
"Ayah mau pergi kemana?!"
Lin Long tidak menjawab dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Lin Hu beserta Yin Hua.
"Ayah!! Jangan pergi!!"
Lin Long pun pergi jauh menghilang dari tempat itu, entah apa yang membuat Lin Long pergi sampai sekarang dipertanyakan tentang alasan ayahnya pergi tanpa sepatah kata apapun.
Di masa sekarang...
Lin Chen akhirnya tau mengenai masa lalu dari kakeknya. Bahkan Lin Chen terkejut mendengar bahwa ibunya adalah wanita yang digendong oleh kakeknya keluar dari reruntuhan kuno tersebut.
"Sangat aneh.. apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana? Bahkan kakek tidak menjelaskannya dan pergi menghilang.." bathin Lin Chen yang belum mempunyai titik clue agar supaya mengerti semuanya.
"Entahlah, mungkin suatu saat nanti aku mengetahui asal usul ibu dan apa yang telah terjadi pada kakek waktu itu," bathin Lin Chen yang tidak mampu menebak semua yang telah terjadi di masa lalu, adapu pengetahuan Lin Chen itu juga tidak ada kaitannya dengan masa lalu ayahnya.
"Ayah, lantas bagaimana cara ayah mencintai ibu hehe?" Tanya Lin Chen menggoda ayahnya serta ibunya.
Wajah Yin Hua memerah bahkan wajah Lin Hu memerah, mereka berdua malu jika Lin Chen menanyakan masa lalu seperti itu.
"Sudah sudah, cinta ayah dan ibu tidak perlu kamu tahu, intinya cinta sesungguhnya akan datang melalui perasaan satu sama lain serta ketulusan," ucap Yin Hua menjelaskan.
"Ehem ibumu yang malu malu, ayah akan menceritakan..."
"Hentikan!" Yin Hua kemudian menutup mulut Lin Hu hingga membuat wajahnya memerah merona.
__ADS_1
Yin Hua menyeret Lin Hu keluar dari kediaman Lin Chen karena malu jika menceritakan masa lalu seperti itu.
"Hahahaha," Lin Chen tertawa melihat keharmonisan dari orang tuanya, ternyata benar cinta sejati akan datang pada orang yang tepat.
"Tapi bagaimana yah kabar tunanganku nanti? Hahaha aku tidak sabar menunggu tahun depan!" Bathin Lin Chen yang tidak sabar melihat dan bertemu dengan calon tunangannya yaitu Bing Mei.
Setelah moment keluarga itu, Lin Chen pun akhirnya pergi bertemu dengan Lin Zhou dan Qionlin serta Tang Rui.
"Chen'er sini," ucap Lin Zhou memanggil Lin Chen yang tampak mencari mereka.
Lin Chen melihat Lin Zhou pun menghampirinya dengan membawa pedang pemberian ayahnya serta tas bekal dari ibunya.
"Qionlin, kakak Zhou, dan tuan Tang Rui anda sudah berada disini?" Tanya Lin Chen.
"Kami baru saja berkumpul di tempat ini sambil menunggu kedatanganmu Chen'er," ucap Lin Zhou kepada Lin Chen.
"Baiklah, tuan muda sudah berada disini, kita jangan membuang buang waktu lagi, ayo berangkat," ucap Tang Rui yang agak kesal melihat Lin Chen yang agak telat.
Lin Chen dan Lin Zhou serta Qionlin pun naik di atas kereta kuda yang telah mereka siapkan. Yang menjadi pengendara kudanya adalah Qionlin.
Lin Chen dan Lin Hu serta Tang Rui duduk di dalam kereta itu dan tampak tidak ada yang berbicara sedikitpun.
Lin Zhou yang melihat hal tersebut tiba tiba mencairkan suasana dan bertanya beberapa pertanyaan kepada Lin Chen.
"Chen'er bolehkah kakak mengetahui caramu meningkatkan kekuatanmu?" Tanya Lin Zhou penasaran kepada Lin Chen.
__ADS_1
"Kakak Zhou, maafkan Chen'er yang tidak memperhatikan kakak Zhou karena selama 3 tahun ini Chen'er fokus berlatih," ucap Lin Chen yang menyesal tidak memberitahukan kepada Lin Zhou mengenai pill pembentuk tubuhnya yang dapat meningkatkan kekuatan serta tenaga dalam seseorang.
"Tidak apa apa adikku, pasti kamu juga sudah berjuang dan berusaha keras kan, kakak bangga denganmu Chen'er," ucap Lin Zhou menepuk pundak Lin Chen sambil tersenyum dan tidak ada tanda tanda kebencian atau iri hati, ini seperti nyata adalah ketulusan dan kebanggaan dari hati Lin Zhou.
"Kakak Zhou, aku akan melindungimu dan tidak akan membiarkanmu mati oleh kelompok yang bersekongkol dengan Tang Rui itu," bathin Lin Chen melihat wajah tulus dan naif dari Lin Zhou yang sangat menyayangi Lin Chen.
"Kakak Zhou, Chen'er akan memberitahukan kakak Zhou nanti setelah kita menjalankan misi kita," ucap Lin Chen tersenyum kepada Lin Zhou.
"Cih dasar bocah, apakah kamu yakin bisa mengalahkan orang dari klan demonic? Hahaha," bathin Tang Rui melihat kenaifan dari 2 bocah yang ada di depannya.
Lin Chen yang melihat ekspresi serta niat buruk yang terpancar dari wajah Tang Rui pun sadar dan tersenyum ke arah Tang Rui.
"Dasar pria bangka, apakah kamu tidak tau kalau aku sudah mengetahui semua rencana licikmu itu?" Bathin Lin Chen menatap dan senyum ke arah Tang Rui.
Tang Rui yang telah disadari pun tiba tiba pura pura tidak melihat Lin Chen dan mengalihkan topik pembicaraan.
"Hahaha mendengar tentang kekuatan tuan muda Chen pastinya akan membuat perjalanan kita lancar dan misi yang diberikan kepada tuan muda Lin Chen pasti akan selesai dengan aman," ucap Tang Rui kepada Lin Chen.
"Hehe tentu saja dong, namanua juga anak dari pemimpin klan Lin harus mempunyai kekuatan untuk melindungi diri dan menjalankan misi dengan selamat," ucap Lin Chen membuat raut wajah Tang Rui agak kesal namun disembunyikan dengan senyuman penuh arti yang tidak baik.
"Hahaha seperti inilah adikku, penuh dengan penekanan dan kekuatan haha," ucap Lin Zhou tertawa menepuk pundah Lin Chen karena mendengar perkataan dari Lin Chen yang dilontarkan kepada Tang Rui.
"Sialan dasar bocah tengik! Awas saja kalian! Aku tidak bisa membunuh kalian karena pengawal kalian memiliki tingkat kekuatan lebih tinggi daripada aku walaupun tingkatnya sama namun bela diri yang digunakan sangat kuat," bathin Tang Rui tidak boleh bertindak ceroboh apalagi membuat Qionlin merasa curiga.
Didalam perjalanan mereka lewati banyak basa basi dan itu semua tentang bela diri di dunia persilatan.
__ADS_1
"Tuan muda Chen, apakah anda tahu bahwa dunia ini sangat luas dan penuh dengan hal yang mustahil menjadi nyata," ucap Tang Rui kepada Lin Chen.
"Iya ayahku juga mengatakan seperti itu, dunia ini luas dan banyak sekali segala bentuk ancaman yang akan datang jika kita tidak memiliki kekuatan," jawab Lin Chen kepada Tang Rui.