Legenda Pendekar Jenius

Legenda Pendekar Jenius
BAB 40 - Daging Panggang


__ADS_3

Di malam hari yang gelap, di sebuah hutan yang dalam dan penuh misteri, tubuh seorang pria bertubuh anak berusia 7 tahun namun umurnya sebenarnya adalah 4 tahun, sedang tergeletak dan pingsan di tengah hutan.


Dia adalah Lin Chen yang diteleportasi oleh dewa kegelapan menuju keluar wilayah suku Elf.


Setelah kejadian bertemu dengan dewa kegelapan, seluruh ingatan Lin Chen mengenai kultivator dan bertemu dengan suku Elf telah hilang dan saat ini ingatan Lin Chen hanya ada saat dirinya terakhir kali mengejar burung hutan.


Lin Chen saat ini terbaring di atas tanah perlahan lahan membuka matanya.


"Chen'er! Chen'er!" Ucap seorang pria muda berumur 10 tahun dimana itu adalah Lin Zhou yang membangunkan Lin Chen yang pingsan.


"Ugh.. aku ada dimana.." ucap Lin Chen perlahan lahan membuka matanya.


"Chen'er bangunlah!" Lin Zhou selalu berusaha untuk membangunkan Lin Chen dan berusaha menyadarkan Lin Chen dari pingsannya.


"Ka..kak Zhou?" Lin Chen melihat Lin Zhou dengan jelas yang penuh air mata dan kepanikan luar biasa.


"Untunglah kamu tidak apa apa, kamu membuat kakak begitu panik," ucap Lin Zhou sangat senang karena Lin Chen sudah sadar dari pingsannya.


"Kakak Zhou apa yang telah terjadi? Kenapa aku bisa berada disini?" Tanya Lin Chen kebingungan karena ingatannya terakhir kali adalah mengejar burung hutan.


"Aku juga tidak tau, maafkan kakak yang tidak mempercayaimu, kakak sengaja mengikutimu dari belakang," Lin Zhou menjelaskan bahwa saat Lin Chen mencari makanan yang dapat dimakan didalam hutan, Lin Zhou merasa perasaannya tidak enak dan kemudian mengikuti Lin Chen dari belakang dan bersembunyi tanpa sepengetahuan dari Lin Chen.


Lin Zhou menjelaskan bahwa Lin Chen mengejar burung besar yang bahkan itu pertama kali dilihat oleh Lin Zhou ke tengah hutan paling dalam.


Lin Zhou mengejar Lin Chen semakin dalam semakin Lin Chen menjauh dan kehilangan jejak.


Saat Lin Zhou mencari cari keberadaan Lin Chen untunglah Lin Zhou menemukan tubuh Lin Chen yang masih hidup dan sehat walaupun pingsan tergeletak di atas tanah.


"Ohh jadi seperti itu yah kak, aduh!" Lin Chen merasakan nyeri di kepalanya namun nyeri itu tiba tiba hilang seketika.

__ADS_1


"Apa yang terjadi adik? Apakah kamu baik baik saja?" Tanya Lin Zhou sangat khawatir dengan kondisi Lin Chen.


"Aku tidak apa apa kakak Zhou, kemungkinan ini adalah karena aku pingsan dan aku juga tidak mengingat kenapa bisa aku pingsan dan terbaring disini," ucap Lin Chen menjelskan kondisinya kepada Lin Zhou.


"Baiklah, ayo kita ke kembali ke tempat istirahat, kemungkinan Qionlin sudah kembali dari mencari kayu bakar," ucap Lin Zhou kepada Lin Chen mengajak Lin Chen kembali ke tempatnya membangun tenda untjk beristirahat.


"Baik kakak Zhou," Lin Chen kemudian dibantu berdiri dan berjalan bersama Lin Zhou pergi menuju tempat istirahatnya.


Di tempat istirahat Qionlin sudah menunggu kedatangan dari Lin Zhou dan Lin Chen. Qionlin yang sudah menunggu lama merasa khawatir karena tuan mudanya tidak kembali.


"Apakah kamu merasa khawatir dengan keadaan tuan mudamu?" Tanya Tang Rui kepada Qionlin yang tampak merasa khawatir dengan kondisi Lin Chen.


"Iya tuan Tang, sudah beberapa menit ini tuan muda belum kembali bersama tuan Lin Zhou, aku khawatir dengan keadaan mereka," ucap Qionlin yang merasa khawatir.


