
Arkan yang melihat keadaan Hana pun sangat khawatir, di tambah lagi dokter pun tak kunjung tiba di rumah ini.
Sinta kemana dokter Jamal kenapa tak datang juga teriak Arkan
maaf tuan dokter Jamal sudah di jalan arah kesini t."
Arkan pun merasakan tak ada pergerakan dari Hana, Hana bangun Hana bangun ujar Arkan panik. tapi tetap saja tak ada respon.
di sisi lain Fadil yang juga khawatir melihat Hana hendak mendekati Hana.
jangan mendekat ,ujar Arkan meneriaki fadil
Arkan tak mau Fadil mendekati hana.arkan
akhirnya Fadil Kemabli menjaga jarak, Fadil pun tak berani melawan Arkan, karna Arkan adalah bos nya
tak berapa lama dokter Jamal yang merupakan dokter keluarga Arkan pun datang. dokter Jamal memeriksa keadaan hana,.
dokter bagaimana keadaan Hana tanya Arkan kepada dokter Jamal..
maaf tuan saya perlu memberi tahu keadaannya kepada suaminya, dokter Jamal memandang ke arah Fadil, karna yang di fikiran dokter Jamal , Fadil lah suami dari Hana.
__ADS_1
dokter bicarakan saja keadaan nya kepada saya, dan dia bukan suami Hana, ujar Arkan menahan emosi nya.
dokter Jamal sedikit tak percaya, kenapa Arkan begitu perduli dengan pembantu nya.
dokter Jamal pun menjelaskan jika tekanan dara Hana sangat tinggi, Hana juga mengalami syok yang sangat berat hingga membuatnya hipertensi, ini sangat membahayakan Hana, yang di takut kan dokter Jamal jika kondisi ini terus berlanjut bisa mengancam nyawa Hana, karena tekan darah yang sangat tinggi akan mengakibatkan pecah nya pembuluh darah yang ada di otak .
kalau bisa pasien jangan di biarkan tidur di kamar yang sempit ini untuk sementara, ujar jama lagi
untuk saat ini saya sudah membersihkan obat untuk nona Hana, tapi tolong perhatikan keadaan nya, seharusnya dia akan sada dalam dua jam lagi. tapi jika dalam dua jam nona Hana tak sada segeralah bawa ke rumah sakit, itu artinya nona Hana mengalami koma . ujar Jamal
mendengar ucapan Jamal, Arkan memerintahkan mbok Ijah dan yg lain untuk menyiapkan kamar tamu yang ada di samping kamar nya, ya dulu kamar itu pernah di huni Hana waktu pertama bekerja di sini.
mbok Ijah dan yang lain bergegas membersihkan kamar itu, sedangkan Arkan masih duduk di samping Hana,
mbok Ijah pun turun dan menghampiri Arkan yang ada di kamar Hana, tuan kamarnya sudah siap ujar mbok Ijah.
terimakasih mbok , ucap Arkan
Arkan pun segera mengendong Hana untuk menuju ke kamar tamu di ikuti oleh yang lain.
sampai Di sana Arkan memerintahkan Novi dan Sinta untuk mengambilkan kain dan air hangat, untuk mengompres Hana.
__ADS_1
mbok Ijah pun pamit untuk meninggalkan Arkan dan Hana, mbok bahagia melihat Arkan menghawatirkan Hana, ya mbok Ijah sebenarnya sangat berharap jika Arkan menjadikan Hana istri nya, ya sama seperti yang di inginkan Oma Isabel,
mbok Ijah tau betul jika Hana lah yang tepat untuk menjadi istri arakan
, Novi pun memberikan apa yang di diminta oleh Arkan., ini tuan ujar Novi.
letakan di meja itu, dan kalian boleh pergi ucap Arkan .
mereka meninggalkan Arkan dan Hana, Novi dan Sinta pun tahu apa yang terjadi antara Hana dan Arkan, bagi mereka ini adalah kesempatan untuk menyatukan Arkan dan Hana.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
assalamualaikum semuanya jangan lupa follow, like, komen dan vote novel ini biar author semangat 😘😘