
"Huff padahal aku baru saja mau serius, tapi tidak masalah adik Chen, aku tau kamu masih awal tapi aku sangat bangga kepadamu sudah bisa menyaingi kekuatan kakakmu ini!" Ucap Lin Zhou menepuk pundak Lin Chen lalu tersenyum bangga kepadanya.
"Hehehe kakak Zhou berlebihan, tapi suatu saat nanti aku juga akan pasti menjadi pendekar yang kuat kakak Zhou!" Ucap Lin Chen membuat mata Lin Zhou begitu membara semangat.
"Benar benar! Kita harus menjadi pria yang kuat! Dan kita harus menjadi pendekar yang kuat!" Ucap Lin Zhou yang memang karakternya hanya kekuatan dan kekuatan di dalam kepalanya.
"Tapi Chen'ee bolehkah aku tau apakah selama ini kamu berlatih murni dan belum menggunakan tenaga dalam?" Tanya Lin Zhou penasaran.
"Tidak, aku hanya melakukannya murni tanpa menggunakan tenaga dalam, semuanya murni dengan kekuatanku," ucap Lin Chen membuat Lin Zhou terkejut karena saat bertarung tadi Lin Zhou merasakan bahwa tidak ada tanda tanda dari Lin Chen yang menggunakan tenaga dalam, karena memang Lin Zhou ragu ragu saat mau menggunakan tenaga dalamnya tadi.
"Apakah kamu belum diberikan seni bela diri oleh paman Lin Hu?" Tanya Lin Zhou yang heran kenapa Lin Chen belum diberikan sebuah seni bela diri warisan klan Lin.
"Kakak Chen, ayahku dan ibuku saja belum mengetahui kekuatanku, dan apalagi umurku baru 4 tahun dan pasti kakak tau di umur 4 tahun juga kakak Zhou diberikan kitab seni bela diri oleh paman Chu," ucap Lin Chen membuat Lin Zhou menepuk kepalanya yang tidak sakit.
"Benar juga adik Chen! Haha kakak lupa kalau kamu masih berumur 4 tahun baru baru ini," ucap Lin Zhou yang hampir lupa bahwa Lin Chen yang kelihatan berumur 7 tahun tapi umurnya sebenarnya 4 tahun.
"Baiklah adik Chen ayo kita istirahat sebentar dan aku ingin memberitahukan sesuatu kepadamu," ucap Lin Zhou membuat Lin Chen menyadari sesuatu.
"Apakah ini berkaitan dengan misi itu?" Bathin Lin Chen kemudian mereka pergi ke ruangan istirahat dan makan bersama yang telah disiapkan oleh pelayannya.
"Adik Chen, apakah kamu mau ikut denganku menjalankan misi pertama ku?" Ucap Lin Zhou mengajak Lin Chen dengan begitu berharap bahwa Lin Chen juga sangat ingin bepergian bersama Lin Zhou.
"Sungguh penantian lama ini akhrinua berkaitan dengan misi itu!" Bathin Lin Chen begitu senang mendengarnya langsung dari Lin Zhou.
"Benarkah kakak Zhou?!! Aku mau ikut!" Ucap Lin Chen semangat membuat Lin Zhou juga semakin bersemangat karena adik kecilnya juga pasti sangat ingin melihat luasnya dunia.
Sebenarnya ini adalah misi pertama Lin Zhou setelah latihan tertutupnya 3 tahun, saat umurnya 7 tahun pun Lin Zhou mendapatkan misi, itupun masih didalam wilayah Klan Lin.
"Tapi misi ini bukan di wilayah kita melainkan misi ke luar wilayah klan kita, tapi tenang saja aku akan selalu melindungimu Chen'er!" Ucap Lin Zhou mengepalkan tangannya dengan begitu semangat.
__ADS_1
"Aku ikut kakak Zhou, aku mau ikut!!" Lin Chen mau tidak mau harus menunjukkan sisi kekanak kanakannya agar Lin Zhou akan fix mengajaknya keluar.
"Baiklah besok kita pergi menghadap ke orang tuamu agar kamu juga di izinkan," ucap Lin Zhou.
"Baik kakak Zhou, Chen'er pasti akan melakukannya!" Ucap Lin Chen yang mengepalkan tangannya juga karena semangat tak sabar lagi untuk pergi berpetualang menjalankan misi bersama Lin Zhou.
