Legenda Pendekar Jenius

Legenda Pendekar Jenius
BAB 42 - Reruntuhan Kuno


__ADS_3

Setelah beberapa menit akhirnya Lin Chen, Lin Zhou, serta Tang Rui dan Qionlin sampai di tempat reruntuhan kuno itu.


Mata Lin Zhou dan Qionlin seperti terpesona dengan bentuk sebuah pintu masuk sebuah goa yang besar dimana ukiran ukiran kunonya terlihat sangat bagus dan keren.


"Wau apakah ini tempatnya tuan Tang?" Tanya Lin Zhou sangat tertarik dengan pintu masuk reruntuhan kuno itu.


"Sesuai dengan yang aku katakan dengan kalian bahwa aku tidak berbohong dan reruntuhan ini benar benar ada dan nyata," ucap Tang Rui yang sebenarnya sudah tidak tahan berbicara dengan mereka sebab menunggu kedatangan dari kelompok Klan Demonic.


Lin Chen yang melihat Tang Rui seakan akan sudah tidak sabar pun mengerutkan keningnya karena memang Tang Rui sebenarnya masih menunggu kedatangan dari kelompok dari klan Demonic.


"Kenapa kita tidak masuk kedalam saja tuan Tang?" Tanya Lin Chen membuat Tang Rui panik.


"Ba.. baiklah ayo kita masuk," ucap Tang Rui yang kesal karena medatangan dari kelompok Klan Demonic belum datang.


"Cih sebelum kedatangan mereka, sepertinya kau akan mati duluan didalam haha," bathin Lin Chen yang sudah merencanakan sesuatu.


Lin Chen melihat mata Lin Zhou dan Qionlin dan seakan akan mereka bertiga telah merencanakan sesuatu kepada Tang Rui.


Mereka pun masuk kedalam pintu reruntuhan kuno itu, saat menginjakkan kakinya pertama kali yang dirasakan oleh Lin Chen seperti sebuah dehavu dimana sebuah kejadian yang pernah dirasakan kembali dirasakan lagi.


"Perasaan ini.. dimana kisah pertamaku dimulai waktu aku diculik dan mereka berdua mati, aku tidak akan membiarkan itu terjadi!" Bathin Lin Chen yang tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dan akan mengubah takdir yang kelam.

__ADS_1


Didalam tempat itu begitu gelap, dan untung saja Lin Chen sudah menyiapkan sebuah obor dan menyalakan api untuk menerangkan tempat itu.


"Sangat gelap dan lembab.." Lin Zhou merasa seperti masuk ke dalam tempat kematian dimana kegelapan yang ada dan penuh dengan hal hal misterius.


Lin Chen yang merasakan kondisi kegelapan, mencoba mengingat ingat jalan yang pernah dilaluinya dikehidupan sebelumnya serta beberapa jebakan jebakan yang akan ada.


Dan benar saja, Lin Zhou berjalan dan tidak sengaja menginjak sebuah lantai dimana lantai itu seperti tombol membuat Lin Chen mengerutkan keningnya.


"Semuanya menunduk!" Sontak semuanya pun menunduk dengan arahan Lin Chen. Untung saja berkat Lin Chen semuanya selamat dari sebuah ribuan anak panah melesat ke dinding sebelahnya dan tertancap.


"Huff untung saja!" Lin Zhou merasa sangat panik dan senang karena bisa selamat dari jebakan itu.


"Jadi seperti ini model reruntuhan itu? Penuh misteri dan juga penuh jebakan.." ucap Qionlin yang saat ini mulai waspada, karena jika bukan berkat dari Lin Chen sepertinya mereka akan mati dari jebakan jebakan itu.


"Didalam reruntuhan ini, ada 3 lapisan dimana lapisan luar, tengah, dan inti dimana tempat harta karunnya berada." Tang Rui menjelaskan bahawa mereka saat ini berada di lapisan luar dimana lapisan ini penuh dengan jebakan. Sedangkan di lapisan dalam ada sebuah monster yang berbahaya bahkan dari klan Tang tidak mampu melewati monster itu.


