
setelah selesai memberikan tuan Arkan makan , aku memberikan obat untuk nya.
tapi dia tak mau meminum obat tersebut..
obat tersebut di buang berserakan.
aku tak putus asa, aku membujuknya
tuan minum obat ya, kalo tuan minum obat nanti tuan cepat sembuh, ujar ku kepadanya.
tuan Arkan masih tak mau meminum obat.
baiklah jika tuan tak mau meminum obat ini aku akan meninggalkan tuan sendiri disini, ujar ku...
ketika mendengar ucapan ku, ia pun bergegas menarik tangan ku,. aku langsung memberikan obat yang baru, ia pun meminumnya. tak lama berselang ia pun terlihat seperti orang yang mengantuk.
tuan arkan pun tertidur, ..
aku yang melihat ia tidur akhirnya keluar dari kamar,.
aku mengunci pintu kembali, sesuai dengan arahan Santi.
aku lalu menuruni anak tangga, menuju kedapur, sesampainya aku kedapur aku melihat banyak pelayang yang bekerja di sini.
aku bertanya kepada salah satu pegawai di sini. di mana keberadaan Santi.
ia pun memberi tahu aku jika Santi berada di ruang londry..
aku menemui Santi, aku melihat Santi sedang menyetrika pakaian.
Santi , panggil ku
eh mbk Hana ada apa mbk, apakah tuan Arkan sudah tidur tanya nya?
sudah san, oh ya san aku mau tanya ke kamu, emang tuan Arkan seperti itu ya tanya ku?.
__ADS_1
Hem, mbk biasanya setalah minum obat tuan Arkan tertidur sampai 5 jam mbk, mungkin efek obat ya mbk , jelas Santi kepada ku.
aku sedikit bingung, kenapa dia di berikan obat tidur, apakah tuan Arkan begitu membahayakan.
ah sudah lah mungkin saja itu saran dari dokter nya.
aku pun saling bercerita kepada Santi, kami menceritakan dari mana kami berasal.
aku dan Santi sedikit akrab, karna aku memang cuma mengenal Santi di rumah ini.
oh ya san aku mau tanya, tuan Arkan berobat sama dokter mana ya san? tanya ku penasaran.
aku tidak tahu mbk, cma aku pernah dengar jika dokter itu sahabat dari tuan arkan.
oh begitu, ucap ku .
oh ya san aku harus mengerjakan apa ya, kan tuan Arkan sudah tidur. aku bingung karna dari tadi aku tak memiliki pekerjaan.
mbk gak usah ngerjain apa apa mbk, nanti Oma marah.
aku pun akhirnya kembali ke kamar tuan Arkan, aku melihat jika ia belum terbangun..
aku hanya duduk di tepi kasur sambil memandangi lelaki itu.
begitu malang nasib lelaki ini, padahal dia terlahir begitu sempurna, hanya saja nasib nya yang kurang baik.
hari pun beranjak siang, aku masih saja menunggu lelaki ini bangun.
tak lama setelah itu, ia pun terbangun dari tidurnya,
kembali aku melihat tuan Arkan begitu gelisah,
dia beranjak dari tempat tidur lalu mendekati aku yang sedang berdiri,
siapa kamu, kenapa kamu ada di sini. ia menggenggam erat lengan ku penuh emosi, aku sedikit merasakan sakit pada lengan ku..
__ADS_1
tuan tenang tuan, aku bekerja di sini.
aku mencoba menenangkan lelaki dihadapan ku.
akhirnya ia melepaskan genggamannya.
tapi tetap saja aku melihat tuan Arkan begitu gelisah.
ia kembali duduk menghadap ke tembok, tak lama berselang, iya mengantuk kan kepala nya ke dinding dengan keras. aku panik dengan apa yang ia lakukan.
aku mendekati tuan arakan, aku menahan kepalanya, tuan jangan seperti ini ,tuan akan terluka.
, aku meraih tangannya , akhirnya dia berhadapan dengan ku, dia kembali ingin menyakiti dirinya lagi.
aku tak tahu harus berbuat apa, aku akhirnya memeluk tuan Arkan,. tuan tenang lah tuan aku ada disini., ucap ku kepada tuan arkan.
aku memeluk erat tubuh itu, tak teras ia membalas pelukan aku, aku mendengar kalimat yang keluar dari mulutnya, tolong, tolong aku, tolong.
hanya kata kati itu.
aku akan menolong tuan, tuan tenang saja ujar ku.
aku melepaskan pelukan kami, aku melihat tuan Arkan sudah agak tenang.....
...----------------...
...----------------...
...----------------...
hai tuan Arkan bagaimana pelukan janda , menenangkan bukan๐ ๐
hai semuanya jangan lupa , like , vote, follow aku
bantu aku biar semangat menghasilkan episode episode halu ๐
__ADS_1