Keesokan harinya di kediaman Lin Chen, Qionlin akhirnya datang dengan selamat membawa pill penawar seribu racun yang diminta oleh Zhu Jin.
"Tuan muda, ini adalah pill yang anda minta," ucap Qionlin memberikan pill tersebut.
"Baiklah terima kasih Qionlin, dan ambil pill ini simpan dan gunakan pada waktunya, kita akan menjalankan misi dalam 3 hari lagi," ucapnya membuar Qionlin bertanya tanya.
"Tuan muda bolehkah aku tau rencana anda dan mengenai misi itu apa?" Tanya Qionlin.
"Kita nanti akan menghadapi musuh yang lebih kuat," ucap Lin Chen.
"Musuh seperti apa itu tuan muda?" Tanya Qionlin.
"Kalau seperti itu kenapa anda mau menghadapi lawan seperti itu jika anda belum punya kekuatan?" Tanya Qionlin.
"Ini demi masa depan," ucapnya membuat Qionlin tidak berani bertanya lagi.
Disela sela itu tiba tiba datang seorang utusan untuk memanggil Lin Chen menuju ke kediaman pusat.
Lin Chen dan Qionlin pun menuju ke kediaman tempat dimana kediaman pusat tempat dimana pemimpin berada.
"Salam ayah, ibu."
"Salam pemimpin dan nyonya."
__ADS_1
Lin Chen memberi hormat kepada ayahnya dan ibunya bersama dengan Qionlin.
Di ruangan itu terdapat Lin Chu serta Lin Zhou dan beberapa petinggi petinggi dari klan Lin.
Banyak dari petinggi petinggi klan Lin begitu terpesona dan terkejut melihat Lin Chen yang tumbuh pesat dan tumbuh tinggi seperti anak berusia 7 tahun karena memang Lin Chen jarang mengunjungi kediaman pusat klan Lin bisanya Lin Chen sering mengunjungi kediaman orang tuanya.
"Ternyata tuan muda sangat tampan!"
"Lihat senyuman itu sangat manis!"
"Apakah dia benar benar 4 tahun? Ini terlihat anak 7 tahun!"
"Padahal dulu hanya setinggi lututku tapi sekarang dia sudah mau setinggi denganku.."
Semuanya banyak yang berbicara dalam hati dan diam melihat serta kagum melihat putra pewaris dari klan Lin.
"Chen'er apakah kamu tau apa maksud ayah memanggilmu kesini?" Tanya Lin Hu kepea Lin Chen.
"Aku tidak tau ayah," ucap Lin Chen kepada ayahnya.
"Sesuai dari permintaan Lin Zhou, bahwa kamu juga ingin ikut bersama Lin Zhou menjalankan sebuah misi?" Tanya Lin Hu.
"Benar yang anda katakan ayah, aku mau ikut bersama kakak Zhou menjalankan sebuah misi," jawab Lin Chen.
"Baiklah, tapi sebelum itu aku mau mengujimu!" Lin Zhou kemudian terbang dengan tekanan energi listrik luar biasa menuju ke depan Lin Chen.
"Apa?!" Lin Zhoun melihat bahwa apa yang sebenarnya ayah Lin Chen pikirkan kenapa tiba tiba seperti ini mengeluarkan tekanan yang luar biasa, apalagi dihadapan anaknya sendiri.
Lin Chen yang diberikan tekanan tidak gentar sekalipun dan tidak takut melainkan merasa tenang dengan tekanan tersebut.
__ADS_1
"Haha ayah, aku akui ayah memang hebat bahkan di masa lalu karena kehebatan ayah seluruh jendral demonic memburu ayah karena ayah adalah ancaman yang besar," bathin Lin Chen tersenyum dan bangga kepea ayahnya yang dulunya adalah pendekar suci terhebat dan luar biasa di dunia persilatan bahkan ditakuti di dunia persilatan karena kekuatannya yang begitu besar.
Di kehidupan sebelumnya, Lin Hu merupakan pendekar suci yang apabila seseorang menceritakan tentang anaknya yang hilang itu langsung emosi dan marah, emosi dan kemarahan itu yang selalu membuat Lin Hu mengamuk dan menjadi kuat di dunia persilatan bahkan sampai ditakuti para jendral demonic.