"Hahaha ternyata mereka belum kembali yah, apa jangan jangan mereka terbunuh oleh hewan buas di hutan ini? Lebih baik aku pergi dan mengeceknya dan melihatnya dengan mata kepalaku sendiri," bathin Tang Rui merasa senang karena Lin Chen dan Lin Zhou yang lama kembali dengan sebuah firasat yang buruk mengenai kondisi mereka berdua.


"Sepertinya yang anda katakan benar, baiklah ayo kita pergi mencari keberadaan tuan muda!" Ucap Qionlin yang menyetujui ajakan dari Tang Rui.


Namun disaat mereka berencana untuk berjalan, tiba tiba datang seseorang dari semak semak membuat Qionlin dan Tang Rui waspada.


"Siapa disana?!" Ucap Qionlin waspada dan memegang gagang pedangnya.


"Qionlin, ini aku Lin Zhou bersama Chen'er," ucap Lin Zhou yang keluar dari semak semak bersama Lin Chen yang tampak seperti kelelahan.


"Tuan muda!" Qionlin menghampiri Lin Chen yang tampak kelelahan.


"Cih, aku kira mereka sudah mati diterkam hewan buas!" Bathin Tang Rui yang mendekat ke arah Lin Chen dan Lin Zhou.


"Tuan muda apa yang terjadi dengan anda? Apa yang terjadi dengan anda?" Tanya Qionlin merasa khawatir dengan tuan mudanya.

__ADS_1


"Tidak apa apa, aku hanya kelelahan karena mengeluarkan banyak tenaga dalam, aku hanya butuh istirahat malam ini," ucap Lin Chen menjelaskan keadaannya kepada Qionlin.


"Tuan muda Lin Chen, apa yang terjadi di dalam hutan?" Tanya Tang Rui penasaran dengan apa yang terjadi dengan Lin Chen yang membuat Lin Chen kelelahan.


"Aku tadi.." Lin Chen menjelaskan bahwa Lin Chen mengejar hewan liar untuk dijadikan makanan malam ini, akan tetapi Lin Chen tidak tau dan tidak ingat apa yang telah terjadi hingga menyebabkannya telah jatuh pingsan di atas tanah.


"Jadi seperti itu, sepertinya anda terbentur dan pingsan saat mengejar hewan itu," ucap Tang Rui dengan senyum agak kesal karena ekspektasinya tidak sesuai dengan realita.


Lin Chen pun pergi ke tendanya dan duduk didalam tendanya.


Lin Chen mencoba mengingat ingat sesuatu namun saat mengingat tentang kejadian didalam hutan tiba tiba kepalanya sakit dan tidak bisa mengingat apapun.


Saat Lin Chen mau tidur, Lin Chen berniat untuk mengecek senjata dan pill pill yang dia bawa, saat Lin Chen mengeceknya tiba tiba Lin Chen terkejut karena ada salah satu pill penawar seribu racun menghilang.


"Kenapa bisa menghilang?!" Bathin Lin Chen yang mencoba mengingat ingat namun tidak bisa.


"Kemungkinan ada yang terjatuh dan aku tidak memperhatikannya, namun tidak ada celah yang membuatnya jatuh, hmm," Lin Chen tidak mau berpikir panjang hanya dengan satu pill itu karena jika memikirkan hal yang tidak penting akan membutnya pusing sendiri.


Keesokan harinya, Lin Chen bangun dan keluar dari tendanya, sontak Lin Chen kaget karena mencium aroma daging panggan yang dipanggang oleh Qionlin.


Suara perut Lin Chen berbunyi tanda bahwa Lin Chen merasa kelaparan, Lin Chen kemudian pergi menuju ke arah Qionlin berniat untuk mengambil sedikit daging panggang itu.


"Tuan muda apa yang anda lakukan?" Tanya Qionlin yang masih memanggang daging itu disaat Lin Chen mau mengambilnya.


"Anu, bolehkah aku mencicipinya sedikit saja?" Tanya Lin Chen yang kelaparan.


"Haha tuan muda, dagingnya sangat banyak, dan ini masih belum matang, lebih baik anda pergi mandi di danau sana, aku telah menandainya dan mengeceknya bahwa tidak ada tanda tanda bahaya di danau sana," ucap Qionlin menunjukkan ada pohon pohon dan penunjuk jalan untuk Lin Chen lalui.


"Seperti biasa, kamu selalu berlebihan," ucap Lin Chen memasang wajah kecut dan berjalan menuju danau terdekat yang ditunjukkan oleh Qionlin.

__ADS_1


__ADS_2