
Malam pun tiba, Lin Chen saat ini berada di sebuah kamar yang begitu mewah dimana itu merupakan tempat yang Jing Ling tunjukkan kepada Lin Chen untuk tempatnya tinggal.
Selama ini Lin Chen tidak terlalu mengerti dengan apa yang telah terjadi sekarang, bahkan didalam pikirannya tidak ada terpikirkan bahwa akan bertemu dengan manusia elf di dunia persilatan.
"Aneh sekali, kenapa aku tidak pernah mengetahui ada ras elf di dunia persilatan? Apakah memang mereka tidak terlibat?" Bathin Lin Chen masih tidak percaya apakah ini mimpi atau kenyataan.
Lin Chen kemudian berbaring dan menatap langit langit kamar itu dan memejamkan matanya untuk menenangkan pikirannya.
"Kultivator yah..." bathin Lin Chen tersenyum kemudian tertidur di malam itu.
Keesokan harinya Lin Chen bangun dan telah bersiap siap untuk pergi ke sebuah meja makan dimana Lin Chen telah dipanggil oleh pelayan istana karena Jing Shan serta istrinya dan Jing Ling menunggunya.
"Tuan silahkan lewat disini," ucap pelayan itu memandu Lin Chen ke sebuah meja makan.
"Selamat pagi raja dan ratu serta tuan putri," ucap Lin Chen memberi salam kepada Jing Shan dan Jing Huang serta Jing Ling.
"Selamat pagi nak Chen, aku tau kamu merasa hormat kepadaku tapi tolong tidak perlu manggilku seperti itu, panggil aku saja paman Shan dan bibi Huang serta anakku Lingling." Ucap Jing Shan kepada Lin Chen membuat Lin Chen merasa tidak enak karena memang mereka bukan keluarga.
"Tapi aku bukan keluarga anda," ucap Lin Chen merasa bahwa dengan panggilan itu sudah seperti memiliki hubungan keluarga.
"Tidak apa apa nak Chen, kedatanganmu disini saja membuat kami merasa bersyukur karena kamu adalah harapan satu satunya bagi ras Elf yang ada disini," ucap Jing Huang kepada Lin Chen.
"Iya nak Chen, walaupun kamu masih belum memikirkan untuk menjadi pewaris namun kami tetap akan memilihmu sebagai pewaris sampai saat kamu akan benar benar berada di pilihan untuk mewarisi warisan sang penguasa," ucap Jing Shan menjelaskan.
"Nak Chen, kami begitu memiliki harapan besar kepadamu, bahkan kami berusaha semaksimal mungkin untuk melatihmu menjadi seorang kultivator, ini bukan demi kami tapi ini demi keselamatanmu di dunia persilatan dan demi orang orang yang kamu cintai," ucap Jing Huang dengan harapan penuh ke Lin Chen membuat Lin Chen terdiam dan tidak bisa berkata kata.
"Sudah sudah, jika kalian tidak mau makan, maka berbincanglah di luar jangan di meja makan, nanti makanannya dingin!" Ucap Jing Ling yang tempramentnya masih kesal dengan hadirnya Lin Chen di kediamannya.
"Haha aku hampir lupa, nak Chen ayo duduk dan kita makan, setelah ini nanti aku akan mulai melatihmu," ucap Jing Shan yang hampir lupa makan karena serius berbicara dengan Lin Chen.
"Baik," Lin Chen pun kemudian duduk dan makan bersama mereka semua.
Tampak semua makanan dimeja begitu mewah dan penuh dengan energi, kebanyakan sayuran segar dan daging sapi serta ayam yang segar terhidang dengan begitu lezatnya.
Lin Chen merasa bahwa hidangan semacam ini bahkan tidak pernah dirasakan di istana klan Lin yang merupakan salah satu klan terkuat di dunia persilatan.
Lin Chen kemudian mulai memakan hidangan itu dan menelannya hingga membuat Lin Chen terkejut dengan kedua matanya melebar karena sesuatu yang masuk didalam tubuhnya banyak mengalir sebuah energi yang murni dan padat.
