Legenda Pendekar Jenius

Legenda Pendekar Jenius
BAB 8 - Paviliun Elang Emas?


__ADS_3

"Benar ayah, harus ada bantuan eksternal," ucap Lin Chen membuat ayahnya masih kebingungan.


"Jadi apa yang harus ayah lakukan nak?" Tanya Lin Hu.


"Ayah harus duduk di belakang ibu, dan tekan titik punggung hang berhubungan dengan lambung ibu. Setelah ibu meminumnya ayah harus mengalirkan qi tenaga dalam ayah untuk melancarkan dan meratakan obat itu agar sepenuhnya tersebar di titik titik tertentu di lambung ibu uang susah dijangkau oleh obat itu," ucap Lin Chen menjelaskan.


"Darimana Chen'er tau hal ini?" Bathin Lin Hu namun dia tidak mau menanyakan hal itu dan fokus untuk menyembuhkan Yin Hua.


"Baiklah nak, aku akan mengikuti saranmu," ucap Lin Hu kemudian duduk di belakang Yin Hua sesuai dengan petunjuk oleh Lin Chen.


Yin Hua yang daritadi sudah tidak mampu berbicara hanya diam karena memang sakit penyakit maag luar biasa dan tenaga untuk berbicara sudah tidak ada lagi. Jadi otomatis mengeluarkan suara membuat Yin Hua semakin sakit.


Yin Hua pun mulai meminum obat itu dan sesuai dengan petunjuk dari Lin Chen, Lin Hu pun memulainya.


Seketika itu juga qi dari Lin Hu mengalir ke tubuh Yin Hua tepat di titik yang dikatakan oleh Lin Chen.


"Ahh," Yin Hua tampak kesakitan karena memang efek dari obat itu sangat kuat.


"Ibu tahan yah, Chen'er tidak mau ibu sakit lagi," ucap Lin Chen menyemangati ibunya.


"Iya nak," ucap Yin Hua yang tersenyum lembut kepada Lin Chen.


Lin Hu pun fokus mengalirkan tenaga dalamnya ke tubuh Yin Hua sesuai dengan perkataan Lin Chen tadi.


Dan setelah beberapa menit akhirnya Lin Chen menyuruh ayahnya untuk menghentikannya karena ramuannya sudah terserap semuanya di seluruh ruang di lambung ibunya.


"Ayah, aku sengaja menghentikan ayah karena metode pengobatan ini harus dilakukan selama satu minggu. Kenapa aku menghentikan ayah karena setelah ramuannya sudah terserap semua otomatis tidak ada lagi caranya mengalirkan qi kesalam tibuh ibu, melainkan jika melanjutkannya akan mengakibatkan ibu sakit lagi," ucap Lin Chen membuat ayahnya tersadar dan membenarkan perkataan dari anaknya.


Jin Fei yang terdiam melihat itu seakan akan tidak percaya dengan pemikiran anak yang berumur 1 tahun, entah darimana kejeniusan dan kecerdikan anak ini sehingga mampu berpikir cerdas seperti itu.


"Anu.. tuan muda, bolehkah kakek tua ini mengetahui darimana tuan muda tau metode seperti ini? Bahkan aku yang sudah berlatih dan mendalami pengobatan pun tidak mengetahuinya sama sekali," tanya Jin Fei yang sangat penasaran.

__ADS_1


"Iya Chen'er ayah mengerti dari semuanya yang kamu katakan itu adalah kebenaran, tapi ayah masih penasaran darimana kamu mendapatkan pengetahuan seperti itu?" Tanya Lin Hu yang juga begitu penaasaran.


"Semuanya bertanya terus sama Chen'er padahal Chen'er hanya membaca di perpuastakaan," ucap Lin Chen membuat mereka terkejut.


"Perpustakaan?!"


"Iya ayah di perustakaan kita, di buku ramuan umum klan Lin, apakah ayah tidak mengetahuinya? Chen'er sering membaca buku," ucap Lin Chen membuat ayahnya terkejut.


"Apakah benar ada metode seperti itu di dalam perpustakaan? Atau aku yang sudah lama tidak membaca buku jadinya aku pelupa?" Bathin Lin Hu.


