
seminggu berlalu" pernikahan Hana dan Arkan pun tak memiliki hal istimewa, bagi Hana ini adalah sebuah kesalahan, dan drama.
aku setiap paginya bertugas seperti biasanya, merawat lelaki yang memiliki gangguan jiwa. ya kadang dia seperti anak kecil, kadang juga entahlah, tak ada Arkan yang menikahi aku seminggu lalu. kini hanya ada Arkan yang tak mengenal ku, walaupun aku yg mengurus semua keperluan nya, dia kembali seperti Arkan yang pertama aku kenal.
pagi itu aku melakukan rutinitas ku untuk mengajak tuan ku, keliling sekitar desa,
ya aku harap, tuan Arkan bisa segera sembuh dari sakit yang ia derita.
kami berjalan melewati kerumunan orang, ya orang orang yang jelas tak menyukai aku,
entah apa sebabnya mereka tak menyukai aku, padahal sebelumnya mereka sangat baik kepada ku, apakah karena kejadian sebelum kami menikah yang membuat mereka membenci ku, ..
ketika kami lewat aku mendengar ucapan seorang warga
lihat lah wanita itu, rela menikah dengan laki laki gila demi harta, ucap seorang warga
__ADS_1
ya iya lah mana mungkin jaman sekarang mau menikah dengan orang gila, pasti dia menikah karena orang gila itu kaya kan, mereka tertawa terbahak-bahak di hadapan kami.
aku emosi mendengar ucapan mereka, aku akhirnya menjawab semua perkataan mereka yang di tujukan kepada ku
eh ibu ibu kalo suami saya gila apa urusannya dengan kalian?
apakah suamiku merepotkan kalian .
yang harus kalian tau ya, walaupun suamiku gila, dia tak pernah membiarkan aku hidup kesusahan. ya benar kata kalian suami ku yg kalian sebut gila ini, dia sangat kaya raya,.
harus nya kalian tu sedih karena punya suami sehat, normal malah istrinya di suruh banting tulang .
mereka pun terdiam mendengar ucapan ku, ya mungkin ucapan ku sangat kasar. tapi aku tak bisa menahan emosi ku saat mereka menghina ku,
aku dan tuan Arkan melanjutkan perjalanan kami untuk berjalan pagi, ya ketempat yang biasa kami datangi sekedar mencari angin segar., sampai Di sana aku memandang jauh ke ara langit, aku sangat merindukan anak anak ku, tak terasa sudah lima bulan lama nya aku meninggalkan mereka,.
__ADS_1
aku terus memikirkan mereka tanpa aku sadari ada seorang yang telah memeluk dari belakang, ia melingkarkan tangan nya di perut ku, dan menempelkan dagu nya di bahu ku.
aku menoleh ternyata tuan Arkan lah yang memeluk ku.
aku hendak melepaskan pelukan itu, sungguh perasaan ku sedikit agak canggung, tapi tangan kekar itu enggan untuk melepaskan nya.
aku pun membiarkan dia terus memeluk ku, aku berfikir mungkin laki laki ini sedang mencari ketenangan, ya seperti itulah dia jika ia merasa gelisah maka tuan Arkan akan memeluk ku, dan jika ia sudah merasa tenang dia akan melepaskan nya sendiri, dan tak akan mengingat apa yang telah terjadi.
dua puluh menit berlalu, akhirnya dia melepaskan pelukannya, aku pun mengajak nya untuk pulang, karena jujur saja mood Ku sedang tidak baik, setelah mendengar Hinaan dari warga, di tambah lagi aku sangat merindukan anak anak ku..
...----------------...
...----------------...
assalamualaikum temen teman, maaf author baru sempat up , dikarenakan aku ada pekerjaan lain.
__ADS_1
seperti biasanya mohon bantu like, vote, dan follow aku terimakasih,😘
...----------------...