"Energi ini.. sama seperti aku hidup di alam yang penuh kehidupan yang luar biasa, nyaman dan seperti aku terlahir kembali," Lin Chen sangat takjub merasakan betapa luar biasanya makanan itu.
"Apakah kamu merasakannya nak Chen?" Tanya Jing Huang kepada Lin Chen karena telah melihat ekspresinya yang berubah setelah menelan makanan yang dimakannya.
"Energi ini sangat berbeda dari tenaga dalam yang kukumpulkan selama 3 tahun pelatihanku ini," bathin Lin Chen merasakan energi yang sangat jauh berbeda dari yang Lin Chen miliki di dunia persilatan.
"Nak Chen, yang kamu rasakan itu adalah energi alam, sebuah energi yang bisa diserap bahkan kita bisa sesuka hati menggunakannya melalui tubuh kita dan menjadikannya sebuah qi, energi inilah yang digunakan seorang kultivator untuk meningkatkan ranah kekuatannya hingga ke tingkat yang bahkan dapat menghancurkan sebuah gunung dan planet planet kecil, bahkan dunia ini pun dapat di hancurkan oleh kultivator yang kekuatannya sudah setara dengan dewa," ucap Jing Shan menjelaskan membuat Lin Chen seakan akan tidak percaya karena memang hal itu mustahil dilakukan apalagi ini berbicara dengan sebutan dewa.
"Jadi energi alam ini yang digunakan kultivator dan bukan tenaga dalam?" Tanya Lin Chen penasaran.
__ADS_1
"Nak Chen, tenaga dalam yang kamu maksud itu adalah sebuah energi yang kamu kumpulkan melalui tubuhmu sendiri, baik dari tenaga otot dan kamu kumpulkan dari dalam tubuhmu sendiri. Dan yang kulihat dari tubuhmu hanya seperti manusia biasa dan kamu hanya membukan 1 meridian paling kecil dan dantianmu juga sangat sangat kecil, itu karena kamu hanya menggunakan tenaga dalam dan bukan energi alam," ucap Jing Shan menjelaskan.
"Jadi begitu, selama ini yang aku kira kekuatan tidak ada harganya sama sekali di mata tuan Jing Shan," bathin Lin Chen merasa bahwa dunia yang ditinggalinya sangat kecil dimata Jing Shan bahkan seperti sebuah titik debu yang sangat mudah di singkirkan.
"Nak Chen, makanlah terlebih dahulu dan kita akan ke tempat latihan dan menjelaskan kepadamu tentang apa kultivator itu," ucap Jing Shan kepada Lin Chen.
Lin Chen pun yang merasa sangat penasaran kemudian makan dengan lahap karena tidak mau menyianyiakan energi dari makanan itu.
Jing Ling melihat Lin Chen makan seperti orang kelaparan dan tidak pernah makan mengerutkan keningnya karena baru kali ini melihat manusia di hidupnya dan makan dengan lahap rakus.
"Hey pelan pelan makan," ucap Jing Ling wajahnya memerah memarahi Lin Chen seakan akan mau memperhatikan tapi masih malu dan belum terbiasa.
"Kenapa kalian tidak makan?" Tanya Lin Chen begitu penasaran.
"Hahaha nak Chen, kami makan jika memang kami mau, entah berapa lama kami tidak makan sepertinya sudah puluhan tahun, jika bukan karena kehadiranmu sepertinya kami tidak makan," ucap Jing Huang tertawa melihat tingkah Lin Chen yang sangat semangat makan.
"Kenapa bisa seperti itu? Apakah anda tidak kelaparan?" Tanya Lin Chen begitu penasaran.
"Haha nak Chen, seorang kultivator bahkan tidak makan pun tetap akan hidup sampai puluhan tahun, makanlah dan aku akan menjelaskannya nanti kepadamu," ucap Jing Shan tertawa kepada Lin Chen.
"Humph," Jing Ling bertingkah seperti orang marah dengan ekspresi mulut kedepan dan kepalanya mengarah ke kanan.
