
dua jam berlalu kami pun sampai ke rumah Oma, aku melihat Hana yang tertidur pulas , berinisiatif untuk mengendong nya untuk masuk kedalam rumah. ya sekian lama kini aku kembali ke rumah kami , rumah papa dan mama.
aku menggendong Hana dan menidurkan Hana di kamar tidur ku, setelah selesai menghantarkan Hana aku langsung menuju ke kamar Oma.
aku mengetuk pintu kamar Oma..
Oma pun membukakan pintu kamarnya untuk ku. masuk lah Arkan ,ujar Oma
aku masuk dan langsung memeluk Oma dengan penuh haru, Oma maaf kan Arkan selama ini, aku menangis di pelukan Oma.
sudah lah cucu ku, ini semua takdir dari Allah, sekarang semuanya Oma kembalikan kepada mu, Oma harap apa yang di tinggalkan oleh orang tua mu akan menjadi lebih baik di tangan mu nanti.
aku pun mengangguk mengerti, Oma ada yang ingin Arkan tanyakan kepada oma, kenapa Oma tak memberi tahu Arkan jika Hana adalah seorang janda, Oma tahu betul aku tak menyukai orang yang pernah mengalami kehancuran dalam rumah tangganya, kita tak pernah tau asal usul Hana, kenapa Oma tak mencegah pernikahan Ku dan Hana, Oma ini suatu kesalahan, Arkan tak mau memiliki istri bekas laki laki lain, ucap ku kepada Oma.
Arkan, Hana orang baik, jika tak ada Hana mungkin kau tak akan sembuh seperti sekarang. terimalah dia sebagai istri mu, dan anak anak nya sebagai anak mu juga. setatus janda bukanlah setatus yang hina.
jangan kau rendahkan Hana seperti itu, jika ia mendengar ucapan mu maka sudah pasti dia akan terluka.
tidak Oma, sampai kapan pun aku tak ingin memiliki istri yang sudah menjadi bekas orang lain, tegas Arkan lagi...
__ADS_1
.
.
.
tanpa Arkan dan Oma sadari, Hana mendengar ucapan Arkan dan Oma , Hana sedari tadi menguping pembicaraan mereka, ya saat Hana ingin meminta izin kepada Oma dan menghampiri kamar Oma, di sana lah hana melihat jika pintu sedikit terbuka, dan suara dari dalam terdengar dengan jelas dari depan pintu, Hana merasakan sesak yang teramat dalam di hati nya mendengar ucapan arakan, di sisi lain ia berfikir tentang Kinara, di sisi lain lagi dia merasakan sakit hati kepada Arkan.
dia dari awal menolak pernikahan ini, tak ada niat sedikit pun jika ia ingin menikah dengan Arkan...
Hana pun kembali ke kamar dengan penuh air mata, ia sangat terluka mendengar ucapan Arkan..,
tak berselang lama, Arkan pun kembali ke kamar, dan melihat Hana yang sedang duduk meringkuk di tempat tidur,
dengan penuh keberanian aku berbicara kepada lelaki yang telah menjadi suami ku ini,
ceraikan aku tuan! pinta ku kepada nya
tak ada penolakan dari Arkan
__ADS_1
baiklah aku akan menceraikan mu, tapi dengan satu syarat ucap nya lagi.
apa sarat mu tuan tanya ku lagi
kau hanya boleh kembali ke kampung mu itu dua Minggu saja, setelah itu kau harus kembali bekerja sebagai pembantu di rumah ini. ucap nya
aku pun menuruti Syarat dari nya, yang terpenting aku boleh pulang untuk merawat Kinara yang sedang sakit.
baiklah tuan aku setuju ucap ku tanpa takut.
ya sudah tidurlah besok aku akan mengantarkan mu ke bandara,, perintah nya lagi
aku pun kembali menuruti perkataan tuan Arkan, aku pun mencoba memejamkan mata ku, beberapa menit kemudian aku merasakan ada orang yang ikut tidur di samping ku,. aku lupa jika ini kamar dia dan akulah yang tak tahu diri tidur di kasur nya.
ah sudahlah aku harus tenang, selama ini aku juga tidur sekamar dengannya, lagian ini akan menjadi hal yang terakhir antara aku dan tuan Arkan.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...