
Di kehidupan sebelumnya Tang Rui adalah wakil pemimpin klan Tang yang dikawal oleh Lin Chen dan menemaninya sampai di wilayah klan Tang.
Memang karakter Tang Rui adalah pria sombong dan penjilat serta tidak suka diremehkan, itu semua berkat dari keahliannya dalam menggunakan racun.
Tang Rui merupakan sosok yang licik dan mempunyai banyak trik trik kotor demi menjalankan keinginannya.
Di kehidupan sebelumnya penyebab kematian Lin Zhou dan Qionlin adalah karena tipu daya dari Tang Rui.
Namun di kehidupan kali ini Lin Chen tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dengan kehidupan di masa lalu.
"Tuan Tang Rui, aku hanya ingin melihat anakku melihat dunia luar saja, kebetulan tuan Tang Rui akan singgah disini dan akan melanjutkan perjalanan ke kediaman anda, maka dari itu aku memberikan tugas kepada Lin Zhou atau keponakanku mengawalmu akan tetapi anakku juga bersikeras untuk mengikuti kakak sepupunya," ucap Lin Hu menjelaskan.
"Tapi apakah tidak merepotkan tuan Lin?" Ucap Tant Rui merasa tidak enak dan merasa bahwa adanya orang mengawal adalah sebuah hambatan besar dari rencananya.
"Tidak apa apa, aku sudah memberikan mereka izin jadi anda tidak perlu merasa berat," ucap Lin Hu tersenyum kepada Tang Rui.
"Baiklah, terima kasih atas kemurahan hati anda tuan Lin," ucap Tang Rui hormat kepada Lin Hu.
"Hahaha tidak apa apa," ucap Lin Hu.
"Sialan, jika mereka ikut bersamaku, mereka pasti akan tahu mengenai dengan rencanaku!" Bathin Tang Rui yang agak kesal dan menyesal singgah di klan Lin.
"Baiklah tuan Tang Rui, kalau begitu beristirahatlah dengan nyenyak karena besok anda akan melanjutkan perjalanan anda," ucap Lin Hu berpamitan meninggalkan Tang Rui.
"Baik terima kasih sebelumnya tuan Lin," ucap Tang Rui hormat kepada Lin Hu.
Lin Hu dan Lin Chen pun perti meninggalkan Tang Rui sendirian.
Malam pun tiba, di kediaman Lin Chen.
__ADS_1
Lin Chen saat ini sedang memikirkan kejadian yang akan terjadi besok dan memikirkan sebuah cara agar dapat melalui kejadian besar yang akan menimpanya seperti di kehidupan sebelumnya.
"Tang Rui diam diam berkolusi dengan kelompok misterius yang akan menculikku di kehidupan sebelumnya." Lin Chen mengingat bahwa didalam perjalanan Tang Rui membawa Lin Chen ke sebuah tempat dimana itu merupakan tempat reruntuhan yang baru ditemukan lokasinya.
"Alasan Tang Rui bekerja sama dengan kelompok kecil dari klan Demonic karena klan demonic memiliki racun yang kuat, bahkan klan Tang pun kewalahan melawan kelompok pengguna racun itu," ucap Lin Chen mengingat kejadian di masa lalunya.
Lin Chen mengingat bahwa klan Tang saat ini diam diam di dunia persilatan dan kemajuan klan Tang di masa depan akan drastis karena bekerja sama dengan klan demonic.
"Aku ingat bahwa putri klan Tang adalah wanita yang akan menjadi salah satu dari sepuluh jendral demonic di masa depan karena pengguna racunnya yang begitu hebat."
Lin Chen sudah mengetahui semuanya dan dengan langkahnya sekarang akan menghentikan klan Tang dan akan menghancurkan kelompok kecil klan demonic dibelakangnya.
Lin Chen juga tidak akan segan segan membunuh Tang Rui namun saat ini belum mempunyai kesempatan yang pas.
"Kali ini aku akan menghentikan era kekacauan itu mulai dari klan Tang!" Ucap Lin Chen dengan penuh amarah.