Setelah mereka makan, Lin Chen pun diajak oleh Jing Shan ke tempat latihan yang luas dan penuh dengan energi alam.
"Wah temapt disini memiliki energi alam yang luar biasa," ucap Lin Chen merasakan bahwa tempat latihan itu memang pas untuk dijadikan tempat latihan.
"Baik tuan Jing Shan," ucap Lin Chen hormat kepada Jing Shan.
"Aduh nak Chen, tidak perlu memanggilku tuan atau apalah, panggil saja aku paman Shan itu sudah cukup untuk menjalin hubungan dengan sang pewaris penguas," ucap Jing Shan kepada Lin Chen merasa tidak enak kepada pewaris sang penguasanya memanggilnya tinggi.
"Baiklah paman Shan," ucap Ling Chen yang masih belum terbiasa dengan menyebut panggilan itu kepada seseorang yang lebih kuat daripada dirinya apalagi seorang raja di wilayahnya.
"Haha bagus bagus, nak Chen bolehkah aku tau kenapa kamu tidak mau memilih menjadi pewaris sang penguasa?" Tanya Jing Shan kepada Lin Chen penasaran.
"Seperti yang aku jelaskan kemarin bahwa aku punya hal yang harus kucegah yaitu era kehancuran di dunia persilatan," ucap Lin Chen menjelaskan bahwa era kehancuran merupkan era yang menakutkan karena kemunculan jendral jendral klan demonic yang membuat kekacauan dan mengancurkan dunia persilatan.
"Aku mengerti, tapi era kehancuran itu seperti apa nak Chen dan darimana kamu tahu bahwa akan terjadi era kehancuran jika kamu tidak mencegahnya mulai saat ini, apakah kamu bisa meramal masa depan atau apa?" Tanya Jing Shan penasaran.
"Mohon maaf, aku tidak bisa menceritakannya kumohon percayalah dengan perkataanku, karena aku sudah membulatkan tekadku untuk mencegah era itu terjadi," ucap Lin Chen agar Jing Shan tidak bertanya terus mengenai dirinya karena Lin Chen tidak mau orang tahu bahwa dirinya bereinkarnasi ke masa lalu.
"Aku mengerti nak Chen, maafkan aku yang menanyakan hal yang sepatutnya tidak kupertanyakan," ucap Jing Shan merasa bersalah kepada Lin Chen.
"Tidak masalah paman Shan dan aku tidak pernah memasukkannya dalam hati," ucap Lin Chen kepda Jing Shan.
"Haha baiklah kalau begitu, kalau begitu aku akan menjelaskan kepadamu apa itu kultivator."
Jin Shan menjelaskan bahwa kultivator adalah manusia atau makhluk hidup yang menjalani sebuah hidup di jalan keabadian.
__ADS_1
Seorang menjalani kultivator dapat hidup lebih panjang bahkan abadi sesuai dengan tingkat kekuatannya dan ranah yang dicapainya.
Kultivator memiliki kekuatan yang luar biasa bahkan manusia biasa seperti Lin Chen menganggapnya itu sebagai hal yang mustahil dilakukan. Namun kultivator memang ada dan kekuatannya memang jauh lebih kuat.
Jing Shan menjelaskan bahwa akibat peperang melawan Emo membuat sebagian besar kekuatannya menghilang namun Jing Shan tetaplah berumur panjang karena memang dia adalah ras Elf.
Jing Shan menjelaskan bahwa semua dunia mempunyai energi alam, baik kecil atau rendahnya dunia itu semuanya memiliki energi alam.
Energi alam ini merupakan energi dari alam semesta dan dunia itu pembatasnya.
Menjalani Kultivator merupakan menjalani kehidupan yang penuh tantangan karena banyak kultivator yang lain iri dan saling menjatuhkan hanya demi kekuatan. Semakin kuat kultivator semakin disegani dan semakin seenaknya. Karena yang kuatlah yang berada di atas segalanya. Tanpa kekuatan hidupmu akan sirna dan seperti sampah.