"Ayah didalam buku itu ada banyak manfaat jahe, dan aku juga membaca buku tentang tenaga dalam, aku membuat spekulasi tentang jahe didalam buku itu, dan aku mengkombinasikannya tentang teknik metode tenaga dalam," ucap Lin Chen menjelaskan.


"Pasukan bayangan!" Seru Lin Hu dan muncullah beberapa pasukan bayangan berlutut di hadapan mereka.


Lin Chen tidak terlalu terkejut dengan kemunculan itu karena Lin Chen sudah biasa melihatnya.


"Aku perintahkan salah satu dari kalian untuk membawakan buku ramuan umum klan Lin yang ada di perpustakaan," ucap Lin Hu memberi perintah.


Beberapa menit kemudian, tiba tiba muncul psukan bayangan itu membawa buku ramuan umum yang ada di perpustakaan tersebut.


Lin Hu pun mengambilnya dan menyuruh mereka kembali ke tempat masing masing.


Lin Hu kemudian membuka buku itu dan membacanya, dan Lin Hu begitu terkejut melihat ada sebuah lembaran berupa manfaat dari sebuah jahe yang baru diketahui oleh Lin Hu.


"Berarti semuanya benar bahwa anakku benar benar jenius, dia mampu meracik semuanya dengan pikiran yang luar biasa itu," bathin Lin Hu yang sudah mengetahui asal usul kenapa Lin Chen mampu mengetahui semuanya, ternyata Lin Chen selama ini belajar dan sering membaca buku di perpustakaan.


Jin Fei yang penasaran juga membaca buku itu dan benar ekspresinya seperti Lin Hu yang tidak menyangka bahwa buku itu berada di perpustakaan Lin.


"Hahaha sungguh jenius! Ternyata anakku adalah jenius yang langka dan lahir selama 1000 tahun di dunia ini hahaha," ucap Lin Hu begitu senang.


Lin Chen hanya tersenyum puas karena ayahnya tidak menaruh rasa curiga apapun kepadanya.

__ADS_1


"Ohh iya tuan muda kalau boleh tau, jika memang anda mempelajarinya pastinya anda terus mencobanya?" Tanya Jin Fei yang memang karakternya suka bertanya.


"Astaga kakek tua ini," bathin Lin Chen yang agak kesal karena Jin Fei selalu bertanya.


"Sebenarnya itu semua spekulasi liar dan peneliatian dalam pikiranku, dan ini pertama kalinya aku menerapkannya di dunia nyata hehe," ucap Lin Chen membuat Lin Hu serta Jin Fei terkejut.


"Apa?!"


"Hehe ayah dan kakek Jin Fei tidak boleh terkejut begitu, lihat hasilnya kan ibu sudah merasa baikan dan tidak seperti sebelumnya," ucap Lin Chen dan memang benar bahwa setelah metode penyembuhan itu membuat kondisi Yin Hua tidak sepucat tadi.


"Huff baiklah nak, dan terima kasih telah menyelamatkan ibumu, lain kali ingat jangan pernah mencoba sesuatu walaupun kamu mengertinya oke?!" Ucap Lin Hu kepada Lin Chen.


"Em baik ayah, Chen'er akan mengingatnya," ucap Lin Chen.


Jin Fei berpamitan untuk pergi dari kediaman tersebut untuk meneliti jahe di tempatnya.


Begitu pula dengan Lin Chen yang kembali ke kediamannya dan disambut oleh para orang orangnya.


"Selamat siang tuan muda, makanan anda sudah kami siapkan," ucap salah satu pelayan yang mengurus di kediaman Lin Chen.


"Baiklah, aku akan kesana," ucap Lin Chen menuju ke tempat makan.


"Qionlin," ucap Lin Chen memanggil penjaganya.


"Iya tuan muda."


"Aku ingin kamu pergi ke paviliun elang emas untuk membelikanku sebuah pil pembentuk tubuh," ucap Lin Chen membuat Qionlin kebingungan.


"Maaf tuan muda, di wilayah klan Lin yang luas, tidak ada paviliun bernama elang emas," ucap Qionlin menjelaskan.


Wilayah klan Lin memiliki luar yang lumayan. Di wilayah klan Lin terdapat beberapa desa dan kota yang berada di wilayah naungan klan Lin.

__ADS_1


__ADS_2