Legenda Pendekar Jenius

Legenda Pendekar Jenius
BAB 28 - Wilayah Yang Indah


__ADS_3

Lin Chen yang kesadarannya pulih mendengar percakapan mereka berdu dan pura pura pingsan sambil terkejut mendengar bahwa Lin Chen manusia biasa yang hanya bisa menggunakan pedang biasa.


"Pedang biasa? Manusia biasa? Dan bukan kultivator?" Bathin Lin Chen merasa pembicaraan ini bukan seperti orang di dunia persilatan.


Lin Chen mau membuka matanya namun percuma saja, Lin Chen berpikir bahwa jika membuka matanya juga akan berakhir buruk, lebih baik mengikuti alurnya saja dan melihat apa yang akan terjadi kedepannya sembari tubuhnya perlahan lahan pulih dan bisa digerakkan kembali.


Bawahan tuan putri membawa tubuh Lin Chen setelah mengikatnya dengan kuat di sebuah balok kayu yang besar.


"Aku merasakan bahwa sosok yang mengangkatku dan mengikatku ini bertubuh seperti manusia dan kekuatannya sangat besar bahkan mampu mengangkatku menggunakan balok kayu besar seperti ini?!" Bathin Lin Chen yang merasa bahwa ini seperti mustahil itupun yang bisa pastinya pendekar tingkat suci lah yang mampu.


Didalam perjalanan, Lin Chen tidak pernah membuka matanya sekalipun hingga tubuhnya dapat bergerak dengan normal kembali seperti semula.


Bukan hanya itu saja, untung saja efek dari pill pembentuk tubuh juga masih ada tersisa dan menyembuhkan luka dari anak panah yang menancap di dada nya tadi.


Didalam perjalanan selama beberapa menit kemudian, Lin Chen akhirnya bisa menggerakkan tubuhnya walau masih belum pulih sepenuhnya.


Lin Chen saat ini sangat ingin langsung mengeluarkan kekuatannya dan lepas dari ikatan itu, akan tetapi Lin Chen masih penasaran dengan mereka berdua.


"Tuan putri, apakah ibu dan ayah tuan putri tidak akan marah jika membawa manusia asing ke wilayah tersembunyi kita?" Ucap bawahan masih merasa bimbang karena melihat orang tua tuan putrinya sepertinya lumayan tegas dan ketat.


"Jing Lu kamu adalah sahabatku dari kecil, dan kamu pasti selalu percaya dengan apa yang akan aku lakukan kan?" Ucap tuan putri dengan menyebut pria itu dengan nama Jing Lu.


"Tuan putri aku adalah sahabat anda dari kecil, tapi membawa manusia asing ke wilayah kita yang bahkan selama ini tidak pernah terdengar di wilayah kita ada manusia yang masuk ke sini," ucap Jing Lu kepada tuan putri.


"Jing Lu percayalah dan apakah kamu mengingat apa yang dikatakan oleh ayahku dulu mengenai wilayah kita ratusan ribu tahun disini?" Ucap tuan putri membuat Jing Lu mengingat ingat sesuatu.


"Apakah tentang itu!" Ucap Jing Lu yang mengerti dan memahami apa yang telah tuan putri lakukan.

__ADS_1


"Iya makanya aku membawa manusia ini ke hadapan orang tuaku, dan aku juga penasaran mengenai apa yang sebenarnya terjadi ratusan ribu tahun yang lalu," ucap tuan putri kepada Jing Lu.


Lin Chen yang mendengar pembicaraan mereka juga begitu penasaran, apa maksud dari perkataan mereka tidak ada yang dapat dipahami di kepalanya.


Lin Chen begitu penasaran dan tetap mengikuti mereka sampai mengetahui sebenarnya yang terjadi.


Selama beberapa menit akhirnya Jing Lu dan tuan putri sampai ke sebuah pepohonan yang begitu mewah dan tampak pohon itu besar dan seperti rumah yang ditinggali oleh Jing Lu dan tuan putri.


Lin Chen merasakan bahwa tempat yang dia lalui sekarang memiliki aura yang kuat dan penuh dengan energi kehidupan yang begitu murni.


