Legenda Pendekar Jenius

Legenda Pendekar Jenius
BAB 38 - Tubuh Suci Surgawi


__ADS_3

"Ugh.." Lin Chen menutup matanya karena cahaya yang sangat terang membuatnya tidak sanggup melihat.


Namun cahaya tersebut perlahan lahan menghilang membuat Lin Chen akhirnya bisa membuka matanya perlahan lahan.


Tampak pemandangan pertama yang Lin Chen lihat adalah sebuah pemandangan yang indah dimana banyak rumput dan bunga bunga yang tumbuh indah serta pohon bunga yang bermekaran.


Suasana pemandangan itu sangat tenang bahkan menenangkan perasaan Lin Chen.


Lin Chen berjalan menyusuri tempat itu hingga menemukan sebuah anak tangga menuju ke atas puncak gunung.


Lin Chen pun naik perlahan lahan karena rasa penasarannya yang tinggi.


Setiap anak tangga yang dilalui Lin Chen sangat aneh karena setiap satu anak tangga membuat Lin Chen kesusahan seperti ada beban yang terikat di kakinya.


"Kenapa semakin aku naik semakin berat kakiku menanjak?" Bathin Lin Chen yang saat ini berada di anak tangga ke 10.


"Aku melihat kira kira 1000 anak tangga disini tapi mustahil bagiku naik jika semakin ku lalui semakin berat kurasakan," bathin Lin Chen.


"Hahahaha." Sebuah suara tawa dari kakek kakek misterius membuat Lin Chen mengerutkan keningnya sebab suara itu yang menuntunnya ke tempat sekarang.


"Aku harus melihatnya apapun yang harus kulakukan!" Bathin Lin Chen memikirkan cara agar dapat melalui anak tangga itu dengan cepat.


Lin Chen kemudian mengeluarkan qi keseluruh tubuhnya dan memfokuskannya ke kakinya.


Akhirnya dengan cara itu Lin Chen bisa menaiki tangga tersebut dengan mudah.


Setiap anak tangga yang dilalui oleh Lin Chen setiap itu juga Lin Chen menambah kekuatan qi di kakinya.


Lin Chen tidak mengerti kenapa bisa tangga itu aneh dan semakin berat namun berkat kekuatannya akhirnya Lin Chen mampu menaiki anak tangga itu.


Saat ini Lin Chen telah berhasil menaiki 900 anak tangga, namun semua qi yang ada didalam tubuhnya keluar dan itu merupakan kekuatan terbesar yang dikeluarkan oleh Lin Chen.


"901.."

__ADS_1


"9....02!"


Seluruh tubuh Lin Chen dipenuhi keringat karena kekuatan terbesarnya sudah dikeluarkan untuk menaiki anak tangga itu.


"Sialan apa yang harus aku lakukan agar bisa mendaki anak tangga ini?" Bathin Lin Chen yang sudah berada di anak tangga 902.


"Tenangkan hatimu pikiranmu dan buang segala emosimu, jangan pikirkan tentang tangganya melainkan sabarlah agar kamu menemukan jawabannya," ucap suara kakek itu memberikan petunjuk kepada Lin Chen atau arahan agar Lin Chen tidak ceroboh dalam melakukan sesuatu.


"Kesabaran dan ketenangan yah.." bathin Lin Chen menenangkan dirinya dan melepaskan semua emosinya menjadi lebih tenang.


Seketika itu seluruh qi yang ada di tubuh Lin Chen berubah warna menjadi warna putih emas yang sebelumnya berwarna biru.


Lin Chen merasakan bahwa jiwanya seakan akan bersih dari emosi dan tekanan dan yang timbul adalah ketenangan dan kemurnian.


"Ini lebih murni daripada sebelumnya," bathin Lin Chen merasakan qi nya berubah wujud menjadi warna putih keemasan.


Lin Chen juga saat ini tidak kesulitan mengeluarkan qi nya dan melanjutkan untuk menaiki anak tangga selanjutnya.


Setelah beberapa menit akhirnya Lin Chen berhasil sampai ke puncak dan berhasil melewati semua anak tangga itu.


