
Lin Chen kemudian mencari cari sebuah tombol dimana itu merupakan tombol untuk membuka pintu rahasia tersebut.
"Nah ini dia!" Lin Chen memencet sebuah tombol yang bahkan orang tidak mengetahuinya, Lin Chen pun yang pernah melaluinya kebingungan mencari letak keberadaan tombol itu.
Seketika itu juga, batu besar yang ada didepannya terbuka berguling ke arah kanan dan menunjukkan sebuah jalan dimana jalur ruangan itu dipenuhi dengan obor api yang menyala satu persatu secara otomatis menerangi ruangan itu.
"Wauu..." Lin Zhou takjub bersama dengan Qionlin, ini seperti memasuki sebuah ruangan ajaib yang penuh sengan teka teki.
"Ayo kita masuk kedalam," Lin Chen pun mengajak mereka berdua masuk ke dalam ruangan itu, saat mereka masuk tiba tiba pintunya kembali tertutup secara otomatis.
"Aku tidak menyangka bahwa aku melalui ini kembali," bathin Lin Chen berjalan menyusuri jalan ruangan yang panjang itu.
Lin Chen pun masuk bersama mereka berjalan melalui lorong panjang itu.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai dan menghentikan langkahnya karena tepat didepannya ada sebuah pintu yang begitu mewah.
"Ini..." Lin Zhou melihat pintu itu seperti dilapisi emas yang nilainya pasti sangat luar biasa.
"Ini adalah ruang harta karunnya," ucap Lin Chen kemudian perlahan lahan membuka pintu itu.
Pintu yang didorong oleh Lin Chen perlahan lahan terbuka, semakin terbuka semakin berkilauan dan bercahaya dari balik pintu itu.
Dan benar saja, saat pintunya telah terbuka mata mereka bertiga begitu takjub dan tidak bisa mengedipkan matanya melihat bongkahan koin emas didalam ruangan itu.
"Wahhh apakah ini benar benar emas?! Benarkah ini emas?!" Lin Zhou berlari sangat cepat dan memegang tumpukan koin dan mengecek keaslian emas ini dan benar itu adalah emas asli dan murni.
__ADS_1
"Tuan muda Zhou, tolong hati hati kita tidak tau apakah ini aman atau tidak," ucap Qionlin yang selalu waspada di sekitarnya.
"Tenang saja Qionlin," ucap Lin Chen menekan sebuah tombol di dinding membut Qionlin heran dan bertanya tanya tentang tombol apa itu?
"Ini adalah tombol untuk tidak mengaktifkan jebakan di ruangan harta ini, coba lihat ini..," Lin Chen menunjukkan sebuah lantai dimana lantai itu rapuh dan menginjaknya.
"Itu..."
"Yah jika seseorang tidak waspada dan menginjakkan kakinya di lantai ini otomatis lantainya akan terbelah dan seluruh ruangan ini akan hancur dan dibawah lantai ini sudah ada jebakan berupa besi tajam." Lin Chen menjelaskan bahwa jika seseorang menginjak jebakan aktif itu otomatis lantainya hancur membuat seseorang jatuh di lubang yang mempunyai besi yang tajam tertancap.
"Jadi begitu, untunglah tuan muda mengetahuinya, dan.. kenapa tuan muda tahu mengenai jebakan dan cara tidak mengaktifkan jebakan di ruangan ini?" Tanya Qionlin membuat Lin Chen berkespresi datar karena Qionlin sepertinya tidak tau mengenai Lin Chen dulu yang penuh dengan rahasia.
"Eh? Maaf tuan muda, hamba sebagai pengawal pribadi anda sepatutnya diberikan hukuman dan.."
"Cukup! Tidak perlu terlalu seperti itu, dan kamu juga baru sadar dan ingat tentang tuan muda mu kan," ucap Lin Chen malas melihat Qionlin yang terlalu berlebihan.
"Huff sudah sudah, tidak perlu meminta maaf, dan tujuanku memasuki ruangan harta karun ini bukan untuk emas melainkan yang ada disana," ucap Lin Chen melihat sebuah tengkorak dimana tengkorak itu memakai pakaian yang seperti bangsawan namun luntur karena begitu lamanya di dalam rung harta tersebut.