"Tempat ini... rasanya seperti aku hidup di sebuah kehidupan yang murni," bathin Lin Chen merasa nyaman dan tenang merasakan hawa suasani dari tempat itu.


Jing Li dan tuan putri berhenti di salah satu pohon paling besar dan merupakan induk dari pohon pohon itu.


Jing Li dan tuan putri masuk ke dalam pohon besar itu dan banyak para penjaga di depan menjaga pintu masuk ke tempat itu.


Bahkan para penjaga juga mengerutkan keningnya dan penasaran dengan apa yang dibawa oleh tuan putri dan Jing Lu.


"Salam ibu ayah," ucap tuan putri memberi hormat dan salam kepea orang tuanya yang tengah duduk di sebuah singgasana.


Ayah dan ibu tuan putri mengerutkan keningnya dan penasaran dengan apa yang Jing Lu bawa dan ikat di batang kayu besar itu.


Ayahnya merupakan pemimpin dari wilayah itu dan mempunyai wajah yang cantik dan telinga yang lancip serta kulit yang putih dan mata yang indah.


Begitu pula dengan ibunya yang jauh lebih cantik dan pesona kecantikannya luar biasa. Dan merupakan ratu dari wilayah itu.


"Jing Ling apa yang kamu bawa bersama Jing Lu?" Tanya Jing Shan merupakan ayah dari Jing Lin atau tuan putri.

__ADS_1


"Iya Ling'er apa yang kamu bawa bersama Jing Lu?" Tanya Jing Huang atau ibu dari Jing Ling.


Lin Chen yang mendengar percakapan mereka mulai serius dan penasaran seperti apa pembicaraan mereka.


"Ibu ayah, aku membawakan anda sesuatu yang ayah cari cari dan tunggu tunggu selama ratusan ribu tahun," ucap Jing Ling membuat ayahnya mengerutkan keningnya dan berdiri dari singgasanannya.


"Maksud kamu apa anakku?" Tanya Jing Shan kepada anaknya.


"Jing Lu lepaskan ikatan dia dan kamu berhentilah pura pura pingsan," ucap Jing Ling membuat Lin Chen terkejut karena selama ini dia sadar bahwa Lin Chen sudah pulih dan pura pura pingsan.


Jing Shan dan Jing Huang mengerutkan keningnya melihat sosok manusia tampan yang tidak memiliki energi apapun dibawa dan dilepaskan ikatannya oleh Jing Lu.


Lin Chen membuka matanya dan terkejut begitu indahnya tempatnya saat ini, sebuah istana dimana dindingnya adalah pohon namun megah dan mewah.


Lin Chen terkejut melihat Jing Lu yang memiliki wajah cantik dan badan yang kurus bahkan Lin Chen sangat terkejut melihat kecantikan dari Jing Ling yang merupakan tuan putri.


"Ibu ayah, dia adalah manusia asing yang memasuki wilayah kita," ucap Jin Ling membuat Jing Shan terkejut.


"Benarkah nak?! Dia manusia yang berhasil memasuki wilayah kita?!" Ucap Jing Shan begitu terkejut.


"Nak apakah kamu berbohong? Ataukah kamu yang sengaja keluar dari wilayah kita dan berteman dengan manusia di dunia ini?" Ucap Jing Huang atau ibu dari Jing Ling yang masih tidak percaya karena anak manusia yang dia lihat di depan matanya begitu tampan bagi seorang manusia.


"Ibu ayah, Ling'er tidak berbohong! Mana mungkin Ling'er mau keluar dari wilayah kita jelas jelas waktu diluar lebih lambat daripada waktu yang ada disini," ucap Jing Ling menjelaskan.


"Benar juga yang dikatakan anak kita, padahal baru beberapa hari ini dia keluar bersama Jing Lu, mana mungkin Jing Ling bisa berteman secepat itu dengan manusia." Ucap Jing Shan menjelaskan.


"Jikalau begitu anakku, tolong jelaskan apa yang telah terjadi secepatnya!" Ucap Jing Huang yang sangat butuh penjelasan dari Jing Ling.

__ADS_1


__ADS_2