"Wauu," Lin Chen terpesona melihat pemandangan puncak gunung itu dimana itu adalah gunung tertinggi dengan suasana yang indah.


Di sekitar gunung gunung itu banyak pohon pohon serta hewan dan burung terbang berkicauan.


Lin Chen juga melihat di ujung ada sebuah pondok kecil dimana terlihat ada seorang kakek berjubah putih duduk disana sambil meminum arak.


Lin Chen waspada dan mulai mendekat karena penasaran siapa sosok kakek itu sebenarnya.


Akhirnya Lin Chen sampai dan melihat wajah kakek itu yang tersenyum ke arah Lin Chen.


"Ternyata kamu berhasil anak muda," ucap kakek itu bangkit dan berdiri menuju ke hadapan Lin Chen.


"Anda siapa? Dan kenapa bisa aku berada di tempat seperti ini?" Tanya Lin Chen sopan karena melihat kakek itu seperti sosok yang lebih tinggi daripada Jing Shan.

__ADS_1


"Hoho ternyata kamu punya sopan santun terhadap orang tua ini," ucap orang tua itu kepada Lin Chen.


"Menarik! Jutaan tahun telah aku tunggu akhirnya muncul juga takdir dan kemunculan ramalan itu hahaha," ucap kakek itu membuat Lin Chen kebingungan.


"Mohon maaf, aku tidak terlalu mengerti maksud anda," ucap Lin Chen.


"Anak muda, apakah kamu tahu bahwa anak tangga yang kamu lalui itu bukan anak tangga biasa?"


"Maksud anda?"


"Hanya orang tertentulah yang bisa menaiki anak tangga itu contohnya kamu orangnya," ucap Kakek itu masih membuat Lin Chen bingung.


"Apakah kamu masih ingat artefak untuk mengetes elemen apa yang kamu punya?"


"Benar aku ingat, tapi setelah aku menyentuhnya menggunakan tanganku tiba tiba aku berada di tempat ini," ucap Lin Chen menjelaskan.


"Benar karena kamu memang spesial, selama ini aku menunggu anak yang terlahir dengan tubuh sesuci ini akhirnya aku menemukannya hahah," ucap Kakek itu membuat Lin Chen bertanya tanya maksud dari perkataan tubuh sesuci itu apa?


"Anak muda, aku tidak terlalu mengerti tentang dua takdir yang ada didalam dirimu, aku melihat kamu pernah mengalami takdir yang buruk namun kamu juga akan mengalami takdir yang baik," ucap Kakek itu membuat Lin Chen terkejut karena kata katanya sesuai dengan apa yang terjadi dengan Lin Chen saat ini.


"Apa jangan jangan kakek ini tahu bahwa aku terlahir kembali?!" Bathin Lin Chen mencoba mendengar apa yang dikatakan oleh kakek itu.


"Sebenarnya aku merupkan roh dari artefak ini dimana aku hanya ingin menyampaikan kepada anak yang terlahir dengan tubuh suci surgawi dan memberitahu takdir dan cara menggunakan kekuatannya," ucap kakek itu yang merupakan roh dari artefak kuno.


"Maksud anda selama ini anda merupakan artefak yang meramal takdir seseorang dan membantunya melihat potensi dari diri orang itu?" Ucap Lin Chen yang sedikit mengerti tentang perkataan dari kakek tersebut.


"Benar sekali anak muda, dan kamu adalah anak yang aku cari selama jutaan tahun ini," ucap kakek itu.


"Apakah kamu tahu bahwa tubuh suci surgawi itu merupakan tubuh dewa terkuat yang pernah dimiliki oleh salah satu dewa di zaman primordial?" Ucap kakek itu membuat Lin Chen kebingungan.


"Aku tidak pernah mengetahui hal itu."


"Benar karena tingkat kesuciannya yang begitu murni dapat menghasilkan kekuatan yang luar biasa apalagi masalah elemen dapat dikuasai sepenuhnya, tidak lainnya yang hanya punya satu elemen khusus namun kamu berbeda, kamu memang tidak memiliki elemen khusus namun kamu mampu menggunakan semu elemen khusus dengan kekuatan suci mu itu," ucap Kakek itu menjelaskan membuat Lin Chen masih kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2