
"Aku tidak bisa mengingat apapun.. apa yang telah terjadi kepadaku didalam hutan?" Bathin Lin Chen sambil membersihkan tubuhnya di danau.
Setiap Lin Chen mencoba mengingat ingat, setiap itu juga Lin Chen tidak tau apapun dan merasakan sakit di kepalanya.
Lin Chen pun menyelesaikan membersihkan dirinya dan kembali ke tempat Qionlin yang sepertinya panggangan dagingnya telah matang.
Saat sampai di tempat Qionlin memanggang, Lin Chen terkejut melihat Lin Zhou yang dikejar kejar oleh Qionlin karena mengambil sedikit daging panggang yang telah matang.
"Jangan dimakan itu sebelum kamu membersihkan diri!" Qionlin mengejar Lin Zhou dan saling kejar kejaran di tempat itu.
"Huff bisa bisanya mereka bermain seperti itu," Lin Chen menggelengkan kepalanya melihat tingkah Lin Zhou yang seperti anak anak dikejar oleh Qionlin.
Di dalam kereta kuda, Tang Rui melihat tingkah mereka dan mengerutkan keningnya memasang wajah penuh benci kepada mereka semua.
"Sialan, jika waktunya telah tiba, kalian semua akan mati dan candaan konyol itu tidak akan pernah ada selamanya haha," bathin Tang Rui yang sangat sabar menunggu kedatangan kelompok dari klan Demonic yang dimana tidak akan lama lagi datang untuk membantu Tang Rui sebelum sampai ke klan Tang.
Akhirnya setelah mereka saling bercanda tawa dan makan bersama, bahkan Lin Chen pun memanggil Tang Rui namun Tang Rui menolak untuk makan. Mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju ke klan Tang.
Didalam perjalanan yang Lin Chen lalui hanyalah hutan dan gunung yang terbilang cukup luas, setelah berhari hari Lin Chen lalui dan istirahat di dalama perjalanan, Lin Chen juga tidak pernah mendapatkan sebuah insiden atau yang menghambat perjalanannya.
Namun kali ini berbeda, di dalam perjalanan yang penuh santai, Tang Rui menyuruh Qionlin menghentikan kereta kudanya karena sebuah alasan. Lin Chen yang mendengar itu pun mengerutkan keningnya dan berpikir apakah bahwa sepertinya ini adalah saat dimana Tang Rui akan menjebaknya di dalam sebuah reruntuhan kuno yang baru baru ini muncul dan ditemukan.
"Ada apa tuan Tang? Apakah ada sesuatu yang salah?" Tanya Qionlin yang menghentikan kereta kudanya.
__ADS_1
"Tidak tidak, aku hanya ingin singgah sebentar di sebuah tempat dimana itu tempat yang penuh misteri yang baru baru ini muncul dan hanya kami klan Tang ketahui," ucap Tang Rui membuat Lin Zhou, Qionlin mengerutkan keningnya karena merasa ada yang aneh dengan Tang Rui.
Lin Chen yang mendengar perkataan itu tentu merasa sudah menebaknya sebab Lin Chen telah melalui kejadian ini di kehidupan sebelumnya.
"Tempat seperti apa itu tuan Tang?" Tanya Lin Chen yang pura pura penasaran kepada Tang Rui.
"Aku mempunyai petanya," Tang Rui menunjukkan sebuah peta dimana itu merupakan tempat misterius yang dikatakan oleh Tang Rui.
"Benarkah itu tempat misterius tuan Tang?" Tanya Lin Zhou penasaran.
"Iya tempat itu sepertinya reruntuhan kuno dan didalamnya ada harta karun yang sangat besar harganya," ucap Tang Rui menjelaskan.
"Bagiamana cara anda mengetahui kebenaran dari tempat itu?" Tanya Qionlin kepada Tang Rui.
"Aku tidak sengaja menemukan peta ini di sebuah pelelangan, banyak yang mengatakan peta ini palsu namun ini benar ada dan nyata, " ucap Tang Rui menjelaskan.
