
setalah aku di terima, aku langsung mengambil koper ku di pos satpam.
aku di berikan kamar khusus di rumah Oma Isabel, aku di berikan kamar bersebelahan dengan kamar tuan Arkan, aku segera menyusun semua pakaian ku,
tak lama kemudian kamar ku di ketuk ,oleh pelayan di rumah itu.
mbk Hana , perkenalkan aku Santi mbk,
oh ya mbk aku kesini di suruh nyonya untuk menjelaskan apa saja tugas mbk setiap hari.
aku mengangguk saja tanda mengerti.
oh ya mbk Santi, jelaskan saja aku akan mendengarkan , ujar ku.
mbk harus bangun pagi, karna tuan pagi hari sudah bangun,
mandikan tuan dengan air hangat, setelah mandi mbk harus memberikan sarapan untuk tuan, setelah itu berikan tuan obat.
Santi menjelaskan semua tugas ku.
aku mengangguk mengerti.
mbk kenapa mbk mau menerima pekerjaan ini, ini sangat bahaya mbk, tuan Arkan bisa saja membunuh mbk jika dia sedang kumat., ucap Santi.
aku sedikit terkejut mendengar ucapan Santi, benarkah orang Yang akan aku urusi akan se berbahaya ini..
Hem Santi doa kan mbk baik baik saja ya, semoga tuan Arkan bisa sembuh dengan cepat. ujar ku kepada Santi.
Santi pun tersenyum kepada ku, mbk harus kuat ya mbk, semangat lalu Santi meninggalkan kamar ku.
sore berganti malam, aku pun ber istirahat, besok aku akan mulai bekerja,..
aku tak lupa mengabari anak anak...
aku pun akhirnya tertidur, mungkin karna Lelah dengan hari ini...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...
di sisi lain Rini mulai bekerja di tempat bu rianti, tak ada perubahan di pekerjaan Rini, dia masih bekerja untuk berbenah rumah. bu rianti terkenal sebagai orang yang sangat baik di kompleks ini
Rini mengerjakan semuanya seperti biasa, di sana hanya tinggal bu rianti saja. sedangkan anak dan suaminya tinggal di negara B
bu rianti akan pulang sesekali saja ke Jakarta, karna ada bisnis disini yang harus di urus nya.
jadi sebenarnya pekerjaan Rini memang tak terlalu berat.
...----------------...
malam pun berganti pagi, aku sudah bangun sedari pagi tadi. aku bersiap untuk mengurusi tuan Arkan, aku sedikit penasaran seperti apa lelaki ini,
tak lama kemudian Santi menghampiri kamar ku.
mbk Hana , ini kunci kamar sebelah, mbk buka saja ya, lakukan pekerjaan seperti yang aku jelaskan kemarin, jika sudah selesai mandi . mbk telpon saja ke bawah biar makanan di antar kan.
aku masuk kedalam kamar, aku melihat jika orang Yang ku rawat sedang mondar mandir di kamar ,
ya sepertinya dia sudah bangun dari tadi, tak ada perabotan dalam kamar ini, hanya ada kasur dan bantal untuk tidur.
kemarin Oma menjelaskan jika memang sengaja tak memberikan perabotan dalam kamar kini, Oma takut jika Arkan akan menyakiti diri sendiri menggunakan barang barang yang ada.
aku mendekati pria tersebut, ya tuan arkan sangat tidak ter urus, rambut yg gondrong, kumis tebal dan berewokan. aku sedikit perihatin melihat keadaan tuan Arkan...
ketika aku mendekati nya dia langsung meneriaki aku.
wanita sialan kenapa kamu ada di sini, dia langsung menarik rambutku dengan kuat..
berani kamu muncul di hadapan ku. ujar nya penuh emosi.
aku terkejut , dan merasakan sangat sakit di kepala ku. , tuan ini aku perawat mu. aku mencoba melepaskan Jambakan nya.
__ADS_1
aku menangis mengeluarkan air mata, ketikan ia melihat air mata ku, sepontan saja ia melepaskan Jambakan nya.
bagaimana ini, jangan kan untuk merawatnya, baru mendekat saja aku sudah seperti ini. aku teringat ucapan Santi kemarin. ya Tuhan aku harus bagaimana.
, aku mencoba mendekati nya lagi, tuan mandi ya , aku akan bantu tuan mandi. ucap ku.
tak ada penolakan dari pria itu, aku memandikan nya..
sebenarnya aku tak siap dengan keadaan seperti ini, aku memandikan pria dewasa di hadapan ku, ya memang dia tak berbuat yang aneh aneh, tapi tetap saja. aku sedikit tak enak .
bismillah ya Allah kuat kan aku di keadaan ini.
aku melakukan pekerjaan ku, setelah selesai mandi aku , memakai kan baju kepada tuan Arkan,
sebenarnya dia bisa melakukan hal ini, tapi mungkin saja karna dia gila jadi dia tak bisa memakai pakaian sendiri.
aku mengurusi pria di hadapan ku seperti mengurusi orang lumpuh. hanya saja yang lumpuh bukan anggota badan nya tapi otak nya.
memakai baju pun sudah selesai, saat nya aku memberikan sarapan pagi untuk nya.
ya aku mendapatkan kesulitan lagi saat memberikan makan, dia makan selayaknya anak kecil, berlari kesana kemari, saat makanan sudah masuk ke mulut malah makan itu di semburan kan kepada ku.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
haduh tuan tuan tolong dong kasian di Hana,
mana jauh dari keluarga, di selingkuhi pula.
sekarang jadi janda, nah bekerja di tersiksa pula.
cepat sehat ya tuan Arkan😁
__ADS_1