LELAKI GILA ITU SUAMI KU

LELAKI GILA ITU SUAMI KU
memutuskan pergi


__ADS_3

tak terasa satu bulan berlalu, perceraian kami pun sudah di daftarkan ke pengadilan agama.


selama satu bulan ini mas Bram tak pernah memberikan nafkah untuk anak anak.


aku tak mempermasalahkan itu , mungkin semua penghasilan mas Bram di kuasai oleh pacarnya.


sebenarnya aku memiliki tabungan, ya memang jumlah nya tak banyak, aku menabung dari sisa sisa uang belanja yang di berikan mas Bram setiap bulan


ya lumayan lah masih bisa menutupi kebutuhan aku dan anak anak sampai satu tahun ke depan.


tapi aku tak mungkin mengandalkan uang tersebut, karna sebanyak apapun itu jika aku tak bekerja maka akan habis juga.


sore itu aku mengajak anak anak jalan jalan sekitar kota, aku meminjam motor Alvin, kebetulan Alvin sudah pulang dari kantor.


Vin mbk pinjam motor ya mbk mau ngajak anak anak keliling sekitar sini, sudah lama anak anak gak mbk ajak keluar.ujar ku kepada Alvi.


pakai lah mbk , kuncinya ada di gantungan biasa mbk. oh ya mbk hati hati di jalan ya.


aku mengangguk , terimakasih adik mbk yang ganteng , puji ku kepada Alvin.


aku pun akhirnya pergi bersama sama anak anak.


kami memilih berhenti di alun alun kota.


aku mengajak anak anak untuk membeli sedikit cemilan,dan akan mencari tempat duduk Untuk kami .


akhirnya kami menemukan tempat duduk yang nyaman, aku dan anak anak pun duduk di sana.


aku memandangi kedua Putri ku yang sedang asik menceritakan tentang sekolah nya.

__ADS_1


aku tersenyum melihat keceriaan anak anak ku.


merekalah yang membuat aku kuat dalam keadaan ini.


tiba tiba Kiandra bertanya kepada ku.


bun apakah bunda bahagia?


aku sedikit tersentuh mendengar pertanyaan Kiandra.ada sedikit rasa sedih di hatiku..


bunda bahagia nak, bunda akan selalu bahagia. jawab ku kepada Kiandra.


sedangkan Kinara hanya senyum mendengar ucapan kami .


nak, Bunda mau bicara sama kalian,


kan sekarang bunda sama ayah gak suami istri lagi, dan sekarang ayah tak pernah memberikan nafkah untuk kalian berdua .


agar nantinya kalian bisa menjadi orang sukses


jadi kemungkinan besar bunda akan meninggalkan kalian sama nenek dan kakek.


bunda akan bekerja di kota Jakarta.


apakah kalian setuju, tanya ku kepada mereka.


seketika tangis Kiandra dan Kinara pecah, mendengar aku akan meninggalkan mereka, sebenarnya aku pun tak tega meninggalkan Kiandra dan kinara.


bunda jangan tinggalkan rengek Kinara, nanti kalo bunda pergi bagaimana aku dan KK

__ADS_1


ayah sudah meninggalkan kami, kenapa sekarang bunda mau meninggalkan kami juga.


aku meneteskan air mata mendengarkan rengekan anak bungsu ku


nak percayalah nak, ini semua demi kebaikan kalian, bunda harus mencari pekerjaan , kalau bunda gak kerja kalian jadi gak bisa sekolah, dan itu artinya kalian tak akan bisa membahagiakan bunda .


aku memberikan sedikit pengertian untuk Kinara.


di sisi lain aku melihat Kiandra meneteskan air mata tapi tak melontarkan sepatah kata pun, aku tau jika Kiandra sangat terpukul atas kejadian ini.


tapi Kiandra begitu kuat , dia tak mau terlihat lemah di hadapan ku..


aku pun memeluk kedua anak ku,..


percayalah nak kita hanya perlu berkorban sebentar saja, keadaan ini tak akan lama, bunda janji kepada kalian berdua, bunda pergi bekerja tak akan lama nak, ini demi kalian ...


jika nanti sudah cukup uang, bunda akan kembali, dan kita akan bersama lagi.


Kiandra akhirnya membuka suara, bunda boleh pergi ,tapi janji bunda jangan lupakan kami.


bunda harus telpon kami setiap hari, jika waktunya kami libur sekolah, bunda harus pulang, itu yang di ucapkan oleh Kiandra.


aku pun menerima perjanjian yang di berikan anak anak ku, aku menuruti semua kemauan mereka..


bagiku mendapatkan izin dari mereka pun aku sudah sangat bahagia.ya semua yang aku lakukan demi kebaikan mereka...


terimakasih, nak bunda janji bunda akan selalu jadi ibu yang terbaik untuk kalian berdua, aku mencium anak anak ku.


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2