Jing Shan menjelaskan bahwa energi alam yang dirasakan oleh Lin Chen merupkan energi dari sayuran dan makanan itu sendiri. Segala sesuatu mempunyai energi alam, dan untuk menghasilkan energi alam itu harus dilakukan dengan cara kultivator.
"Baiklah tanpa banyak basa basi, aku akan langsung mempraktekkannya kepadamu," ucap Jin Shan kemudian mengeluarkan sebuah qi energi alam di sekitar tubuhnya, tampak energi alam itu berwarna hijau dan memiliki energi yang luar biasa.
Jing Shan juga mengeluarkan sebuah panah dari ruang hampa membuat Lin Chen terkejut kemunculan dari panah tersebut.
"Kamu penasaran bagaimana caranya aku memunculkan panah ini di udara?" Ucap Jing Shan kepada Lin Chen.
"Benar bagaimana cara anda mengelurkan itu?"
"Seperti yang aku jelaskan bahwa semuanya bisa dilakukan dengan energi alam, dan kamu lihat cincin ini?" Jing Shan memperlihatkan sebuah cincin yang muncul di tangannya.
"Itu kenapa bisa muncul?" Tanya Lin Chen penasaran.
"Ini karena aku bisa memunculkannua sesuka hatiku, dan apakah kamu tahu bahwa cincin ini merupakan cincin tempat penyimpanan."
"Penyimpanan? Berarti sama halnya dengan tas dalam bentuk cincin?" Lin Chen seakan akan tidak percaya dengan yang dilihatnya dan bagaimana mungkin cincin sekecil di jari bisa dimasukkan sebuah benda atau barang didalamnya?
"Nak Chen, kamu pasti belum terbiasa dan cincin ini memang seperti itu, kan aku sudah bilang tidak ada yang mustahil bagi kultivator, yang mustahil bagi kultivator adalah bereinkarnasi ke masa lalu," ucap Jing Shan membuat Lin Chen hampir tidak bisa bernafas karena Jing Shan mengatakan reinkarnasi ke masa lalu.
"Apakah kultivator bisa bereinkrnasi? Karena anda mengatakan bahwa tidak ada yang mustahil bagi kultivator," tanya Lin Chen penasaran mengenai reinkarnasi.
"Benar, akan tetapi jalur reinkarnasi merupakan jalur sesuai takdir seseorang dan kultivator tidak bisa seenaknya menentukan takdir mereka. Tidak banyak kultivator yang bisa bereinkarnasi itupun yang bisa bereinkarnasi adalah seseorang yang sudah setara dewa dan konon katanya bereinkarnasi setelah jutaan tahun lamanya," ucap Jing Shan menjelaskan.
"Jadi seperti itu.." bathin Lin Chen yang akhirnya bisa bernafas lega karena mendengar penjelasan tentang reinkarnasi.
"Jadi apakah aku memiliki takdir yang bahkan para kultivator jarang dapatkan?" Bathin Lin Chen melihat takdirnya yang bereinkarnasi ke masa lalu.
"Dan untuk cincin penyimpanan ini didalam ruangannya sangat luas bahkan barang besar pun bisa dimasukkan ke dalamnya," ucap Jing Shan menjelaskan kemudian mengeluarkan banyak barang barang yang tidak berharga keluar dari cincinnya.
Tindakan itu membuat Lin Chen begitu terkejut karena kemunculan benda benda itu dari ruangan hampa di udara.
Jing Shan kemudian memasukkannya kembali ke dalam cincinnya tampak semua barang itu menghilang seperti terserap ke sebuah dimensi dengan cepat.
"Baiklah setelah aku menunjukkan tentang cincin penyimpanan, aku akan menunjukkan bagaimana kekuatan seorang kultivator," Jing Shan kemudian menarik busurnya dan tampak anak panahnya tiba tiba muncul dari sebuah gumpalan energi membentuk sebuah anak panah yang berwarna hijau penuh kekuatan.
__ADS_1