
"Lin Chen, apakah benar yang kamu katakan itu? Bahwa kamu tidak merasakan jurang itu sangat dalam?" Tanya Jing Shan kepada Lin Chen.
"Benar, bagaimana mungkin aku berbohong dengan ceritaku?" Ucap Lin Chen membuat Jing Shan dan Jing Huang mengangguk seperti mengerti akan sesuatu.
"Lin Chen, sepertinya kamu adalah takdir itu," ucap Jing Shan membuat Jing Ling dan Jing Lu keheranan.
"Apa maksud ayah takdir itu?" Tanya Jing Ling penasaran.
"Anakku, apakah kamu tau yang waktu ibu dan ayah ceritakan kepada kamu mengenai masa lalu kenapa kamu bisa terlahir di wilayah ini dan dilarang keras keluar dari wilayah ini?" Ucap Jing Huang kepada anaknya.
"Iya ibu, tapi apa hubungannya dengan takdir itu? Dan kenapa kita bisa beraa di wilayah ini dan tidak boleh keluar sama sekali?" Tanya Jing Ling penasaran.
"Anakku, kita sebenarnya bukan makhluk dari dunia ini dan kita sengaja berada disini dan bersembunyi dari masa itu ratusan ribu tahun yang lalu," ucap Jing Huang menbuat Jing Lin dan Jing Lu serta Ling Chen bertanya tanya dalam hati serta penasaran.
Ratusan ribu tahun yang lalu, di dunia atas banyak ras yang hidup di dunia itu, mulai dari ras iblis, ras elf, ras monster, ras manusia, memiliki wilayah masing masing.
Seluruh wilayah memiliki pemimpin masing masing dan memiliki kekuatan yang begitu luar biasa.
Semua wilayah itu hidup berdampingan dan tidak bertengkar satu sama lain karena ada satu penguasa mutlak dunia atas yang mereka takuti.
Penguasa itu adalah seorang manusia atau seorang kultivator yang memiliki kekuatan luar biasa dan sosok yang adil dan tidak ada yang berani dengan kekuatan mutlak tersebut.
Namun ada sebuah masa dimana dunia atas itu tiba tiba muncul sebuah portal dimensi yaitu kemunculan sosok pengacau yang memiliki kekuatan luar biasa.
__ADS_1
Pengacau itu merupakan sosok seperti manusia namun ukurannya lebih besar dan memiliki sebuah tanduk dan sebuah mata yang aneh.
"Mereka di sebut Emo."
Pertarungan di masa itu membuat seluruh ras mengumpulkan kekuatannya membantu penguasa untuk menghentikan dan membinasakan makhluk asing yang mengacau di dunianya.
Dan untung saja, sang penguasa berhasil menghentikan peperangan akan tetapi penguasa terluka parah karena seluruh kekuatannya habis karena melindungi semua orang di dunia atas dengan kekuatannya walaupun masih banyak korban yang berjatuhan karena membela dan menyelamatkan dunianya dari kekacauan.
Para Emo yang tersisa berhasil kabur dan tidak ditemukan tanda tanda nya hingga saat ini. Semua ras mencari ke setiap sudut di dunia itu namun tidak ada yang berhasil menemukannya.
Ras yang paling setia kepada penguasa adalah ras Elf karena ras Elf lah yang memiliki kepercayaan yang tinggi kepada seseorang yang mereka percayai.
Ras Elf bahkan saat penguasa sekarat pun tetap berada di sampingnya dan selalu menjaganya dalam keadaan apapun.
Namun sang penguasa tidak bodoh, malahan penguasa pergi ke sebuah dunia kecil yang paling aman bahkan titik lokasinya tidak dapat diketahui oleh siapapun.
Sang penguasa membuat sebuah array pelindung di wilayah tertentu untuk para ras Elf tinggal nantinya dan menjaga warisannya dan penguasa berpesan bahwa siapapun manusia bahkan ratusan ribu tahun di wilayah ini, dan mampu memasuki wilayah ini tanpa halangan sama sekali, maka dia adalah ahli warisku dan takdir yang akan menjadi penguasa berikutnya.
Siapapun yang dapt melewati array wilayah para ras Elf pastinya memiliki tubuh spesial dan memang array itu dirancang oleh penguasa untuk mencari sosok yang berhak menjadi penerusnya dan siapapun yang berhasil melewatinya maka ras Elf harus bersumpah setia kepadanya dan menunjukkan semua warisan untuk ahli waris itu nanti.
Lin Chen yang mendengar penjelasan itu akhirnya mengerti dan memahami situasi yng telah terjadi dengan keanehan yng terjadi, bagi Lin Chen ini memang masuk akal dari yang Jing Shan jelaskan.
"Dan kamu adalah takdir itu Lin Chen, kamu manusia pertama sejak kami berada disini yang berhasil memasuki array rancangan khusus dari penguasa kami," ucap Jing Shan menjelaskan.
__ADS_1
Mendengar hal itu membuat Lin Chen seakan akan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
Jing Huang dan Jing Shan maju dan berjalan menuju ke depan Lin Chen, hal itu membuat Jing Ling dan Jing Lu heran dengan apa yang membuatnya maju ke hadapan Lin Chen.
"Lin Chen.. tidak.. sang penguasa baru kami dari ras Elf, apakah kamu bersedia membantu kami dan menjadi penguasa baru di dunia atas?" Ucap Jing Huang berlutut bersama Jing Shan.
Melihat kedua orang tuanya berlutut membuat Jing Ling dan Jing Lu merasa bahwa hal itu tidak pantas karena Lin Chen adalah penyusup dan tidak pantas untuk menjadi pewaris dari penguasa.
"Ibu ayah! Apa yang kalian lakukan, dia cuma manusia biasa bahkan manusia yang tidak setara dengan kita!" Ucap Jing Ling membuat kedua orang tuanya merasa kesal.
"Cukup! Jing Ling apakah kamu merasa sudah berada di atas langit?! Ini adalah kepercayaan kami sebagai pengikut dari penguasa! Dan kamu harus mengerti dan memegang teguh pesan dari penguasa!" Ucap Jing Shan kesal kepada anaknya.
"Ta..tapi ayah.. dia.." ucap Jing Ling yang tidak bisa melawan ayahnya.
"Anakku, apakah kamu selamanya ingin hidup di wilayah ini? Apakah kamu tidak mau hidup melihat luasnya dunia atas? Kita selama ini menunggu kedatangan pewaris dari penguasa dan saat ini adalah takdir yang tanpa sengaja pewaris itu berhasil memasuki wilayah kita, ingat itu anakku," ucap Jing Huang kepada anaknya.
"Huff baiklah ibu.." ucap Jing Ling yang tidak mau melawan orang tuanya dan menurut untuk berlutut bersama dengan Jing Lu.
Lin Chen yang kebingungan dan masih merasa ini adalah mimpi terkejut karena mereka semua berlutut di hadapannya.
"Tunggu, apa maksudnya ini? Kenapa kalian berlutut dan memohon kepadamu? Bahkan aku tidak ada hubungannya sama sekali dengan kalian," ucap Lin Chen yang merasa tidak memiliki keterkaitan dan hubungan dengan masalah yang terjadi kepada mereka.
"Kami mohon Lin Chen, kami sangat memohon tolong bantu kami, dan jadilah penguasa baru kami," ucap Jing Huang memohon kepada Lin Chen.
__ADS_1
"Aku minta maaf, tapi aku tidak bisa menerimanya," ucap Lin Chen membuat Jing Ling marah karena merasa direndahkan menolak permintaan ibunya.