Lin Chen yang mendengar cerita Tang Rui pun sadar karena memang di kehidupan sebelumnya yang mampu membasmi monster itu adalah kelompok dari klan Demonic setelah membunuh Lin Zhou dan Qionlin di lapisan luar.


"Berarti tuan Tang sudah tahu mengenai letak jebakan jebakan dari reruntuhan ini?" Tanya Lin Chen yang sebenarnya Lin Chen sudah tahu jebakan jebakan di dalam lapisan luar reruntuhan kuno itu.


"Benar sekali, aku sudah..." namun saat Tang Rui ingin menjelaskannya tiba tiba Qionlin melesatkan pedangnya dengan cepat ke arah Tang Rui.

__ADS_1


Untung saja, Tang Rui yang reflek mampu menangkis serangan dari Qionlin walaupun terpukul mundur beberapa meter ke belakang.


"Sialan, apa yang kalian lakukan dengan wakil pemimpin klan Tang?!" Ucap Tang Rui yang merasa ada yang aneh sebab hal dan rencananya tidak pernah diketahui oleh mereka tapi mereka malah menyerangnya.


"Hahaha Tang Rui, apakah kamu tahu bahwa kamu berencana menjebak kami disini dan membunuh kami?!" Ucap Qionlin membuat Tang Rui terkejut mendengar perkataan itu.


"Tidak, mana mungkin aku bisa mengalahkan kalian dan membunuh kalian, itu tidak masuk akal!" Ucap Tang Rui yang merasa terpojok.


"Sial, darimana mereka tahu rencanaku yang aku sembunyikan selama ini?! Apa jangan jangan.." Tang Rui melihat Lin Chen tersenyum kepadanya.


"Sialan, bagaimana bisa bocah itu tahu mengenai rencanaku?! Apa yang harus kulakukan?! Melawannya saja sama seperti mencari kematianku," bathin Tang Rui yang melihat jika melawan mereka bertiga pastinya Tang Rui tidak bisa berhasil sebab kekuatan Qionlin sudah setara di tingkat pendekar 3 namun kekuatannya lebih besar daripada Tang Rui, dan Lin Zhou berada di pendekar tingkat 2 sedangkan Lin Chen berada di pendekar 1 namun kekuatannya setara pendekar tingkat 2.


"Aku harus kabur dan sembunyi, aku ingat ada tempat sembunyi di lapisan luar ini!" Tang Rui kemudian dengan cepat menghentakkan kakinya dan berlari menuju ke sebuah tempat bersembunyi.


"Jangan kabur!" Ucap Qionlin yang berniat untuk mengejar Tang Rui namun tiba tiba dihentikan oleh Lin Chen.


"Sudah jangan dikejar, aku tahu tempat dia bersembunyi, dan tempat ini banyak jebakan pastinya saat kamu mengejarnya akan mendapatkan jebakan tersembunyi dan akan membahayakan nyawamu," ucap Lin Chen yang menghentikan Qionlin karena memang jika Qionlin mengejar Tang Rui pastinya akan membahayaka nyawanya sendiri sebab didalam reruntuhan lapisan luar banyak jebakan tersembunyi.


"Adik Chen, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Lin Zhou yang sudah mengetahui rencana licik dari Tang Rui yang ingin menjebaknya dan membunuhnya di reruntuhan ini.


"Ikuti aku, aku tahu jalan rahasia bahkan Tang Rui pun tidak mengetahui jalan itu," ucap Lin Chen menunjukkan sebuah tempat dimana itu merupakan jalan rahasia yang hanya diketahui oleh Lin Chen.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Lin Chen pun sampai di sebuah dinding batu besar dimana dinding itu mustahil untuk dihancurkan apalagi diserang menggunakan kekuatan.


"Dikehidupanku sebelumnya, saat aku menjadi jendral demonic menjalankan tugas, aku bepergian sendiri ke reruntuhan ini dan mencari tahu semuanya, dan tidak sengaja aku menemukan sebuah jalan rahasia dimana ini adalah jalan ter aman bahkan lapisan dalam pun bisa dilewati tanpa melawan monster itu," bathin Lin Chen menatap pintu jalan rahasia yang ada di depan matanya.


__ADS_2