
enam bulan berlalu, itu berarti aku sudah bekerja di sini satu tahun setengah , ya artinya perjalanan ku sudah setengah jalan.
aku sudah akrab dengan semua orang yg bekerja di sini, termasuk mas Fadil,
umur ku dan mas Fadil terpaut tiga tahun,
aku sering membatu pekerjaannya di taman jika pekerjaan ku sudah selesai, aku sudah menganggap nya sebagai kakak ku sendiri,
dan mas Fadil juga menanggap ku sebagai adiknya, dia begitu baik kepada ku, tidak kepada ku saja , tapi ke Sinta dan Novi pun sama. beda lagi dengan mbok Ijah, mbok Ijah sudah seperti ibu untuk kami disini.
sore itu pekerjaan ku sudah selesai, aku melihat mas Fadil sedang membersihkan rumput yang tumbuh di dekat taman bunga milik Oma. aku pun menghampirinya ,mas ada yang bisa Hana bantu gak?, tanyaku kepadanya
eh Hana, gak ada kok ini sedikit lagi juga selesai,
aku pun mengangguk mengerti, karna memang aku melihat pekerjaan mas Fadil hampir selesai, aku memilih duduk di kursi taman sambil bercerita Dangan mas Fadil,.
mas kok belum nikah mas? udah tua loh, ejek ku kepada mas Fadil.
nanti saja Han , kalo udah jodoh nya juga pasti bakalan datang kesini,.
ah mas jodoh tu harus di perjuangkan bukan di tunggu, celah ku kepada mas Fadil..
__ADS_1
kami pun tertawa sambil bercerita.
.
.
.
.
tanpa Hana sadari sedari tadi tuan gila yang sering dia sebut sedari tadi memandanginya dari kejauhan.
tumben Hana bisa tertawa lepas seperti ini, selama satu tahun setengah ini ,baru kali inilah aku melihat Hana tertawa bahagia.
Arkan bergerutuh dalam hati.
Arkan pun berniat menghampiri Hana dan fadil, Arkan sedikit meras tak enak di hatinya saat melihat Hana terlihat bahagia bersama Fadil.
ehem , enak sekali kalian berdua, bekerja tertawa senang, he tukang kebun kerjakan tugas mu dengan benar, dan kamu wanita murahan jangan kau ganggu pekerjaan si tukang kebun itu, ucap Arkan tanpa sadar jika pekatnya membuat Hana begitu sakit hati.
hana meneteskan air mata di hadapan Arkan, maaf tuan saya tak menggoda mas Fadil, saya bukan wanita murahan seperti yang anda ucapkan, Hana menangis tubuh nya bergetar. tuan tak apa jika tak menyukai saya, tapi saya mohon jangan rendahkan Harga diri saya. saya tau Adan sangat kaya raya, dan saya hanya babu di rumah anda. tapi saya juga manusia sama seperti anda tuan.
__ADS_1
hana sangat emosi ketika Arkan mengatakan jika ia wanita murahan.
Arkan tak menjawab perkataan Hana, Arkan tak menyangka jika Hana sangat terluka karna ucapannya.
Hana pun pergi meninggalkan Arkan dan fadil dengan keadaan menangis, Hana menuju kamar dan langsung mengunci pintu kamar.
maaf tuan, sedari tadi Hana tak merayu saya, kami hanya bercerita saja, tuan jangan salah paham , ujar Fadil.
Arkan tak menggubris perkataan Fadil, Arkan langsung menuju ke kamarnya.
kenapa aku cemburu melihat wanita itu bersama Fadil? ingat Arkan calon istri mu cuma catrine, kau tak boleh memikirkan wanita lain, apalagi si wanita janda itu. Arkan berucap dalam hati nya.
...****************...
disisi lain Hana sangat sedih, dia tak habis fikir kenapa Arkan begitu tega mengeluarkan kata-kata yang sangat melukai perasaannya.
aku tak pernah berharap apapun kepada laki laki itu,
kenapa dia sangat senang melukai hati ku
assalamualaikum semuanya jangan lupa follow, like, komen dan vote novel ini biar author semangat 😘😘.
__ADS_1