringan seperti sesuatu yang tidak berbeban sama sekali.
__ADS_1
"Baiklah, sekarang aku akan membantumu membuka dantianmu yang merupakan tempatmu untuk menopang seluruh energi alam yang kau serap yang melalui meridianmu," ucap Jing Shan menjelaskan.
"Tahanlah! Ini agak lebih sakit daripada sebelumnya!"
Seketika itu juga aliran energi alam yang mengalir di seluruh meridian Lin Chen mengalir sangat deras seperti di pompa untuk menghancurkan sebuah dinding penghalang yang begitu tebal.
"Aku merasa seperti ada sesuatu tak terbatas didalam diriku akan tetapi sesuatu itu masih terbendung oleh sebuah dinding yang sangat tebal, aku juga merasakan aliran energi alamku begitu deras seakan akan mau menghancurkan penghalang itu untuk memasuki sesuatu tak terbatas tersebut," bathin Lin Chen merasakan hal tersebut.
"Ughh!" Lin Chen merasakan nyeri dan sakit seakan akan ada yang mau hancur di dalam tubuhnya.
"Bertahanlah!" Ucap Jing Shan menyemangati Lin Chen agar tidak menyerah sama sekali.
Lin Chen kemudian menambah fokus dirinya dan menenangkan dirinya dibalik sakit yang diterima. Lin Chen menenangkan dirinya karena memang sudah terbiasa dengan rasa sakit di masa kehidupan lalu. Namun rasa sakit ini sangat berbeda, seperti ada alam lain didalam tubuh Lin Chen terbuka.
"Aku harus bisa!" Bathin Lin Chen yang semakin merasakan sakit aneh di tubuhnya namun tetap harus bertahan untuk menerobos dinding tebal itu.
"Sedikit lagi!!" Jing Shan yang memasukkan tenaga nya akhirnya telah berhasil menerobos dantian Lin Chen dengan suara dentuman meletus teredam dari dalam tubuh Lin Chen.
"Hufff haaa huff.." Lin Chen terengah engah dan tampa sekujur tubuhnya dialiri begitu banyak energi alam dan penuh energi kekuatan.
"Pfft bau sekali," ucap Lin Chen melihat banyak lendir lendir hitam keluar seperti keringan kenyal dan lengket di sekujur tubuhnya.
"Hahaha itu adalah kotoran di tubuhmu, memang seperti itu yang terjadi jika seseorang telah menerobos dan menjadi seorang kultivator," ucap Jing Shang tertawa melihat tubuh Lin Chen berlumuran kotoran hitam lengket dan sangat bau.
"Bisakah aku pergi mandi?"
"Haha tentu saja, silahkan pergi ke danau sana, itu adalah danau spiritual yang penuh dengan energi alam, mandilah disana," ucap Jing Shan menjelaskan.
"Baik, terima kasih paman Shan," ucap Lin Chen kemudian berlari menuju ke arah danau itu.
"Kenapa bisa?!" Lin Chen bingung karena kecepatannya berlari sungguh begitu cepat padahal dirinya sudah merasa biasa biasa saja tapi ini begitu cepat.
"Ternyata seperti ini rasanya menjadi seorang kultivator!" Ucap Lin Chen kemudian terjun dan mandi di danau itu.
__ADS_1