"Dengan surat ini, klan demonic akan sepenuhnya mendukungku serta tuan putri klan Tang karena memberitahukannya bibit unggul klan Lin yang dapat memajukan klan demonic hahaha!" Bathin Tang Rui yang mengirim sebuah surat kepada kelompok dari klan demonic.
Di sebuah tempat dimana tempat itu merupakan tempat yang senyap dan lembab, tempat itu luas namun gelap akan tetapi sangat banyak obor yang menyala.
Didalam tempat itu banyak sekali anak anak kecil yang tampat lusuh dan menangis, rata rata anak kecil itu berumur 3 sampai 5 tahun.
Mereka semua berkumpul di tempat itu menangis dan teriak memanggil orang tua mereka namun hasiknya nihil karena tempat itu begitu terpencil dan tampk seperti sebuah goa yang luas.
"Bagaimana dengan hasil pengumpulan bibit bibit selama ini?" Ucap seorang pria dengan topeng yang menakutkan, pria itu memiliki rambut putih dan pakaian yang serba hitam dan seperti pakaian monster.
"Tuan, kami baru saja mendapat pesan dari wakil pemimpin klan Tang bahwa dia menemukan bibit unggul yang akan keluar dari kandang mereka," ucap tangan kanan pria bertopeng itu yang juga memakai topeng berwarna putih polos serta berjubah hitam polos.
"Benarkah? Siapa dia?" Tanya pria bertopeng itu kepada tangan kanannya atau bawahannya.
__ADS_1
"Dia adalah putra dari pemimpin klan Lin, Lin Chen," tangan kanannya menjelaskan bahwa Lin Chen adalah jenius diantara jenius, itu adalah rumor yang dikatakan oleh Tang Rui dari dalam surat itu.
"Hahaha benarkah? Apakah sejenius itu? Bahkan usianya sekarang 4 tahun namun tubuhnya seperti anak 7 tahun? Hahaha menarik sungguh menarik!" Ucap pria bertopeng itu begitu senang mendengar cerita tentang Lin Chen.
"Tuan apakah anda tertarik menjadikan dia uji coba?" Tanya sang bawahan kepada pria itu.
"Tentu saja! Arahkan kelompok kita yang berada tidak jauh dari wilayah klan Lin untuk membantu Tang Rui," ucap pria bertopeng itu memberi perintah.
"Baik laksanakan tuan!"
Keesokan harinya di kediaman Lin Chen, Lin Hu menemui Lin Chen dengan membawa sesuatu yang akan diberikan kepada Lin Chen untuk perjalanannya nanti.
Begitu pula dengan Yin Hua yang membawa sebuah tas yang akan Lin Chen gunakan di perjalannya yang bisa dibilang akan memakan waktu berhari hari di luar sana.
Yin Hua murung dan sedih karena anak kesayangannya akan pergi melihat dunia luar, padahal masih berumur 4 tahun sudah dibiarkan keluar di dunia yang penuh dengan kekejaman ini.
"Ibu ayah, selamat pagi," ucap Lin Chen memeluk ibunya yang tampak sedih.
"Nak ayah ingin memberikanmu ini," ucap Lin Hu memperlihatkan sebuah pedang yang tidak terlalu panjang dan pas dengan ukuran tubuh Lin Chen saat ini.
"Pedang?"
"Benar, ini adalah pedang ayah sewaktu ayah masih kecil, pedang ini yang ayah gunakan walau cuma terpajang terus di ruangan ayah dan dulu ayah tidak sering menggunakannya," ucap Lin Hu menjelaskan.
"Ini ambillah dan ukurannya pas denganmu, walau tidak terlalu panjang namun ketajamannya luar biasa dan ketahannya luar biasa, itu merupakan pedang yang ayah dapatkan dari kakekmu dulu," ucap Lin Hu menjelaskan.
"Kakek?"
Lin Chen sebenarnya sudah tau bahwa Lin Chen mempunyai kakek namun kakeknya menghilang beberapa tahun yang lalu sampai sekarang menghilang bahkan kabarnya pun tidak ada.
__ADS_1