
alvin kembali menelpon ku., Alvin memberikan kan kabar bahwa Kinara terkenal DBD, dan Kinara memerlukan donor trombosit. berarti keadaan anak ku memang tidak baik baik saja, aku semakin tak tenang bagaimana ini, bagaimana aku bisa pulang merawat anak ku .
aku sejenak mengingat mas Bram, ya aku harus memberi tahu dia tentang Kinara.
aku menghubungi no telpon mas Bram yg lama, bagaimana pun mas Bram ayah nya jadi mas Bram harus tau tentang ini
📞 Tut ,Tut ,Tut suara telpon tapi telpon ku tak kunjung di angkat, tiga kali aku menghubungi no mas Bram tapi sama sekali tak di angkat
aku sedikit frustasi, baik lah mas ini ni terakhir aku akan menghubungi mu, ucap ku
📞 Tut, Tut ,Tut, tak lama berselang terdengar suara dari balik telpon, ya telpon ku di angkat oleh mas Bram.
📞 assalamualaikum mas, mas ini aku Hana ucap ku kepadanya
📞 wa'alikumsakam , ada apa ,tanya nya ketus
__ADS_1
📞 mas aku cuma mau kasih tau kamu Kinara sakit DBD mas, aku masih bekerja, bisa aku minta tolong kamu dan Ani untuk urus Kinara. aku meminta bantuannya, ya dia ayah nya, wajar jika ia mengurusi anak anak nya.
📞 ah sudah lah Hana antara kita tak ada hubungan lagi, urusan anak anak itu urusan mu, semenjak kamu meninggalkan aku, aku tak pernah lagi menganggap kamu dan anak anak ada, jangan ganggu kehidupan ku dan Ani, mengingat Ani pun akan memberikan aku anak ,jadi aku tak perduli tentang kalian... panggilan pun di putuskan oleh mas baram sepihak.
hati ku begitu merasakan sakit , mendengar ucapan mas Bram, tega sekali dia, dalam hubungan ini tak ada yang namanya mantan anak. aku menangisi keadaan ini, bagaimana ini ya Allah, aku tak mungkin meminta izin kepada Oma, sedangkan tuan Arkan pun tak ada yang mengurus di sini..
tanpa di sadari oleh Hana, Arkan sedari tadi mendengar pembicaraan Hana.
Arkan mendengar kan Hana menelpon mantan suaminya, Arkan sedikit iba melihat Hana, ya bagaimana pun Hana lah yang membuat Arkan sembuh, walaupun Arkan kecewa karena Hana tak pernah memberi tahukan setatus nya sebagai janda dua anak..
Hana pun mencoba menghubungi Oma, Hana ingin meminta izin untuk pulang ke kampung untuk merawat Kinara, walaupun sebenarnya Hana tau kecil kemungkinan untuk mendapatkan izin dari Oma. tapi aku harus mencoba nya.
aku pun menelpon Oma, tapi no handphone Oma sama sekali tak bisa aku hubungi, bagai mana ini, aku semakin gelisah, aku bahkan tak memperdulikan tuan Arkan yang ada di fikiran ku adalah Kinara.,
aku semakin gelisah , kepala ku terasa pusing, ya aku sampai lupa makan hari ini..
__ADS_1
fikiran ku kemana mana, pandangan ku pun mulai gelap, kepalaku terasa sangat sakit dan tak biasa aku kendalikan lagi, setelah itu aku tak tahu lagi apa yang terjadi..
"di balik pintu kamar, Arkan yang melihat Hana jatuh pingsan langsung berlari menuju Hana, Arkan pun mengangkat Hana ke tempat tidur,
mbok. mbok, panggil Arkan kepada mbok wati
mbok, tolong Hana pingsan, Arkan khawatir melihat Hana yang tak sadar kan diri.
mbok wati pun ikut ikutan panik, apa yang terjadi kepada MBK Hana tuan, apakah MBK Hana keracunan, tanya mbok wati.
aku juga gak tau mbok, tolong mbok cari kan aku mobil yang bisa bawa Hana ke rumah sakit mbok, perintah Arkan.
mbok wati pun segera mencari mobil, untuk membawa Hana ke rumah sakit.
mbok wati pun mendapatkan bantuan dari pak kepala desa, ya pak kepala desa lah yang akan mengantarkan mereka ke rumah sakit.
__ADS_1
sesampainya di depan rumah Arkana, Arkan langsung keluar dengan mengendong Hana, pak tolong bawa Hana ke rumah sakit , ujar Arkan cemas...
assalamualaikum semua jangan lupa , like , vote dan follow aku😘