"Walaupun kami bukan klan besar di dunia persilatan, namun kami juga memiliki kekuatan yang lumayan bahkan kami memiliki pasukan khusus untuk mencari kebenaran dari peta ini, dan setelah kami selidiki memang benar adanya, maka dari itulah aku ingin singgah dan melihatnya," ucap Tang Rui menjelaskan.
"Cih, semua yang kamu katakan itu kebohongan, asilnya peta itu memang ada tapi ditemukan oleh klan Demonic dimana itu adalah hasil curian kelompok demonic untuk mencari sesuatu yang dapat meningkatkan kekuatannya, dan klan Tang tidak mengetahui kebenarannya dimana klan Tang dimanfaatkan untuk mengambil harta karun dari reruntuhan itu, alhasil banyak anggota klan Tang gugur, namun berkat kesetiaannya kepada Klan Demoni, akhirnya putri dari klan Tang diberi kekuatan dan menjadi salah satu jendral klan Demonic di kehidupanku sebelumnya," bathin Lin Chen yang sudah mengetahui semua tentang klan Tang dan hubungan antara klan Tang dengan klan Demonic.
Lin Chen yang dari tadi diam pun akhirnya menyetujui dan berpura pura penasaran sangat ingin mengunjungi tempat itu.
"Baiklah, kalau tuan muda yang bersedia untuk ikut, kita semua akan kesana," ucap Qionlin yang setuju.
__ADS_1
Mereka semua pun meninggalkan kereta kudanya dan menyimpannya di tempat aman dan berteduh, setelah itu mereka berjalan masuk ke dalam hutan dimana Tang Rui memandu perjalanan menunu tempat reruntuhan kuno itu.
Didalam perjalanan Lin Chen hanya diam bersama Lin Zhou dan Qionlin. Tang Rui memimpin perjalanan mereka menuju ke tempat reruntuhan kuno yang Tang Rui maksud.
"Apakah tempatnya masih jauh tuan Tang?" Tanya Qionlin yang merasa sudah lumayan jauh dari tempat jalan utama dimana mereka menyimpan keretanya di tempat berteduh.
"Sekitar 30 menit lagi kita akan sampai disana," ucap Tang Rui yang seperti sudah tidak sabar lagi melihat mereka ditikam oleh kelompok ynt ditugaskan oleh pemimpin klan Demonic.
Di jalanan, tempat kereta kuda di simpan oleh Qionlin. Ada lima orang memakai topeng misterius datang dan mengecek kereta kuda yang diparkir oleh Qionlin.
"Sepertinya mereka sudah berada dalam perjalanan menuju ke tempat itu, apakah kalian mau menyusulnya?" Ucap salah satu orang bertopeng dimana dia merupakan orang terkuat diantara ke empatnya.
"Benar ketua! Dari pesan yang kami terima bahwa Lord meminta mengambil anak berusia 4 tahun yang bertubuh anak 7 tahun bernama Lin Chen, dia merupakan putra dari salah satu pendekar suci di dunia persilatan yaitu Lin Hu sang pendekar petir," ucap salah satu dari keempat kelompok tersebut.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita bergegas dan menyelesaikan misi ini dengan baik."
"Baik!"
Mereka pun bergegas dengan cepat dan berlari menggunakan teknik meringankan tubuhnya mengejar Lin Chen dan Lin Zhou serta Qionlin.
Di wilayah klan Lin, tepatnya di kediaman Lin Hu dan Yin Hua atau orang tua Lin Chen. Mereka tampak merasa ada sesuatu yang aneh dan merasakan firasat buruk dengan keadaan Lin Chen.
"Sayang, aku merasakan firasat buruk mengenai keadaan anak kita.." ucap Yin Hua merasa tidak enak badan karena memikirkan kondisi anaknya dimana Lin Chen yang masih berumur 4 tahun harus keluar mengawal Tang Rui dimana keadaan di luar sangat berbahaya.
__ADS_1
"Tidak apa apa sayang, aku percaya anak kita mampu melewatinya, dan aku yakin anak kita tidak akan kenala napa," ucap Lin Hu menenangkan istrinya.
"Semoga saja anakku baik baik saja," ucap Yin Hua selalu memikirkan anaknya.