Lin Zhou tidak terlalu peduli dan tertawa riang bahkan seperti berenang renang di tumpukan banyaknya emas itu.
"Tuan muda, bagimana dengan tuan muda Lin Zhou?" Tanya Qionlin melihat Lin Zhou sangat tergiur dengan emas itu.
"Apakah kakak Zhou karakternya cinta dengan uang? Pantas saja kakak Zhou selalu menolak mencari pasangan dan selalu fokus untuk berlatih, sepertinya kakak Zhou ingin menjalankan misi demi sebuah uang? Entahlah, aku juga tidak terlalu mengerti karena kakak Zhou mati saat aku berumur 4 tahun," bathin Lin Chen berjalan menuju ke depan tengkorak itu bersama dengan Qionlin.
"Tuan muda, hamba akan disini mencari cari sesuatu, dan anda kesanalah sepertinya itu harta paling berharga di ruangan ini," ucap Qionlin tidak mau mengganggu tuan mudanya.
__ADS_1
"Terserah kamu saja," ucap Lin Chen yang berjalan menuju ke arah tengkorak itu.
Saat Lin Chen sudah berada di depan tengkorak itu, Lin Chen melihat sebuah kertas dan sebuah gulungan yang berada di tangan tengkorak tersebut.
"Permisi tuan, aku Lin Chen meminta maaf jika tidak sopan untuk mengambil sesuatu milik anda disini," ucap Lin Chen hormat dan mengambil kertas itu.
"Ini.." Lin Chen membaca isi surat itu lalu mengerutkan keningnya hingga terkejut.
Didalam surat itu berisi "Siapapun yang membaca kertas ini berarti dia yang berhak mendapatkan warisanku, sebelumnya perkenalkan namaku adalah Shen Yu, aku adalah pencuri terkenal yang merampas harta milik bangsawan yang selalu korupsi dan tidak memperdulikan rakyatnya bahkan para orang orang sombong pun aku curi hartanya, aku dujuluki dewa pencuri dan membuat gempar seluruh dunia ini karena aku mampu mencuri barang barang berharga dan aku tidak pernah tertangkap sama sekali, dan untukmu yang mendapatkan warisanku, aku berpesan bahwa gunakanlah warisanku dan perlajarinya demi sesuatu yang kamu anggap seharusnya adil di dunia ini, aku ingin kamu meneguhkan jalanmu di jalan yang adil dan merasakan sesama manusia yang hidupnya berada di bahwahmu, ingat pesanku untukmu Shen Yu."
Setelah membaca surat di kertas itu, Lin Chen kemudian mengambil gulungan yang ada di tangan tengkorak Shen Yu.
Saat Lin Chen membuka gulungan dan terkejut melihat bahwa gulungan itu adalah sebuah teknik yang merupakan teknik langkah seribu.
"Teknik Langkah Seribu!"
Teknik Langkah Seribu merupakan teknik yang memungkinkan seseorang berlari melebihi kecepatan dari teknik meringankan tubuh.
Kecepatan teknik langkah seribu merupakan teknik yang bahkan tidak dapat dirasakan kecepatannya oleh pendekar tingkat suci sekalipun.
Dulu di kehidupan sebelumnya ada salah satu jenderal demonic yang memiliki kecepatan luar biasa yang menggunakan teknik itu bahkan Lin Chen tidak mampu menandingi kecepatan dari jenderal itu.
Lin Chen juga tahu bahwa teknik yang diajarkan kepada para jenderal hasilnya dari mendapatkannya dari reruntuhan kuno seperti reruntuhan pertama ini.
Untuk jurus dan teknik inti merupakan seni bela diri demonic sedangkan teknik langkah seribu merupakan teknik yang digunakan dan dikombinasikan dengan jurus dari seni bela diri seseorang.
__ADS_1
Lin Chen mengingat bahwa teknik ini yang akan menyebabkan era kekacauan terjadi di masa depan nanti, dan untung saja Lin Chen mendapatkannya di reruntuhan ini.
"Ternyata isi reruntuhan ini berisi skill dari jenderal itu," bathin Lin Chen yang memang dulu tidak tau isi dari reruntuhan kuno yang dilalui saat ini karena memang saat Lin Chen menjelajahinya sudah menjadi bagian dari klan demonic.